Paradox: Dark and Light Warrior

Paradox: Dark and Light Warrior
V4 Another VI



Arga yang melihat Yuri kembali, langsung menanyakan sesuatu yang janggal, "Yuri, sesaat hawa keberadaanmu menghilang, bagaimana bisa. Aku tidak mencium baumu sama sekali." Arga berjalan menuju Yuri yang sedang dipeluk erat oleh Asuna.


"Hawa keberadaanku? Bau? Maksudmu apa?" tanya Yuri kembali.


Arga tampak mengerutkan keningnya, kemudian menghela napasnya, "Aku dapat mengetahui keberadaan seseorang dari hawa kekuatannya." jawab Arga sambil tersenyum.


"Mana mungkin aku, berada di dekat taman bunga mawar yang tak jauh dari menara jam ..." Yuri menghentikan pembicaraannya memikirkan tentang iblis yang tersegel oleh kekuatan alamnya, "Apa kau melihat iblis yang tersegel?" tanya Yuri menanyakan sosok iblis yang ia segel di dekat menara jam.


"Iblis? Aku hanya melihat sebuah patung yang sudah berlumut dihiasi tanaman rambat." jawab Arga terlihat heran dengan pertanyaan Yuri.


"Apa kalian tidak memikirkan itu sebuah iblis? Coba pikir lagi apa patung itu mirip ib–" pertanyaan Yuri seketika dihentikan oleh seseorang.


"Oh patung itu memang terlihat seperti iblis. Memangnya kenapa?" Wuu sedikit heran, saat Yuri datang tiba-tiba menanyakan sebuah patung.


"Tidak, itu memang iblis yang kusegel." jawab Yuri. "Caranya?!" Wuu langsung berdiri dari duduknya, makanan yang berada di dalam mulutnya pun ikut berterbangan bersamaan pertanyaanya.


Sisa makanan yang Wuu makan mengenai pakaian Asuna, Asuna langsung merasa terganggu dan akhirnya melepaskan pelukannya. Asuna tampak kesal sedikit sambil menghampiri Wuu. Sayangnya Wuu tiba-tiba terpatung, seperti tidak bisa bergerak. Mungkin karena wajah Asuna yang berubah. Asuna mengepalkan tangannya, "Mati saja kau!" ucap Asuna sambil memukul wajah Wuu, Wuu langsung terpental sangat jauh membuat lubang yang tampak seperti gambaran manusia.


Untungnya Wuu tidak terpental jauh, hanya berada di luar rumah, di dekat kolam ikan. Asuna yang menyadari terlalu berlebihan memukul Wuu langsung berlari ke tempat Wuu berada bersama Yuri dan Arga. Penduduk yang lain pun ikut melihat keadaan Wuu seperti orang yang mengintip sesuatu dari belakang.


Wuu yang hampir masuk ke dalam kolam ikan, tubuhnya yang kejang-kejang dan pandangannya yang terlihat juling, menjelaskan pukulan yang dilayangkan oleh Asuna begitu sangat kuat, Arga yang melihat Wuu terbaring tidak berdaya sambil menelan ludahnya, "Aku harus berjaga-jaga dengan monster, satu ini." ucap Arga dalam hatinya. Semua orang yang melihat kejadian ini pun berpikiran yang sama, untungnya Wuu tidak mati, masih sadar meskipun luka yang diterima sangat besar.


Yuri yang melihat Wuu terbaring hanya tertawa.


Hahahaha...!


Pandangan orang yang melihat Wuu tiba-tiba mengarah ke Yuri yang tertawa, "Benar mereka berdua sepertinya monster ... dunia ini diisi oleh perempuan seperti monster, jika dunia ini memiliki begitu banyak seperti mereka mungkin akan lebih parah, tidak bisa dibayangkan jika itu terjadi ...." pikir Arga dalam hatinya yang melihat dua perempuan yang dianggapnya seperti monster dengan mengerutkan keningnya melihat perbuatan Yuri dan Asuna.


Selepas Yuri tertawa, Yuri meminta untuk membawanya ke dalam, "Asuna bawa dia" ucap Yuri. "Kenapa aku?" tanya Asuna yang tidak ingin mengangkat orang yang dia anggap seperti panda. "Kamu yang membuatnya seperti itu." balas Yuri berjalan menuju lantai dua dan kembali ke kamar.


Penduduk yang melihat kelakuan mereka, semakin tertekan dengan perasaan takut akan keanehan yang mereka alami. Di sisi lain Han terlihat terkejut mulutnya terbuka lebar melihat kejadian yang terjadi di depan matanya. "Kakak ini memang monster." pikir Han dalam hatinya.