
Karen memesan taksi online menuju kerumah Zein. Sesampainya di rumah Zein, Karen menekan password rumah Zein.
"Password nya apa ya? Apa masih tanggal lahir ku?"
Karen menekan tanggal lahirnya alhasil pintu rumah Zein terbuka. Ternyata ia belum move on dari ku.
Karen menelusuri ruangan demi ruangan. Pertama kali ia memasuki kamar Zein. ia melihat semua benda di sana. Namun tidak ada satupun benda peninggalan nya.
"Waktu masih pacaran, sepertinya aku banyak memberikan nya hadiah. Kemana semua hadiah itu? Apa secepat itu dia melupakan ku? Ternyata dia juga masih Serapi dulu." ucap Karen sambil memegangi seluruh benda yang ada di kamar Zein
Zein selesai pada acara rapatnya siang itu, Zein langsung menuju loyalty cafe saat di loyalty cafe Zein tak melihat Karen di sana.
tanpa basa-basi Zain langsung mengemudikan mobilnya menuju ke arah rumahnya. Karena ia sudah yakin sekali sudah pasti Karen menuju ke rumahnya.
ketika Zen sampai di rumahnya ia mencari ke seluruh sudut ruangan namun ia tak menemukan sosok Karen. tapi ia belum memasuki satu ruangan ya itu kamarnya sendiri. Alangkah kagetnya saat Zein memasuki kamarnya iya mendapati Karen sudah tertidur pulas dengan piyama seksi. Karen tidak menyadari bahwasanya Zein sudah sampai di rumah.. melihat keadaan Karen seperti itu, Zein langsung menutupi seluruh tubuh Karen dengan selimut. Setelahnya Zein pergi ke sebuah hotel yakni hotel milik keluarga witama. Zein memesan satu kamar untuk dirinya sudah pastinya nya kamar termewah atau lebih tepatnya VVIP
"aku pesan satu kamar untukku" ucap Zein
"baik tuan Zein. kami akan memberikan fasilitas terbaik untuk anda " ucap salah satu Resepsionis
"ini kartu kamar Anda tuan."
Zein mengambil kartu tersebut dan langsung menuju kamar yang telah disediakan oleh resepsionis
"Astaga lelah sekali aku hari ini. "ucap biben sembari mengelus tengkuknya dan memijat-mijat kecil
Saat Zein tengah terlelap ponselnya berbunyi
"Zein kamu dimana kenapa jam segini belum pulang juga? dari tadi aku sudah menunggu di rumahmu. "ucap Karen
"maaf Kar, ada meeting mendadak di luar kota. maaf kalau aku tidak mengabarimu "ucap Zein
"ya ampun kenapa kamu nggak bilang sih Zein bosen tau nggak nunggu kamu dari tadi." ujar Karen
"udah ya Kar, capek banget Aku hari ini" pamit Zein
Zein langsung menutup ponselnya dan menonaktifkan ponselnya sepertinya ia tidak ingin diganggu oleh Karen.
keesokan hari
key kembali kerja di diamond group iya mengerjakan pekerjaan seperti biasanya. setelah sore hari sepulang kerja ia kembali pergi ke kediaman Zein.
Key membuka password pintu rumah Zein. alangkah kagetnya iya melihat sosok wanita cantik yang begitu seksi berada di rumah Zein
"siapa kamu? ada apa kamu masuk ke rumah Zein? "tanya Karen
"sa saya hanya pembantu di rumah ini. "jawab key
"pembantu? kenapa pembantu datangnya jam segini? seharusnya pembantu itu datang pagi hari." ujar Karen
"maaf nyonya tuan Zein yang menyuruh saya kerja sore hari setelah saya pulang kerja." jelas Key
"sejak kapan Zein mencari seorang pembantu seperti ini?" Karen mengangkat separuh alisnya seperti meledek gaya key
"maaf nyonya saya harus bekerja saya ke belakang dulu" ujar Key
"eh iya jangan lupa itu ada baju kotorku di kamar Zein. di cuci yang bersih ya itu baju mahal tahu.! Ketus Karen
Key hanya mengangguk pasrah. key masuk ke kamar Zein mengutip pakaian-pakaian Karen
"Astaga siapa wanita itu? kenapa iya memakai baju seperti ini di rumah Zein? apakah dia istri Zein? atau dia cuma pacar?" Key mengutip pakaian lingerie yang berserakan di samping kasur Zein
Key pergi menuju dapur membuatkan makan malam untuk Zein dan Karen lalu menyuci semua pakaian Karen
di kantor Zein tengah asik mengecek semua laporan para pegawai tanpa sadar jam sudah menunjukkan pukul 6 sore
"Astaga Key! pasti dia sudah bertemu dengan Karen" Gumam Zein sambil menepuk dahinya.
