Perfect Love My Boss

Perfect Love My Boss
BAB 4



di Loyalty resto terlihat sepasang wanita dan pria telah duduk di ruangan VIP. Lebih tepatnya ruangan khusus, yang disediakan untuk tamu kelas atas.


"Selamat siang Tuan Zein Alvaro, ini menu spesial restoran kami. Silahkan dipilih menunya" Ucap pramusaji Loyaltu Rasto


"Hidangkan menu terbaik yang ada di Resto ini" pungkas Zein dengan gaya maskulinnya.


"Baik tuan" ujar sang pramusaji sambil merendahkan bahunya


Loyalty Resto ialah restoran termegah, terbagus, dan termahal pastinya. Resto ala korean seafood. Semua menu sajiannya sangat Lezat. Itulah kenapa Zein memilih Loyalty resto. Karena resto ini tidak akan mungkin mengecewakan kliennya.


Kane dan Key sudah sampai di Loyalty resto. Kane langsung menuju keruangan VIP khusus, diikuti Key dibelakangnya. Kane sudah melihat Zein dari kejauhan bersama sekretarisnya.


"Selamat siang Pak Zein" sapa Kane yang baru datang menjabat tangan Zein.


"Siang kembali Pak Kane" Zein membalas sapa Kane sembari menjabat tangannya.


Seketika Zein kaget dengan wanita yang ada di samping Kane. Sontak, mata Zein langsung melotot ke arah wanita itu. yang tak lain ialah Key.


Sebaliknya dengan Key, ia menunduk malu, lututnya gemetar bak melihat singa yang akan menerkamnya. Key terkejut dengan pria yang ada dihadapannya. Ternyata dia seorang Ceo di Witama Group. Pantas Key merasa tak asing lagi ketika melihatnya diRumah sakit waktu itu.


"Astaga, mimpi apa aku bertemu dengan lelaki gila itu lagi" lirih Key dalam hati sambil menggigit ujung bibirnya seperti ketakutan.


"Hai nona! Senang bertemu dengan anda kembali" Sapa Zein dengan menjabat tangan Key dan meremasnya kuat.


"Aw,,, Key melirih sakit.


"Ada apa nona, ada yang bisa saya bantu?" ucap Zein seakan tidak bersalah dengan apa yang dilakukan terhadap Key.


"Hm, tidak ada apa apa pak" jawab Key dengan nada kesal. dan menjulingkan kedua matanya.


"Kamu kenapa Key?" ujar Kane sedikit khawatir mendengar keluhan Key.


"I'm okey Pak. Saya izin ke toilet sebentar ya pak" sembari membawa tasnya dan memakaikan kelengannya.


Key berjalan ke toilet sambil memegangi tangan nya yang diremas kuat oleh Zein.


"Dasar pria gila itu. Berani beraninya dia meremas tanganku didepan bos ku. Aduhh sakit sekali" Key mengomel sendiri di depan cermin westafel.


"Apa dia memiliki dendam terhadapku? tidak, tidak, aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun terhadapnya. Bagaimana mungkin ia memiliki dendam terhadapku?" Key terus menyeloteh sambil menunjuk nunjuk dahinya.


"Key, ini hari pertamamu menjadi sekertaris Diamond grup. Kamu tidak boleh mengecewakan Pak Kane. Kamu harus profesional Key" imbuhnya pada diri sendiri. dan terus menunjuk nunjuk kearah kaca yang ada dihadapannya.


"Siapa wanita yang ada disamping Ceo Diamond grup itu? bukannya sekretarisnya Bu Desi." gumam Rihana dalam hati dan terus menebak nebak.


"Kenapa Pak Zein begitu kesal melihat wanita itu. Apa mereka pernah bertemu sebelumnya. Ah entahlah, aku tak paham tentang kepribadian dari Pak Zein." lirih rihana


Setelah semua selesai menyantap hidangan yang ada dihadapannya masing-masing. Mereka mulai mempresentasikan proyek yang akan dibahas. Mereka mempresentasikan hasil proposalnya masing masing. Terutama Key, dia tampak begitu antusias dengan penyampaiannya. Key tidak ingin mengecewakan Kane di hari pertamanya. Key ingin proyek dan tender ini jatuh ke perusahaannya. dengan meyakinkan pemilik proyek agar ingin bekerjasama dengan perusahaannya.


disisi lain, Zein hanya memandangi Key dan terus menatapnya secara dalam.


"Ternyata, cantik juga wanita ini. Pertama kali aku melihatnya tidak seperti ini. Apa-apan ini, dia wanita yang telah menginjak harga dirimu Zein" benak Zein sembari menggelengkan kepalanya. dan memijat kecil keningnya.


