Paradox: Dark and Light Warrior

Paradox: Dark and Light Warrior
V4 Rahasia Rumah Kayu



Hari mulai semakin malam, para penduduk kembali ke kamarnya masing-masing, anak-anak kecil tertidur pulas di dekat meja makan.


Ada kejanggalan dalam acara makan bersama ini, sesuatu yang belum diketahui bahkan tidak disadari oleh pemburu iblis.


Seharusnya pemburu iblis mempunyai Indra lebih kuat dibandingkan mahluk lainnya.


Apa mungkin kejadian tersebut memang disadari, tetapi mungkin saja Yuri, Asuna, dan Wuu terlalu fokus membahas siapa bayangan hitam itu yang muncul di depan pandangan Wuu dan Han.


Hingga membuat Indra mereka sedikit goyah dan melupakan sekitarnya, Hari sudah malam, pemandangan malam ini bukannya ditutupi oleh awan. Tetapi warna langit masih sama, penuh dengan merah, semua itu karena para iblis yang mendiami negeri ini.


Terlihat Han yang akan kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat dengan anak-anak kecil lainnya. Yuri masih penasaran dan ingin mengetahui apa saja yang terjadi di negeri ini. Langkah demi langkah dilakukan untuk mendekati Han yang hampir tertidur.


"Han, aku ingin bicara denganmu." ucap Yuri sambil menepuk bahu Han.


Han pun membalikkan arahnya, "Hoaam!" Han terlihat mengatuk sekali, tetapi dia masih sadar. Han berpikir sebentar, seperti orang yang bengong, "Ya apa, oh ... kak Yuri ada apa?" Han terlihat sangat lemas, wajahnya terlihat ngantuk berat.


"Apa kau ada waktu Han." Yuri membalasnya dengan senyuman di akhir katannya.


Han masih terlihat sangat ngantuk, dia mencoba tetap untuk sadar. Sementara itu Asuna Wuu dan Arga terlihat tidur di meja makan.


"Han, aku ingin bertanya, mari ke teras rumah." Yuri terlihat ingin mengajak Han untuk bicara di teras rumah.


"Oh, baik kak, mari ke teras." Han langsung menerima permintaan Yuri.


"Kawan-kawan kalian tidur duluan saja ya, aku mau bicara dengan kakak Yuri." Han meminta mereka untuk duluan tidur. Tentu saja mereka akan langsung kembali ke kamar, karena rasa kantuk mereka sudah tidak tertahankan, "Ya-ya sampai jumpa di kamar." ucap salah satu anak kecil yang berada di antara anak kecil lainnya. "Jangan lama-lama ya Han." Paman Han yang melihat Han akan sedikit bergadang malam ini, menyuruhnya untuk tidak tidur terlalu malam.


Akhirnya mereka berdua menuju teras rumah, pemandangan malamnya tampak indah, yang tadinya hanya ada lampu di dekat rumah, sekarang jalanan tampak dipenuhi lampu-lampu yang terang-benderang sayangnya suara kegaduhan ada di balik keindahan ini. Entah berapa lama mereka tahan dengan ini, bagaimana mereka beradaptasi dengan suasana yang mengerikan seperti ini.


"Tunggu ya kak, tunggu sebentar di sini, Han mau mengambil teh dulu." ucap Han yang akan mengambil teh. Tak lama Han kembali membawa teko teh dan duduk bersama Yuri.


"Hehe, kakak maaf ya agak lama." ucap Han sambil mengelus-elus kepalanya.


"Sudah tidak masalah, maaf ya ngerepotin, apa lagi ini udah malam." Yuri tampak membalasnya dengan senyuman dan perasaan tidak enak telah menganggu malamnya. Yuri berpikir sejenak, terlihat dia menarik napasnya dalam-dalam. Seperti akan membahas sesuatu yang penting.


"Han ... apa kau tahu tentang." Yuri menghentikan pembicaraannya, "Tentang apa kak?" tanya Wuu yang melihat Yuri menghentikan pembicaraan.


