
Sore itu senja sudah memancarkan sinarnya. Tepat pukul 18.00 saatnya seisi kantor beranjak pulang.
"Selamat ya Key! Gimana kalau kita rayain ini. Ngafe bareng karyawan lain." seru Mia sembari menjabat tangan Key.
"Terimakasih ya Mi. Tapi aku nggak bisa hari ini, ada sesuatu yang harus aku deadline." Key seraya bergumam "Sebanarnya aku bisa Mi, tapi bos gila itu pasti akan terus menguntitku"
"tuuuutttt......." Ponsel Key berdering, tertera nomor tak dikenal dilayar ponselnya.
"Halloo"
"Aku sudah didepan kantormu. Jangan buatku menunggu" Ucap Zein dengan nada ancaman
Tanpa berkata apapun Key mematikan ponselnya. dan langsung beranjak pergi dari Mia. Key tak ingin Mia mengetahui kalau yang menjemputnya ialah bos sinting Ceo Witama group.
Tampak sebuah mobil mewah Ranjer over berada di depan kantornya.
"Apa mobilnya yang itu ya?" gumam Key bingung
Zein sadar akan kedatangan Key yang dekat dari mobilnya. Zein menurunkan kaca mobilnya. Menandakan bahwa Zein ada di mobil itu.
"Masuk" seru Zein
Key masuk dan duduk di bangku belakang kemudi.
"Hey nona, apa kamu pikir aku ini supirmu? Duduk di sebelahku" ucap Zein berintonasi tinggi
"Ya tuan Zein Alvaro" umpat Key sambil memanyunkan bibir
Key berpindah duduk di sebelah Zein.
"Kita akan pergi kemana?" tanya Key
Namun tak ada jawaban yang terdengar dari mulut Zein.
"Hey, apakah aku sedang berbicara dengan patung?" tanya Key lagi
Zein tak menggubris pertanyaan Key sedari tadi. dia hanya menambah kecepatan mobilnya.
Key ketakutan melihat Zein mengemudikan mobilnya bak pembalap handal, jantungnya berdebar kencang Key hanya dapat memejamkan mata sambil berpegang erat pada sabuk pengamannya. Tak terasa air mata Key jatuh dan terus mengalir. Seketika Zein memandang Key yang terus berderai air mata.
"Kamu kenapa? kenapa kamu menangis?" tanya Zein sambil menurunkan kecepatan mobilnya.
"turunkan aku disini!" seru Key
"Tidak"
"Atau aku akan lompat!" Ancam Key sambil memegang pembuka pintu mobil
"fine, aku akan merendahkan kecepatannya. Ikuti saja aku akan kemana. Sesuai perjanjian yang sudah kamu tandatangani. Akan mengikuti ku saat pulang kerja. Tidak usah banyak bertanya, aku pusing mendengar ocehanmu" ucap Zein tegas dangan sikap dinginnya
Key hanya mengangguk pelan membuang pandangannya ke arah jendela. Entah kenapa, melihat Key menangis membuat hati Zein lemah. Tidak pernah sedikitpun Zein peduli dengan perasaan wanita. Sudah banyak wanita menangis karenanya. Bahkan seluruh karyawan wanita di Perusahaannya sering menangis karna perlakuannya yang semena mena dibuatnya. Mulai dari laporan deadline yang waktunya singkat, laporan yang hanya salah 2 kata langsung dirobek robek. Zein tidak menerima kesalahan sedikitpun. Semua laporan yang di terimanya harus perfect tanpa kesalahan. Tapi beda untuk yang satu ini, melihat Key berderai air mata hatinya seperti tercambuk. Merasa bersalah membuat Key menangis.
Mereka sampai di kediaman Andreas Zein Alvaro, Rumah besar berbentuk modern. dengan Design Interior yang sangat mewah. Key hanya celingukan dengan apa yang dilihatnya.
"Ini rumah siapa? dia mau apa membawaku kerumahnya? astaga Key jangan berpikir macam macam." gumam Key sambil menepuk jidatnya.
Zein menekan pin rumahnya terlihat disamping tombol pin
Home Andreas Zein Alvaro
"Oh, ternyata ini rumah lelaki aneh ini" lirih Key pelan
"Tugasmu jadi pelayan dirumahku. Apa yang aku minta segera buatkan" Ujar Zein
Key hanya mengangguk tanpa menggubris ucapan Zein. dan langsung pergi ke dapur.