Setelah Kane dan Key selesai mempresentasikan hasil kinerjanya, perlahan demi perlahan mereka meyakinkan Witama group untuk bekerjasama dengan perusahaannya.


"Baiklah, saya sudah mempertimbangkan hasil laporannya" ucap Zein dengan tegas


"Saya akan bersedia bekerjasama dengan perusahaan anda. Tapi ada syaratnya" ujar Zein


"Apa syaratnya pak?" dengan nada lembut Key penuh keanggunan


"Syaratnya, Mr Kane bilang kepada sekretaris anda. Dia harus bisa lebih meyakinkan saya akan kerjasama proyek ini. secara face to face" ucap Zein arogant dengan gaya maskulinnya


"Baiklah Pak Zein" ungkap Kane seraya menyetujui saran dari Ceo angkuh itu


"Hah, Ini bukanlah seorang Ceo Zein yang aku kenal. Dia tak pernah merespon satu wanita pun selama ini. Bahkan dia selalu acuh dengan wanita selain ibunya Nyonya Witama gumam Rihana.


Sedari tadi Hana hanya mengikuti arahan dari atasannya. Tidak menggubris hal apapun. Tidak memberikan komentar apapun terkecuali Zein menyuruhnya untuk berasumsi mengeluarkan pendapat. Biasanya, ketika ada rapat penting Zein selalu mengandalkannya untuk berasumsi. Tapi tidak untuk kali ini. Bahkan Zein lah yang banyak berbicara untuk tender ini. Hana kaget melihat perlakuan bosnya yang tidak biasa itu.


Zein terus memandangi Key, tanpa sadar Zein tersenyum sendiri melihat wanita cantik dan anggun itu. Wajah wanita itu imut, senyuman seakan mengundang semua orang untuk menatapnya.


Setelah Kane dan Key berdiskusi atas usulan Zein. Akhirnya Key pun menyetujuinya. Karena Key tidak ingin mengecewakan Pak Kane. Bos nya yang sangat baik itu.


Akhirnya Zein dan Key melakukan face to face dan tentunya berbeda kursi dari Kane dan Rihana.


"Haah, beraninya kau kabur dariku setelah menipuku?" Tanya Zein penuh dengan amarah


"Siapa yang menipunmu tuan Zein yang terhormat!" jawab Key tegas


"Setelah kau pura pura tertabrak olehku, Lalu kau seenaknya pergi begitu saja. Jangan harap nona" tegas Zein menggenggam kuat tangan Key


"Aw sakit! lirih Key merasakan sakit pada genggaman tangannya.


"Apa yang kau inginkan dariku tuan Zein? aku tidak pernah berniat menipu siapapun. Lepaskan tanganku, sakit" Key mengadu kesakitan


"Aku akan melepasmu Nona, tapi tak mudah begitu saja untuk kau bisa pergi dariku" dengan tatapan sinis penuh murka


"Baiklah, apa yang harus aku lakukan untuk memperbaiki kesalahan saya tuan? Tapi ku mohon, lepaskan genggamanmu!" Key memohon dengan raut wajah penuh iba.


Zein melepaskan genggaman tangan Key. Tangan Key berbekas memerah. Key merintih sakit.


"Astaga, pria ini gila ya kenapa dia begitu kasar kepada wanita. dia terlahir dari wanita, kenapa tak menghargai wanita sedikitpun." benak Key


"Setelah pekerjaanmu selesai, Aku akan menjemputmu" tegas Zein


"Kenapa kau harus menjemputku, aku bisa pulang sendiri. Tanpa harus kau jemput" ucap Key dengan penuh kekesalan.


"Oh, ternyata kau tidak menginginkan tender ini. Baiklah aku akan mengatakan kepada atasanmu" Ancam Zein dengan ketusnya


"Ok ok! anda boleh menjemputku. Tapi anda akan menerima tawaran kerjasama ini kan?"


"Semua tergantung perlakuanmu terhadapku" tegas Zein dengan gaya maskulinnya melipatkan tangan


"Aku akan menuruti semua keinginanmu tuan Zein Alvaro" sangat terpaksa Key menyetujui semua perintah yang dilontarkan Zein olehnya.


"Bagus jika kau setuju dan menuruti semua keinginanku. Jika suatu saat kau menolak perintahku. Dengan gampangnya aku akan membatalkan kontrak kerjasama ini. Paham nona?"


Key hanya mengangguk terpaksa tidak membantah sepatah katapun.


Akhirnya keputusan dari meeting ini, Kane bisa bekerjasama dengan Witama group.