Zein mengambil ponsel dari saku celana nya Lalu mencari kontak Karen.
"Halo Kar, temui aku di Loyalty sekarang" ucap Zein
"Iya sayang aku kesana sekarang. Udah kangen banget ya sama "
Belum selesai Karen mengucapkan kata katanya Zein langsung menutup telepon
"Kebiasaan deh !" ucap Karen
"sayang, tumben tumbennya kamu sewa ART?."
"pasti yang dimaksud nya Key. Untung lah wanita itu tidak membuat keributan."
"Akhir akhir ini aku sibuk, jadi harus cari ART." ujar Zein
"Aku bersedia kok jadi istri kamu. Jadi kamu gak perlu sewa ART lagi." ucap Karen dengan rayuan nya
"Bukannya kita sudah gak ada hubungan lagi. Ada apa kau mencari ku? Kau membutuhkan kan ini?" Zein melempar kartu platinum ke atas meja
"Ya ampun sayang, waktu itu aku hanya bercanda. Aku kalut karena aku gak bisa jauh dari kamu. Tapi kalau kamu memaksa memberikan nya gak apa juga sih" Karen mengambil kartu Platinum tersebut
"tanpa harus memberikan tubuhku. Ternyata kartu ini sampai juga di tanganku. HM baguslah! aku tak perlu bekerja keras untuk itu."
"Lalu kenapa nomormu gak bisa dihubungi?"
"Kamu kan tau aku sibuk sekali sayang. Jadwal aku itu padat, jangankan pegang hp. Untuk makan pun aku gak sempat"
"Oh gitu. Aku akan balik rumahku. Kau pulang lah ke apartemen mu." ucap Zein langsung beranjak keluar meninggalkan Karen
Padahal Zein sudah mengetahui segalanya tentang Karen selama ia berada di LA. Zein sudah menyewa mata mata di sana. Namun tetap saja Karen berkilah darinya.
"Sayang, kamu kok ninggalin aku sih? Aku mau ikut kerumah kamu saja."
"Aku sibuk sedang banyak kerjaan. Apa kau sanggup untuk menunggu ku?" ucap Zein
"Apapun itu, aku akan selalu disisimu" ujar Karen dengan menggoda Zein
Karen terus mengikuti Zein, sampai di kediaman Zein. Karen terus menggandeng tangan Zein tak kunjung lepas.
Key mendengar pintu rumah terbuka. dia sudah tanda, jam segini yang memasuki rumah ialah Zein. Namun siapa sangka, Zein tidak sendiri. ia bersama dengan wanita yang dilihatnya tadi. Wanita itu terus terusan menggandeng tangan Zein.
"Alay sekali" Key mengucap pelan
"Apa kau bilang?" tanya Zein
"Romantis sekali ya pak" ucap Key sambil cengengesan remeh
"hm" Zein hanya mendehem
"Apa kau sudah selesai memasak?" tanya Zein
"sudah pak"
"Bukannya tadi kau sudah makan sayang?" Tanya Karen
"Aku belum kenyang" balas Zein
"Ya sudah sini aku suapin ya." Rayu Karen
"Tidak perlu. Aku bisa makan sendiri" ucap Zein
Di dapur Key tertawa cengengesan melihat Karen yang dicuekin dengan Zein.
"rasain, makan tu es batu. ngilu kan?" Key Tertawa kecil
Karen tak putus asa. dia selalu menggoda Zein. Walaupun Zein tetap saja acuh kepadanya.
"Astaga pelan pelan saat makan berantakan sekali" ucap Karen sambil mengusap pinggir bibir Zein yang terkena sisa makanan.
Key melihat adegan itu
"deg deg" .
"astaga ada apa dengan jantungku. Kenapa terasa sesak." batin Key
"Sayang, malam ini aku beristirahat di rumah mu ya? ujar Karen
"Aku akan berganti baju ya sayang"
Mendengar perkataan Karen saat itu. Perasaan Key begitu tak karuan. Hatinya seperti tersayat.
Key berjalan menuju pintu keluar. Tanpa berpamitan ia langsung pulang.