Perfect Love My Boss

Perfect Love My Boss
BAB 24



Ketika berada diluar cafe seorang pria memberikan tissue kepada Key


"Kamu butuh ini kan?" Zein menyodorkan tissu kepada Key


"Makasih" Sambil menangis Key mengambil tissue itu


"dimana harga dirimu, sampai milik sahabat mu pun kau rebut." ucap Zein


"Jaga mulutmu, Kau tak tau apa apa. Mengapa ikut campur?" teriak Key lalu berlari meninggalkan Zein


Key berjalan kaki menuju kantor nya. Air matanya terus berlinang tak kunjung berhenti. Sesampainya dikantor ia langsung menuju toilet untuk membersihkan wajahnya. Matanya begitu sembab. Saat Key kembali ke cubicle, semua mata tertuju kepadanya.


"Gak nyangka ya, milik sahabatnya pun di embat juga" ucap salah satu pegawai


"Kelihatan nya aja polos eh gak taunya lebih lebih dari Pelakor" gunjing Mira pegawai DG


"Huh, dasar murahan!" Ujar Diana


Key tak menggubris semua perkataan mereka. Key hanya menatap layar monitor komputer nya. Kakinya terasa sangat sakit, perlahan ia membuka sepatunya. Ternyata kakinya sudah berdarah karena berjalan dengan jarak tempuh yang begitu jauh.


"Astaga ujian apa ini?" batin Key


Key mengambil ponselnya, ia memberi kan pesan kepada Zil


To: Zil


"Aku bersedia datang ke undangan ibumu Zil."


Tak lupa pula ia mengirim pesan untuk Zein


To: Bos angkuh


"Aku izin cuti, aku sedang tidak enak badan"


Zil membuka ponselnya pesan masuk dari Key.


"Astaga, aku tidak bisa melihat nya hari ini" sahut Zein saat membaca pesan masuk dari Key


"Tak apa, kau istirahat saja hingga pulih" balas Zein


Key yang membaca pesan itu tak menggubris nya sedikit pun. mood nya sedang sangat rusak pada siapapun kecuali Zil.


"Apakah dia tak menghiraukan pesanku? kesal Zein


"Ting" pesan masuk di ponsel Zil ia langsung membaca pesan itu.


Zil berteriak ke girangan.


"Hey why you?" ucap bencong yang sedang memake over wajah Zil


"nothing"


to: MyBie


"Nanti sore aku jemput ya setelah pulang kerja"


Gak terasa jam pulang kantor telah tiba. Zil sudah berada tepat di depan Diamond group. ia melihat Key sudah keluar dari gedung kantor nya. Zil keluar dari mobilnya. Semua orang heran melihat siapa yang keluar dari mobil.


"Oppa Zil!" teriak para pegawai


"oppa selfie dong!"


"Maaf, aku sedang buru buru" ujar Zil


sontak saja lobi kantor begitu ramai dipenuhi kaum hawa. Key kaget melihat keramaian yang ada dihadapannya.


"ada apa, ini? kenapa begitu ramai?" batin Key


"oh pantas saja. ternyata ada oppa oppa disini."


Zil langsung menarik tangan Key menuju mobil dan membuka kan pintu untuk Key


Pandangan sinis pegawai tertuju pada Key saat Zil memegang tangan wanita itu.


"Laku keras ternyata sijalang itu." ucap Mira


"Setelah bos jadi korban, sekarang oppa Zil juga di debutnya" Ica Diana


"beruntung sekali dia bisa naik ke ranjang oppa" Mira memasang wajah tak suka kepada Key


"Awas saja kau besok" ucap Diana


"Key kenapa raut wajah mereka berubah sinis begitu" tanya Zil


"udah ah ga usah di ambil pusing, biarin aja." jawab Key


"Kita mau kemana Zil?"


"ada deh! let's go"


"Ok deh aku ngikut aja" Key menyembunyikan kondisinya saat ini yang benar benar begitu rapuh.


ia terlihat seperti tidak ada masalah. padahal kondisinya saat ini begitu kacau


Zil melajukan mobilnya menuju butik terkenal.


"Ayo turun! kita sudah sampai" ajak Zil


"ini gedung apa Zil? kenapa besar sekali?" tanya Key


"Ini butik temen aku Key. sudahlah nanti saja ya tanya tanya nya. sekarang kau masuk dulu" Ajak Zil


Key mengangguk mengikuti perintah Zil


"astaga bajunya mewah mewah sekali cantik lagi."


