
Hampir 15 menit Zil menunggu artis pengganti. Akhirnya, ia selesai di makeover. Zil memandang ke arah wanita tersebut. Sontak Zil kaget melihat siapa artis pengganti itu.
"Key! sapa Zil
"Ka, kamu aktornya Zil?" sahut Key sambil terpelongo. Ternyata seorang pria yang memberi tumpangan kepadanya ialah seorang Aktor yang sedang buming.
"Astaga bagaimana mungkin aku tidak mengenalinya" batin Key
Zil tertawa melihat Key yang terpelongo memandanginya.
"Key, apakah kamu akan memandangiku selamanya seperti itu?" Zil mengagetkan lamunan Key.
"Ih,, pede sekali kamu. Key membuyarkan lamunannya sambil mengernyitkan dahi
"Kamu cantik sekali Key" puji Zil
Seluruh team crew melihat keanggunan Key yang cantik natural itu.
"Cantik? masa sih? aku kegeeran tau. Key tersipu malu dengan pipi memerah.
"Beneran Key, kamu cantik banget." puji Zil lagi
"Zil, banyak artis artis luar sana yang lebih segalanya dariku. Aku ini bukan apa apa" Key menjelaskan secara rinci
"Pokoknya kamu tetap segalanya Key" ucap Zil
"Udah ah ngeledeknya Zil. sebentar lagi kita akan memulai siaran live distasiun TV Z. Aku grogi Zil. Key gugup sambil mengehela nafas panjang
Zil menarik lembut tangan Key,
"Key, kamu nggak usah gugup. Disini kan ada aku" Ujar Zil menenangkan perasaan Key.
Key menarik kembali tangannya dari genggaman Zil. Key terasa risih dengan perlakuan lelaki yang terlihat agresif terhadapnya apalagi lelaki yang baru dikenalnya.
Siaran langsung distasiun tv akan dimulai semua crew bersiap siaga dengan tugasnya.
Stasiun TV menyiarkan Iklan promosi yang dibintangi Zil dan Key.
Rihana sekretaris Zein melihat siaran langsung itu di ponselnya.
"Hah? bukannya itu sekretaris Diamond group Apakah ia seorang artis juga. Baru ini aku melihatnya di tv" gumam Hana
"Pak, baru saja Diamond grup telah mempromosikan produk terbaru mereka" Ucap Hana kepasa Zein
"Oh. Melalui media apa mereka membuat promosi?" tanya Zein dengan sikap dingin yang seperti biasanya.
"Televisi pak, saat ini mereka sedang siarang langsung di sebuah stasiun Televisi" jawab Hana tegas.
Zein segera mengambil ponsel. dan melihat siaran langsung itu.
"Apa? bisa bisanya dia merebut wanitaku lagi" ucap Zein kesal dengan amarah yang membara setelah melihat siaran langsung.
Zein melempar ponsel yang ada ditangannya.
"Prakkk! Dasar perempuan murahan!" Zein teriak sangat emosi melihat siaran langsung itu
Hana sudah sering melihat perlakuan Zein yang seperti harimau setiap harinya. Sudah biasa baginya hal seperti ini terjadi. Gelas pecah, Vas bunga, dan lain lain. Semenjak kepergian Kareen, Zein seperti memiliki keterbelakangan mental. Sifatnya yang selalu berubah ubah dan selalu marah hanya karena masalah spele.
"Lihat saja kau nanti" Ucap Zein masih mengepalkan tangan
Shooting dan pemotretan sudah selesai.
"Mau makan siang bersama?" seru Zil
"Bukannya kamu ada shooting lagi di stasiun televisi lain" ucap Key
"Itu gampang bisa diatur. Kamu mau kan makan siang bareng aku?" tanya Zein sembari membujuk Key
"Iya aku mau. Tapi jangan lama lama ya. Jam makan siang aku cuma sebentar. Soalnya masih banyak tugas yang harus aku selesaikan. Sahut Key
Key hanya senyum tersipu mendengar perkataan Zil.
Zil pergi ke suatu cafe yang tidak jauh dari kantor Key. dan cafe itu sangat dekat dari Witama group.
