Perfect Love My Boss

Perfect Love My Boss
BAB 22



"Kenapa dia pulang tidak berpamitan denganku?" ujar Zein


tak terasa sudah setengah jam Key berjalan. ia berjalan menuju sebuah taman yang begitu ramai pengunjung. Ponselnya terus bergetar. tampak panggilan dari bos angkuh


Key mengsilent ponselnya. Agar ia merasa tidak terganggu.


"Halo Hana, lacak nomor ini sekarang" Zein mengirimkan nomor yang akan di lacak kepada Hana


"Baik pak!"


Tak selang berapa Zein keluar dari rumahnya dan menuju lokasi yang tertera.


"Astaga, mengapa hatiku begitu tersayat. Kenapa begitu sakit. Sadar Key, dia sudah memiliki istri" ucap Key memegangi dadanya tak terasa air mata nya sudah menetes membasahi bajunya


"Kenapa tak menjawab telponku?" tanya Zein yang sudah berada disamping Key


secepat kilat Key menghapus air matanya.


"Kau, kenapa berada disini?" tanya Key


"Aku bertanya kepada mu? Kenapa kau mengacuhkan pertanyaan ku?"


"Hp ku di silent, aku tak mendengar nya." sahut Key


"Ayo ku antar pulang." ajak Zein


"Mana istrimu? kenapa kau meninggalkan istrimu?" tanya Key


"Istri? Istri mana yang kau maksud?"


"Lalu wanita itu?"


"Dia bukan istri ku. Ayo kita pulang"Ajak Zein


"Aku tidak mau pulang. Kau pulang lah, istri mu pasti sedang mencari mu."


"Sudah kubilang dia bukan istriku." ucap Zein


Zein mengangkat tubuh Key walau pun Key terus menolak nya Zein tetap saja mengangkatnya ke dalam mobil.


"Astaga kau ini. Kenapa mengangyku seperti anak kecil?


"Bukannya kau anak kecil yang masih suka merajuk?"


"Aku bukan anak kecil, aku sudah dewasa tuan Zein"


"Lalu kenapa kau merajuk tadi ?"


"Untuk apa aku merajuk?"


"Kau cemburu? Kau menyukai ku?"


"Apa apan kau ini? Siapa yang cemburu? siapa juga yang menyukai mu? cih" ujar Key


"Oh tidak cemburu ya. baiklah!" Zein hanya senyum senyum melihat kelakuan Key hampir seperti anak kecil


bibirnya membanyun, kedua tangannya berpangku diatas perutnya.


"Kita sudah sampai." ucap Zein


"Astaga ini Anak, baru saja kami berbicara. tau tau udah molor aja." untuk kesekian kalinya Zein menggendong Key ke kamar saat iya tidur


Zein menggendong Key masuk kerumahnya. meletakkan Key ke atas kasurnya.


"Selamat malam," Zein mencium kening Key lalu menyelimuti tubuhnya


Zein tidak kembali ke rumahnya. ia kembali ke kediaman Witama.


"Eh anak mommy tumben anak mommy tidur di rumah.?" Tanya Lisska


"Mommy" Zein memeluk maminya dan mencium keningnya


"Tadi mampir kerumah temen mom. Searah dengan rumah mommy. Capek my, Zein bersih bersih dulu ya."


Malam itu keluarga Witama berkumpul menonton tv. Zein bergabung dengan keluarga nya. sudah lama sekali ia tidak berkumpul dengan keluarga seperti ini. Hari harinya hanya dipenuhi dengan kerjaan.


"Hey Zein" sapa Papi


"Hey pap" sahut Zein


"Tumben tumbenan balik ke rumah? " tanya Witama


"tadi kerumah temen, searah sama rumah. Jadi sekalian aja nginap disini. Jauh pap, mau balik kerumah Zein. udah malam." ucap Zein


"Temen?" sahut Zil dari ujung sofa


"Calon sih rencananya" Zein memanas manaskan Zil


"Yakin banget Lo dia mau?" tanya Zil


"Siapa sih yang gak mau sama Zein Alvaro?"


"Awas, ntar ditinggal lagi." ucap Zil yang mencari perdebatan


"Lu cari masalah Mulu y?" ucap Zein


"Udah dong sekali sekali ngumpuasih juga bertengkar" ucap Mommy


"Anak mommy cuma dua loh, Zil dan Zein. sampai kapan Zil dan Zein bisa akrab? Momy kira cuma kecil aja kalian sering bertengkar. Ternyata sampai gede masih aja suka bertengkar. Malu sama umur nak. Akur dong!"


Zein mengusap usap pundak mommy,


"Zil, Zein kapan papi akan menimang cucu? Papi sudah tua, papi ingin seperti teman teman papi. Sudah pada gendong cucu.