"Selamat Sore tuan dan nyonya ada yang bisa saya bantu? ucap salah satu pegawai butik


"Tolong Carikan baju terbaik untuk wanitaku malam ini" jawab Zil


"Key, masuklah ke ruang ganti aku akan menunggumu disini."


"Tapi apa ini tidak terlalu berlebihan? tanya Key


"Key aku ingin membuat sangat mempesona malam ini. mengikutlah!"


"hmmme" Key mengangguk pelan dan mengikuti pegawai masuk ke ruang ganti


disana Key memilih baju yang membuat nya begitu histeris


"Astaga kenapa baju disini sangat mahal? gumam Key


Key memilih baju paling murah, yang di bandrol harga 2 JT.


"hanya ini baju yang paling murah. Kenapa harganya begitu fantastis,? membuat jantungku sakit saat melihat nya."


"mbak, boleh kah saya bertanya?" tanya Key kepada pegawai


'iya silahkan tanya saja nona"


"Kenapa baju disini harganya sangat mahal mbak?"


"Karena baju disini berasal dari brand ternama nona. dan bajunya juga di desain oleh desainer terkenal" jawab pegawai


"oh begitu ya mbak. saya pilih yang ini aja deh!" ucap Key


Lalu Key diajak pegawai itu mengganti pakaiannya dan memakeover wajah nya.


taraaaa


Zil terkagum kagum melihat kecantikan Key yang begitu natural. Hanya di poles sedikit saja wajahnya tampak begitu cantik


"Kau cantik sekali Bie" Zil terpukau melihat aura yang terpancar dari Key


"Terimakasih" jawab Key


Zil menggandeng tangan Key menuju ke mobil.


".Silahkan masuk Barbie cantikku" ucap Zil


"Kamu berlebihan Zil" sahut Key


"Tapi bener Key, kamu bak bidadari turun dari kahyangan"


"Emang kamu udah pernah liat bidadari? tanya Key


"Udah"


"Beneran Zil, dimana?"


"Ni didepan aku"


"Ya ampun Zil, aku kira beneran"


"Kamu polos banget sih Key. Aku itu sedang terpesona melihat kecantikanmu"


"Bagi aku biasa aja tu. Banyak yang lebih cantik dari aku Zil. Apalagi artis artis pasangan main kamu tu. Pada glowing banget kulit nya"


"Key aura yang kamu miliki dari mereka itu berbeda. Mereka itu cantik yang sudah dipermak. Kamu itu cantik yang begitu natural"


"Makasih ya Zil, lagi lagi kau menggombal ku"


"Astaga Key, begitu panjang penjelasan ku kau mengatakan bahwa aku sedang menggombalimu? tanya Zein


"Iya, aku yakin itu hanya gombalan mu saja. Kau kan sudah mahir memperagakan nya. Seperti kau berlaku akting seperti biasanya kan?" jawab Key


Zil memegang tangan Key, dan mencium punggung tangan Key


"Key, aku tidak sedang berakting atau bahkan menggombal padamu. Aku mengatakan nya tulus dari apa yang kulihat."


"Maaf ya aku telah menuduhmu berakting"


"tak apa Key. Kita sudah hampir sampai pakai lah ini" Zil memberikan sebuah kotak kepada Key.


"Ini apa Zil?"


"Bukalah Key dan pakailah sekarang" sahut Zil


Ternyata isinya sebuah sepatu cantik yang berbentuk heels


"Kamu akan tampak sempurna memakai itu Key"


"Terimakasih ya Zil." namun Key tampak begitu ragu akan memakainya


"Kenapa tidak di pakai Bie. jelek ya? aku akan membeli kan yang baru untuk mu"


"ti tidak Zil, ini sangat bagus"


Seketika Zil Lang memberhentikan mobilnya. ia membuka pintu Key.


"Ada apa Zil, apa kita sudah sampai"


Zil terdiam, perlahan iya membuka pansus yang dipakai oleh Key


ternyata Kaki Key bersimpuh darah.


"Astaga Key, kenapa kau tidak mengatakannya padaku. Ada apa dengan kakimu? atau kita pulang saja?"


"Tidak Zil, aku yakin ibumu sudah menunggu aku tidak ingin mengecewakan nya."


"Key, kakimu terluka aku tak mungkin membiarkan nya."


Zil melajukan mobilnya kesebuah toko sepatu. berhubung toko sepatu tersebut tidak jauh letak nya dari lokasi saat Zil memberhentikan mobilnya


ia membeli kan heels yang terbuka agar tida mengenai ujung tumit kaki Key