
FLASH BACK
PoV Seth Griffin
Bayangan hitam itu, membawa jiwaku kembali disampingnya ada cahaya putih yang saling bertengkar. Aku berada di ruang yang gelap dengan cahaya yang terus mencoba untuk menyala.
Siapa itu, sesuatu menariku dan membawaku.
Keluar dari tempat gelap ini membawaku pergi. Kegelapan dan cahaya itu mendekatiku yang sedang melihat mereka saling bertengkar. Saat mendekatiku kegelapan dan cahaya itu bergabung dengan tubuhku, "Bagaimana bisa." ucapku
Tidak ada siapa-siapa di sini, tetapi aku tetap mengucapkannya hanya ada kedua cahaya dan kegelapan itu. Tiba-tiba setelah mereka bergabung dengan tubuhku, kulihat cahaya merah menyala saat membuka mataku.
Seorang pria berambut hitam dengan tinggi 172 cm berada di sampingku.
Dalam benakku aku berpikir ini adalah neraka dan hanya sebuah mimpi saja. Pria itu terus melihatku, aku tidak sadar bangun di sebuah ruangan yang sangat besar dengan seorang pria, hampir semua warna di ruangan ini berwarna hitam dan merah.
"Griffin kau sudah bangun." ucap pria tersebut melihatku terbangun dari tempat tidur.
Aku meloncat menjauh melihat pria tersebut berbicara. Wajahnya tersenyum melihatku menjauhinya.
Bagaimana ini bisa terjadi, seharusnya aku mati di malam itu.
Seorang pria mengunakan jubah hitam dengan penutup wajah sekaligus pedang di tangan kanannya.
Sebilah pedang panjang menembus pundakku, sampai membuatku kehilangan kesadaran. Pria tersebut tersenyum ketika dia berhasil menyerangku dan membunuhku.
"Griffin." ucap pria tersebut.
Aku langsung sadar dari lamunanku, dalam kepalaku hanya bertanya-tanya siapa pria ini, mengapa aku berada di sini dan siapa bayangan-bayangan hitam yang menunggu di dekat pintu seperti seorang pelayan tetapi memakai jubah bayangan dan sebuah penutup mata berbentuk huruf V
Aku memberanikan diri untuk berbicara, "Kamu siapa? Ini ada di mana?" tanyaku.
Ketika pria tersebut berada di depan pandanganku tangan kanannya mengangkat.
Ahh aku lupa dia mengunakan jubah bayangan serta pakaian yang seperti pada gambaran dewa-dewa yang sering kulihat di museum.
Tangannya menempuk pundakku, ketika tepukannya membuatku gemeteran setengah mati.
"Kau sudah sehat, aku ayahmu." ucap pria tersebut.
Bagaimana bisa dia mengucapkan bahwa dia adalah ayahku sedangkan aku tidak tahu ayah dan ibuku, karena aku sudah tinggal di rumah panti asuhan. Orang yang mengadopsiku mengatakan aku ditemukan di luar dekat pintu ketika malam hari, jawaban itu aku ketahui karena aku bertanya siapa orang tuaku.
"Bukan ... bukan kau bukan ayahku!" teriakku membalas ucapannya.
Ketika aku selesai mengucapkannya tubuhku merasa sangat tertekan. Pria tersebut meletakkan tangannya dan memegang keningku dengan kedua jarinya yang seperti huruf V atau saat aku di duniaku yang disebut vis ketika seseorang akan berfoto.
Saat tangannya memegang keningku, tanpa disadari aku sedikit tenang dengan sendirinya. Ingatan-ingatan tiba-tiba muncul di kepalaku. Ketika ingatan terakhir muncul, aku tahu bahwa dia adalah ayahku.
"Seorang dewa kegelapan ini ayahku." ucapku dalam batin.
"Ya benar." ucap pria tersebut.
Bagaimana bisa dia tahu isi kepalaku, ah lupa dia adalah seorang dewa tentu saja dia dapat mengetahui apa yang kuucapkan meskipun itu dalam hati maupun hingga beradius mil-mil jauhnya.
***
[ Seth Griffin ]
Kekuatan belum diketahui ....