"Nona cantik anda ingin makan apa?" tanya Zil sambil menggoda Key
"Jangan panggil aku dengan sebutan seperti itu Zil, Panggil aku Key. Nama ku Key." Jelas Key
"siap Barbie cantik" goda Zil lagi
"Terserah kamu deh!" imbuh Key
"Bie, kamu ingin makan apa?" tanya Zil
"Aku terserah kamu saja" ucap Key
"Steik daging 2 dan lemontea 2 ya" ucap Zil kepada pelayan yang ada disamping meja mereka.
Zil terus menggoda Key, ternyata Zein daritadi sudah duduk dibelakang mereka dari sebelum mereka datang ke cafe ini. Zein sering makan siang di cafe ini. Karena cafe ini dekat dari kantornya. Suasana cafe juga terlihat elegan, makanannya juga sangat enak, dan yang pastinya cafe kalangan atas. Sehingga cafe ini termasuk salah saru cafe terfavorit dikota ini.
"Kenapa pasangan dibelakangku ini Lebay sekali! batin Zein
Zein tak menyadari, jika pasangan yang disebuatnya itu ialah Key dan Zilky kakak kandungnya.
"Zil, aku ketoilet sebentar ya ucap Key
"Jangan lama lama ya Bie" sahut Zil
Key berjalan menuju toilet dan melewati bangku Zein. Namun Key tak melihat jika pria yang duduk di bangku belakangnya itu ialah Zein
"Parfum ini, sepertinya aku pernah mencium bau parfum ini. Siapa wanita itu?" lirih Zein
Key keluar dari toilet kembali ke mejanya. Key terkejut, tangannya ditarik oleh seorang pria tinggi dan wajahnya begitu tampan.
"Ada apa kau kesini? membuntutiku?" tanya Zein
"Sepede itukah dirimu? Apa kau pikir aku tidak punya kerjaan sehingga aku mengekorimu" Bantah Key dengan kesal
"Lepaskan tangan wanita itu" ucap Zil seraya membentak
Zein kaget melihat seorang pria yang membentaknya itu. Tak lain ialah kakaknya. Zein melepas tangan Key.
"Ternyata dia kesini bersama Zil" batin Zein.
"Hai wanita murahan. Sudah berapa pria yang kau goda?" Ujar Zein dengan kasar
"Kau memang klien kerjaku, bukan berarti seenaknya kau bisa menghinaku. Terimakasih atas perlakuan anda yang luar biasa hari ini tuan. sahut Key sambil meneteskan air matanya pergi meninggalkan kedua pria itu.
"Kasar sekali ucapanmu dengan wanitaku! dasar pengecut. Kali ini aku akan membebaskanmu. Tapi tidak untuk besok" Zil marah dengan adiknya. Memang dari kecil mereka tak pernah akrab. Saat Zein pacaran dengan Kareen, Zil sudah berteman dengan Kareen sejak lama. Namun Kareen lebih memilih Zein. Sehingga sampai sekarang Zil tetap mencap Zein selalu merebut apa yang ia miliki.
Zilk lari mengejar Key dan menemukan Key tepat di parkiran.
Zil langsung memeluk Key meletakkan kepala Key di pundaknya. ia melihat Key menangis.
"Zil, apakah derajatku serendah itu? sehingga dengan mudahnya Pria angkuh itu menghinaku!" lirih Key menangis tersedu sedu
"Key, kamu wanita baik yang pernah aku temukan. Tidak pernah sekalipun aku melihatmu menggodaku. Lain halnya dengan wanita wanita yang ku lihat selama ini. Kamu sangat berbeda Key. Kamu bagaikan Bunga yang tumbuh dijurang yang curam. Indah, namun sulita untuk ku gapai" Zil mencoba menenangkan Key yang menangis hingga tersedu.
Key terus menangis di pundak Zil tanpa memperdulikan sekitarnya.
"Key kita masuk ke mobil ya. Kamu nggak malu, lagi nangis gini di liatin banyak orang?"
Key hanya mengangguk sembari berjalan masuk kedalam mobil dituntun oleh Zil.
Sementara di cafe, Zein hanya duduk terpaku.
"Astaga, apakah ucapanku terlalu kasar, sehingga membuatnya sangat menderita? Apa yang aku lakukan?" gumam Zein seraya menghembus nafas panjang.