" Mommy juga Pi, mommy juga pengen gendong cucu.sahut Lisska


"Aku sih tergantung My, Siapa yang paling tua seharusnya nikah duluan. Kasih contoh buat adiknya. Ngakunya aktor populer, tapi jomblo Mulu " Sindir Zein


"Tenang aja Mom, Pap, sebentar lagi Zil bakalan bawa dia kesini. Zil bakalan kenalin ke mommy papi." Ucap Zil menyombongkan diri


"Halu gak lu?" ledek Zein


"Sirik lu, makanya jangan jomblo.!" ucap Zil


"Ya ampun kalian ini, kalian berdua harus buktiin ke Mommy. Bawa pasangan kalian bertemu mommy. Baru mommy percaya kalau kalian tidak jomblo." ucap mommy


"Baik mom, aku akan buktiin ke mommy besok. Aku akan. bawa dia kesini." ucap Zil


"Yakin banget sih lu dia bakalan mau." sindir Zein


"Ok, besok mommy undang pacar kamu makan malam. Bakalan mommy tunggu."


Zil berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. ia menekan nomor ponsel yang tertera nama MyBie di ponselnya


"Halo Bie, kamu lagi apa?" sapa Zil


"Baru selesai bersih bersih Zil. Kamu lagi apa?" tanya Key


"Lagi rindu kamu Bie." ucap Zil


"Aduh lebay sekali sih. telingaku sakit mendengar nya." Zein yang berjalan di samping Zil sengaja menyenggol tangan Zil dengan sikunya.


"Praakk" Hp Zil terjatuh dari genggaman nya.


"Kresek kresek".


"UPS sorry, gak sengaja." ucap Zein tanpa merasa bersalah lanjut berjalan menuju kamarnya


"Awas kau ya " ancam Zil


"Halo Zil, halo."


"Kenapa Ribut sekali suara hpnya" ucap Key


"Halo Key, maaf ya! Hp aku terjatuh"


"Kok bisa Zil?


"Aku tersandung Bie" ucap Zil yang mulai berbohong


"Hati hati kalau berjalan." ucap Key dengan nada lembutnya


"Iya Bie. makasih ya perhatian kamu."


"O ia Bie, ada yang mau aku omongin ke kamu."


"Ngomong aja Zil. Mana tau aku bisa bantu. Selama ini kamu yang begitu banyak membantu ku.".


"Besok mami mengundang mu acara makan malam. Apa kamu bisa? Aku akan menjemputmu. ucap Zil


"Akan aku usahakan ya Zil. Setelah pulang kerja aku akan menelpon mu"


"Ok Bie, selamat malam" ucap Zil


Sedangkan Zein dikamar hanya berbaring memikirkan Key. "Apakah tadi dia sedang cemburu padaku?"


saat ia hendak menghubungi Key, nomornya selalu sibuk. Zein lupa bahwa Zil sedang menelepon Key.


"Astaga, aku lupa Key sedang di telpon" Zein menepuk jidatnya


Keesokan harinya


Key datang ke kantor ia mencari cari Mia dikantor, ternyata Mia belum datang. Saat Mia sampai di cubicle Key langsung mendorong kursinya ke cubicle Mia.


"Mi, bantu aku dong!" ucap Key


"HM bantu apa Key?" tanya Mia


"Tadi malam Zil menelponku"


"Siapa? oppa Zil maksud kamu?


"Iya Mi, Zil menelponku, ia mengajakku dinner bareng keluarga nya nanti malam. Aku bingung harus gimana. Dia bertanya kepastian nya kepadaku. Aku bisa atau tidak" ujar Key


"Ya ampun Key kenapa gak kamu iyain aja? itu tandanya dia ngajak kamu serius Key. Jawab aja iya" ujar Mia


"Tapi kan malam ini, aku harus ke rumah bos angkuh itu. Kalau aku gak kesana bisa bisa aku diancam lagi."


"Key, ini tentang masa depan kamu. Kamu harus utamain. Tapi kamu jangan bilang-bilang sama dia, Kalau kamu mau dinner. Kamu bilang aja kamu gak enak badan." ucap Mia


"Hm oke deh, boleh juga saran kamu Mi. Aku kabarin Zil nanti."


"Astaga Key, mimpi apa aku bakalan punya sahabat istrinya aktor ganteng" goda Mia


"Ih, kamu apa apaan sih Mi. Belum apa-apa udah main nikah aja" ujar Key


"Ya kan mana tau beneran. eh tapi bentar-bentar, Jujur sama aku, kamu ada perasaan gak sama oppa Zil?" tanya Mia begitu penasaran


"hmmm "Key menggelengkan kepalanya.