"Tentang, kejadian yang telah terjadi di sini." Yuri menanyakannya dengan sedikit wajah serius.


Han meneteskan air matanya tak lama dia membicarakan dan mengingat masa lalunya.


Yuri sedikit paham dengan kondisinya, Yuri langsung mendekati Han dan memeluknya, "Sudah-sudah, tidak apa. Jika tidak ingin dilanjutkan, jangan dipaksakan." ucap Yuri sambil mengelus-elus bahu Han.


"Oh ya, bagaimana bisa kalian mematikan lampu, dan seperti ada keributan serta membuat pintu terbuka sendiri?" tanya Yuri yang mencoba mengubah pembicaraannya.


"Oh itu kak, itu aku dan teman-temanku yang melakukannya, kami memiliki ruangan khusus yang dibuat untuk bersembunyi." Han mengucapkannya dengan sedikit manis, tapi terlihat wajah bahagia dan senang.


"Apa kau bisa memperlihatkan tempatnya dan caramu dan lainnya melakukannya?" tanya Yuri yang ingin tahu ruang rahasia, yang mungkin akan membantu mereka nanti di saat suasana akan berubah.


Han berdiri dari duduknya sambil berjalan ke dalam rumah, seperti akan menunjukkan tempatnya di mana.


"Kakak mari." ucap Han dengan tersenyum manis.


Akhirnya kami berada di ruang di mana pesta makan diadakan, "Jadi ruangan ini, semuanya terhubung dengan ruangan tersembunyi. Yang satu ada di dekat dapur dan yang satu lagi ada di dekat kamar yang kakak tadi istirahat. Semuanya terhubung, untuk membedakannya kami memasang tiang lampu yang berbeda dari tiang lampu lainnya, dan sedikit ada coretan huruf H yang berarti HIDEWAY atau persembunyian." Han menjelaskan dengan rinci ruangan yang berada di dalam rumah ini.


"Oh baik, terima kasih ya, lebih baik kau tidur, sudah malam ... pamanmu bisa-bisa memarahimu." ucap Yuri yang menyuruh Han untuk tidur bersama teman-temannya.


Han berjalan menuju kamarnya yang berada di samping bawah tangga. Ketika Han sudah tidak terlihat, ternyata ada orang lain yang mendengarkan pembicaraan mereka.


Yuri yang menyadarinya, memanggilnya untuk cepat keluar, "Siapa di sana." teriak Yuri.


Seseosok pria tinggi keluar dari tempat persembunyiannya di dekat tiang yang tak jauh dengan tangga. Tak disangka yang keluar adalah pamannya Han, sepertinya dia memang telah mendengarkan pembicaraan Yuri dan Han, " Oh, paman Han." ucap Yuri.


"Akhirnya ketahuan juga." ucap Paman Han dalam hatinya.


"Aku harap kau menjaga rahasia tentang ruang tersembunyi ini. Jangan beritahu kepada siapa-siapa, hingga waktunya tiba." paman Han seperti meminta Yuri untuk tidak memberitahukan ruangan tersembunyi yang berada di dalam rumah kayu ini.


"Tentang ruangan itu, tenang saja, aku tidak akan memberitahunya, karena kami ini pemburu iblis, bukan pembantu iblis." jawab Yuri dengan hormat dan sedikit merendahkan nada pembicaraannya.


"Bagus cepat kau kembali dan tidur sudah malam, tidak baik." ucap Paman Han yang menyuruh Yuri untuk beristirahat.


Yuri melangkahkan kakinya menuju kamar yang berada di lantai dua, tepat di mana Yuri beristirahat. Yuri meninggalkan Asuna Wuu dan Arga tetap tidur, karena dia tidak ingin mengangu waktu istirahatnya.


Sedangkan tepat di mana Han berada, Han terlihat tidak tidur. Dia masih duduk dan memikirkan sesuatu dalam pikirannya, terlihat juga dia mengusapkan air mata yang jatuh.