"Apa lelaki aneh itu dirumah sebesar ini sendirian? apa dia tidak punya pembantu? kenapa mesti aku yang jadi pembantu lelaki aneh itu? apa dia tak tau kerjaanku menumpuk. Bukan hanya mengurus dirinya" umpat Key kesal
"Aku bisa saja membatalkan kontrak kerjasama kita. Sesuai perjanjian kita, bagaimana pelayananmu denganku" Ucap Zein tersenyum sinis akan kemenangannya.
Sedikitpun Key tak merespon omongan Zein ia pergi meninggalkan Zein sendiri beralih menuju kulkas untuk memilih menu masakan malam ini.
Sementara Zein berpikir sejenak
"ada apa dengannya? kenapa sedari tadi dia tidak menjawabku. Bukannya dari tadi dia menyerocos tanpa aku bertanya" gumam Zein sambil meninggalkan dapur menuju kamarnya.
Key mulai menyelesaikan tugasnya satu satu. memasak, membersihkan ruang tamu, dan membersihkan dapur.
"Hufff, akhirnya tugasku selesai. capek banget" Key menghela nafas panjang sambil memijat pelan tengkuk lehernya.
"Sebelum lelaki aneh itu keluar dari kamarnya, aku harus cepat cepat keluar dari neraka ini" gumam Key sambil menulis secarik kertas.
"Aku pulang, tugasku telah selesai Bye!"
Zein keluar dari kamarnya, melihat kebaradaan Key yang dari tadi tidak ia temukan wujudnya. Zein mencari kesudut ruangan namun tetap tidak menemukan. Matanya tersorot pada secarik kertas yang ada di meja makan
"Aku pulang. tugasku telah selesai Bye!" tulisan dikertas itu.
Zein tersenyum kecil membaca isi kertas itu
"Dasar kelinci lucu, kadang cerewat, tiba tiba sudah menangis. Kamu mirip seperti sahabat kecilku yang entah kemana wujudnya. Hingga saat ini aku tak menemukan dirinya. ucap Zein sambil memegangi kertas berisi pesan Key
Zein melihat makanan yang sudah tersedia di meja makan. Ada Steik daging dan capcay. Key tidak tau apa yang disukai Zein dan yang tidak disukainya. Apakah Zein memiliki alergi atau tidak. Key hanya memasak bahan makanan yang ada di mesin pendingin makanan.
Kunyahan demi kunyahan Zein memakan makanan yang dimasak oleh Key.
"Enak juga masakannya. Tidak salah aku memilihnya sebagai pelayan" Zein tersenyum puas mengerjai Key
Sementara Key lupa kalau hpnya lowbat sehingga tidak bisa memesan taksi online. Sehingga ia hadus berjalan kaki mencari taksi. Namun tak ada satupun taksi yang lewat. Akhirnya Key memilih duduk menunggu bus di halte. Sudah 1 jam Key menunggu, belum ada juga bus yang menuju ke daerah rumahnya.
"Astaga, ini sudah jam 9 belum ada satupun bus yang menuju kerumahku" keluh Key
"Ini semua gara gara lelaki aneh itu. sialan!" Key kesal penuh dengan amarah.
Tiba tiba ada sebuah mobil lambo yang melesat melewati halte. Lalu mobil itu mundur perlahan. dan mobil itu berhenti tepat di hadapan Key. Seorang Pria tampan, berbadan tegap dengan pakaian Branded yang sangat elegan.
"Hai nona. kenapa larut malam sedingin ini anda masih berada di halte?" tanya lelaki berwajah tampan itu.
"Aku sedang menunggu bus. jawab Key
"Jam segini sudah tidak ada bus yang beroperasi lagi. Apakah anda bersedia saya antarkan pulang?" tegas lelaki itu
Key sedikit gelisah dengan pria yang tak dikenalnya itu. terlihat dari wajah Key yang nampak takut melihat lelaki itu.
"Maaf nona, saya tidak akan melukai anda. Masuklah ke mobil saya" Ujar Lelaki maco itu
Key hanya mengangguk pelan dan menyetujuinya. Lelaki paruh baya itu membukakan pintu untuk Key.
didalam mobil lelaki itu mengulurkan tangannya memperkenalkan diri kepada key