
[ Seni Alam Pengendalian Pertama adalah kekuatan yang didapat dari penyerapan tulang roh jiwa naga alam. ]
Yuri menancapkan pedangnya dan seketika tanaman rambat Ivy muncul dan merambat mengarah manusia yang sedang dikendalikan. Saat tancapan dilakukan retakannnya seperti simbol naga alam. Tanaman itu terus merambat ke semua manusia yang dikendalikan seperti boneka tanpa terkecuali sekitarnya yang ikut terjerat tanaman rambat Ivy tersebut.
Yuri menyadari kekuatan ini sangat tepat digunakan karena dapat mengendalikan dan menyegel gerakan lawan. Bahkan bisa membuat lawan mati dengan memperat kekuatan eratannya. Meskipun hanya tanaman yang merambat tetapi memiliki keistimewaan yang tidak mudah untuk dihancurkan oleh kekuatan kecil sekali pun.
Tanaman ini memang terlihat kecil tetapi kekuatan yang ada di setiap jaringan tanaman sangat kuat. Yuri terlihat kewalahan setelah menggunakan 'Seni Teknik Pengendalian Alam' terlihat Yuri seperti memuntahkan darah, sepertinya Yuri sudah berlebihan menggunakan kekuatan yang besar dengan taruhan yang berbahaya. Waktu mengunakan kekuatannya cukup lama, hingga membuat Yuri merasakan kesakitan yang belum ia rasakan.
Iblis yang melihat mainannya sudah tidak bisa dikendalikan melarikan diri.
Di saat Yuri berlari menuju menara jam tersebut, tepat di depan jam tersebut iblis itu langsung meninggalkan tempat tersebut dengan sangat cepat.
Namun itu sesuatu yang sulit, Yuri menyadari mungkin saja iblis itu akan melaporkan kejadian ini. Akhirnya Yuri mencegah Iblis itu berlari dengan kekuatan yang sama.
" Seni Alam Pengendalian Pertama"
Tumbuhan rambat Ivy itu menjerat iblis yang menjauh. Kecepatan jeratannya tidak diragukan lagi, iblis itu menjauh dengan cepat tetapi dengan waktu sebentar dapat tertangkap oleh tumbuhan rambat Ivy.
Yuri sudah terlalu lama menggunakan kekuatan alam. Kekuatan yang besar, kini menggerogoti darahnya, sesuai jumlah yang dia keluarkan semakin banyak akan semakin kuat efek samping yang didapatkan Yuri.
Uhuk...!
Yuri mengeluarkan darah setelah batuk, kondisi Yuri kini sudah tidak stabil. Begitu lemah, Yuri harus menghentikan menggunakan kekuatannya dan melepaskan kekuatan alamnya kembali.
Kondisinya kurang baik, menyebabkan kekuatan yang Yuri gunakan tiba-tiba menghilang dan kembali ke kekuatan awalnya. Yuri mungkin mendapatkan keberuntungan yang sangat menguntungkan untuk dirinya karena jika kekuatan perubahannya terus dilakukan akan berakibat fatal bagi kehidupannya.
Matahari sudah berada di atas kepala Yuri, Yuri melanjutkan perjalanannya kembali menuju rumah kayu.
Tepat di mana Arga Asuna dan Wuu berada, mereka sudah bangun. Sepertinya mereka bangun ketika iblis telah dikalahkan oleh Yuri.
Asuna merasa ada yang kurang, "Yuri ada di mana?" tanya Asuna melihat sekitar, karena tidak ada keberadaan Yuri.
Asuna melangkahkan kakinya menuju lantai dua, tetapi tidak ada Yuri di sana. Ketika dia turun dari lantai dua, Han muncul dan berjalan menuju dapur, "Woy! Han!" Asuna meneriakkan namanya sambil melambaikan salah satu tangannya.
Han membalikkan badannya dan melihat ke kanan dan ke kiri, seperti mencari siapa yang memanggilnya, "Oh kak Asuna. Ada apa?" tanya Han kembali.
"Apa kau melihat Yuri?" tanya Asuna dengan wajah sedikit khawatir. "Kak Asuna ...?" Han mengingat kembali ke mana Yuri pergi, "Oh kak Yuri dia sudah lama pergi, katanya dia ingin melihat sekitar kota." ucap Han.
"Hah!?" teriaknya terkejut tidak mungkin Yuri akan pergi begitu saja.
Rasa khawatirnya dengan Yuri terlihat jelas, dengan kelakuan Asuna berlari menuju Arga dan Wuu yang masih berada di meja makan.
"Cepat kalian cari Yuri!?" teriak Asuna menyuruh Arga dan Wuu untuk mencari Yuri.
"Tunggu kenapa? Ada apa?" tanya Wuu. "Sudah tidak perlu banyak tanya!" balas Asuna.
Asuna Wuu dan Arga langsung berlari keluar rumah dan mencari keberadaan Yuri.
Sedangkan di tempat Yuri berada, dia sudah terlihat ....