
" Ayo, Yuri ! "
" Kita lawan dengan serangan beruntun Asuna ! "
" Seni kegelapan kedua "
" Seni kegelapan pertama "
" Seni kegelapan ketiga "
" Senjata cahaya "
••••
" Seni Pemanah pertama Mode Lock "
" Seni Pemanah kedua rentetan panah "
" あなたは私を殺すことはできません
Anata wa watashi o korosu koto wa dekimasen. " ucap Handon.
Translate : Kalian tidak bisa membunuhku.
" 確かに私たちはあなたを殺すことはできませんが、私たちはあなたを排除します
Tashika ni watashitachi wa anata o korosu koto wa dekimasenga, watashitachi wa anata o haijo shimasu " ucap Asuna.
Translate : Memang kami tidak bisa membunuhmu, tapi kami akan melenyapkanmu
" Wah, Kalian bicara apa !? " teriak Yuri.
" Sudah mari Yuri ! " teriak Asuna yang mengangkat senjata pemanahnya.
" Katakan kalian sedang berbicara apa "
" Sudah ! nanti kau akan tahu, setelah kita mengalahkan iblis itu "
Serangan Asuna dan Yuri seperti membentuk kekuatan baru. Mereka menyerang, seperti orang yang bersatu sama lain.
Handon menghindari anak panah tetapi tidak bisa menghindari serangan Yuri.
Pertarungan mereka seperti seni yang tidak ternilai.
Serangan mereka seperti bergabung, tiba-tiba pagi datang ... !!!
Yuri merubah kekuatannya. Asuna melihat kekuatan Yuri, dan mempercayai perkataan Yuri ternyata benar.
Flashback
" *信頼と勇気の力から生まれる新しい力が生まれる
Shinrai to yūki no chikara kara umareru atarashī chikara ga umareru. "
Translate : Lahirlah kekuatan baru yang tercipta dari kekuatan kepercayaan dan keberanian.
Kekuatan ini terlahir karena adanya kepercayaan seorang manusia terhadap keturunan anak dewa.
Zaman dahulu sebelum adanya peradaban manusia yang seperti sekarang.
Zaman itu disebut, zaman awal.
Pada zaman itu ada anak manusia dan keturunan dewa yang membuat senjata baru dari kekuatan mereka, kekuatan tersebut lahir karena adanya ikatan kepercayaan dan keberanian mereka.
Nama senjata itu adalah Paradox. Karena kekuatan Yuri ada dua dan Asuna adalah panah.
Maka pengabungan kekuatan mereka di namakan paradox cahaya dan kegelapan.
Senjata mereka adalah panah gabungan dari kekuatan cahaya dan kegelapan Yuri.
* Peraturan pertama senjata ini, karena Yuri kemampuan dan kekuatannya ditentukan oleh waktu.
* Kekuatan mereka hanya bisa digunakan kembali dengan melakukan ikatan kembali.
Pedang cahaya. Yuri
Rank S
Senjata pemanah Asuna
Rank A
Pengabungan kekuatan mereka.
Paradox panah cahaya dan kegelapan
Rank S+
Senjata cahaya, pemberian Dema cahaya.
Rank S+
Akhir Flashback.
Tiba-tiba sebuah senjata muncul terbang di dekat mereka.
" Yuri ini kekuatanmu !? " ucap Asuna.
" Tidak, mungkin itu kekuatan kita berdua, tadi kita melakukan pengabungan kekuatan, dulu saya pernah di beritahu cerita ini oleh Rin. " ucap Yuri.
" Baik, Asuna gunakan senjata itu ! " teriak Asuna.
" Tidak semudah itu " ucap Handon yang mencoba merebut senjata tersebut.
" Cepat Asuna gunakan senjata itu, saya akan menghadangnya "
" Senjata ini adalah kekuatan kami berdua, apa aku bisa menggunakannya "
" Tapi aku harus bisa, untuk menang kita tidak perlu khawatir "
Saat Asuna memegang senjata tersebut. Tiba-tiba Asuna memakai baju pelindung.
" Asuna cepat kau serang ! "
" Pemanah kegelapan mode lock "
" Pemanah kegelapan rentetan panah "
" Seni kegelapan kedua "
Perisai kegelapan mode menyerap kekuatan.
Yuri sengaja menahan kekuatan Asuna untuk dijadikan kekuatan yang sangat besar dan kemudian akan dikembalikan ke Handon sang iblis tingkat empat
Perisai Yuri mulai berubah wujudnya. Area pelindungnya ada tanda panah.
" Drakness shot "
Tembakan kegelapan.
Serangan gabungan berupa panah dan perisai, dengan sayap kegelapan.
Semua area menjadi gelap. karena kekuatan pengabungan.
Kekuatan iblis tidak berguna lagi melawan serangan gabungan mereka
" Tembak " teriak Asuna dan Yuri.
Panah tersebut sangat cepat area di sekitarnya hancur sampai lima ratus meter. Tidak ada yang bisa melarikan dari kekuatan tersebut.
"Untung pulau ini tidak hancur," ucap Yuri mengusap keringat di keningnya.
"Sudah yang penting tidak ada lagi iblis di pulau ini." ucap Asuna.
"Benar juga."
"Sebenarnya Handon itu siapa? Mengapa kau sangat peduli kepadanya." tanya Yuri.
"Dia adalah orang yang mengakuiku, tetapi sudahlah saya sudah bersamamu ... Kau adalah tempatku pulang Yuri." ucap Asuna yang menangis ketika dia mengucapkannya.