
Perpect Love my Bos
Kafendra Key Billqueen
Andreas Zein Alvaro
Prolog
Pagi yang cerah, Matahari memancarkan silaunya. Terlihat gadis cantik berwajah imut dengan tubuh idealnya yang diinginkan para gadis lain. dan tidak luput dari kacamata bulatnya yang selalu dipakai kemanapun. Dia lari tergopoh gopoh dari halte bus menuju kantornya. dia lari menuju zebracross tanpa ia sadari lampu jalan penyebrangan sudah menyalakan warna merah. Dengan cepatnya sebuah mobil yang telah melesat menabrak tubuhnya.
"Bruk"
Penglihatan Key buram kacamatanya sudah terhempas entah kemana, pandangan disekelilingnya terlihat samar dan sepertinya ia dikerumuni khalayak ramai. Ada seorang pria yang tengah memboyong tubuhnya.
"Nona,,,, wake up!!"
Namun setelahnya Key pingsan tanpa sadar siapa yang memapah tubuhnya. Pria tampan dengan tubuh yang sangat atletis itu langsung menggendong ke mobilnya dan membawanya ke Rumah sakit.
Sesampainya di Rumah sakit pria tampan itu hanya berbolak balik, mondar mandir menunggu Key bangun. Tapi, Key belum bangun dari pingsan hingga menjelang siag.
"Tliliiitt,,,, tlililittt,,,,,," hp pria tampan itu berbunyi.
"Halo tuan Zein, Meeting akan dimulai setengah jam lagi." Nyonya Rihana. yang sudah bekerja 2 tahun lamanya sebagai sekretaris Zein. Selama Zein diangkat diperusahaan belum ada satupun sekretaris yang betah bersamanya. Sebab keangkuhannya, kata katanya yang sangat kasar. Hanya sedikit kesalahan, mampu membuat pegawai angkat kaki dari kantornya.
"Hendel meeting, kalau urusanku sudah selesai aku segera ke kantor" dengan ketus pria itu menjawab.
Pria tampan, engan tubuh atletis, senyum manisnya yang membuat para wanita jatuh hati padanya. Namun, belum ada satu wanita pun yang mampu membuatnya jatuh hati. dialah Andreas Zein Alvaro seorang anak bungsu dari pemilik Witama Group. Siapa yang tidak mengenal Zein, hampir satu negeri ini mengenalnya. Sebab dialah pemegang saham terbesar diantara seluruh perusahaan tertinggi. Zein memiliki seorang kakak laki-laki, sejak kecil mereka berpisah. dia bersekolah di LN sedangkan kakaknya tinggal bersama keluarganya. Namun, kakaknya tidak meminati dunia Perbisnisan. kakaknya lebih meminati dunia Enterteint. Sehingga Direktur utama mewariskan Perusahaan kepada Zein.
*******
Key mulai menggerakkan jarinya, ia mulai tersadar dari pingsan.
"Aku dimana ?"
Key bingung menatapi langit langit, dinding, dan kasur yang ia tiduri. Pikirannya linglung kepalanya sedikit pusing. dan ia melihat perban kecil yang ada di sikunya. ia langsung tersadar kalau tadi ia mengalami kecelakaan.
"Ini aku berikan cek, tulis saja berapa maumu jangan mencariku" Zein memberikan cek kepada Key.
Key hanya mengernyitkan dahi. Key masih bingung usai kejadian tadi.
"Aku tidak membutuhkan uangmu, aku ingin kembali ka kantor" Lirih Key sambil melempar cek ke hadapan Zein.
"Wanita mana yang tidak membutuhkan uang? Kau pura pura tertabrak hanya untuk memerasku kan nona !!!! Apalagi yang tidak kau butuhkan selain uangku ? "
Zein kesal dengan bantahan Key. Baru kali ini ada wanita yang membantahnya. Belum ada satu wanitapun yang berani membantahnya.
"Kau ambil saja uangmu! Kau berikan kepada yang lebih membutuhkan, Tuan muda angkuh." Tegas Key Sambil memiringkan bibirnya.
"Beraninya kau mee....
"Kamu sudah siuman nona, baguslah. Hanya ada luka ringan di siku dan lutut. Tidak ada luka parah atau membahayakan ditubuhmu."
Tegas dokter memberikan diagnosa kepada Key.
"Terimakasih Dokter" sembari menganggukkan kepalanya.
"Thanks ya Ka, kamu udah bantuin" Zein memberi pujian kepada Dokter Arka. Dokter Arka ialah dokter pribadi keluarganya. Jadi setiap ada incident apapun tentang kesehatan dikeluarganya, Dokter Arkalah sebagai penanggung jawabnya.
"Udah tugas aku Zein untuk selalu membantumu. Nanti kalau ada apa apa langsung panggil aku aja ya?" Sembari tersenyum kecil menepuk bahu Zein.
Setelah Dokter Arka keluar dari ruangan, Zein ingin melanjutkan amarahnya kepada Key yang terpotong karna masuknya Arka. Ketika Zein ingin melanjutkan amarahnya ponsel Zein berbunyi.
"Harggghhhhhh!! Awas kau, tunggu disini dan jangan kemana mana"
Zein mengendus sangat kesal.
Tertera di layar ponselnya Dirut Utama.
Di sisi lain Key mulai mengambil alih untuk kabur dari Zein. Key mencari katamanya, ia mulai meraba raba isi tasnya dan akhirnya ia menemukan kacamata. Tanpa berpikir panjang Key memakai tasnya lalu keluar dari ruangannya.
"Halo Zein, kamu dimana? Kenapa tidak hadir dalam rapat? Ceo Diamond Grup sudah menunggumu sejak tadi" Tanpa memberi kesempatan untuk Zein menjawab, Dirut Witama Zilkyzein langsung mematikan ponselnya.
"Semua ini gara gara wanita itu, awas kau!!!" Zein kesal sambil menggeretakkan giginya.
Ketika Zein masuk keruangan Key, ia melihat ke sekeliling ruangan, ia juga memeriksa kamar mandi ternyata semuanya kosong. Wanita itu tidak ada di dalam ruangannya.
"Ternyata wanita itu sudah berani kabur dariku" sembari mengendus nafas panjang dengan kesalnya.
sontak Zein langsung menelpon Dokter Arka.
"Ka, keruangan Lexus sekarang!"
Dokter Arka berlari kecil ketika mendengar ucapan Zein seperti orang yang akan marah.
Sampai diruangan Lexus Dokter Arka menanyakan hal yang membuatnya penasaran.
"Ada apa Zein? Ada yang bisa aku bantu"
"Wanita itu kabur Ka"
"Wanita yang kamu tabrak tadi?"
Zein mengangguk.
"Dia sedang ingin bermain main denganku ternyata"
"Sudahlah Zein, mungkin dia sedang ada keperluan mendadak. Hingga tidak sempat mengabarimu" Dokter Arka sambil menepuk bahu Zein.
"Terimakasih atas bantuanmu Ka. Aku akan langsung balik ke kantor"
"Oke Zein. Hati hati ya!"