Paradox: Dark and Light Warrior

Paradox: Dark and Light Warrior
V2 Mencari Kekuatan Baru VIII



"Akhirnya kita mengalahkannya Yuri."


"Benar Asuna kita mengalahkannya bersama."


"Ngomong-ngomong Wuu ada dimana ?"


"Iya dari tadi saya tidak melihatnya dari tadi, kemana dia ya !"


"Sudah kita hancurkan portal terlebih dahulu."


Setelah mengalahkan iblis Handon Yuri dan Asuna beristirahat ke pemandian air panas.


"Sudah kita tinggalkan saja manusia lambat itu."


"Ya sudah, mari."


Kami pergi ke tempat pemandian air panas dengan bahagia tapi bagaimana keadaan dengan Wuu.


"Kalian jahat !"


"Wuu apa yang kau lakukan ! Ini pemandian khusus wanita."


"Cowok mesum !"


Pengunjung teriak histeris karena ada cowok yang datang.


Wuu lari terbirit-birit seperti domba di kejar serigala.


Selanjutnya


"kalian jahat meninggalkanku disana !"


" Eh, Wuu kau sudah datang ... Bagaimana kau bisa tahu kami akan ke sini setelah ke pemandian air panas"


" Jangan-jangan dia membututi kita."


" Iya, ya diakan punya kekuatan menghilang." ucap Yuri yang langsung marah naik daun.


"Eh-eh jangan marah Yuri saya tidak menggunakan kekuatan itu, saya menunggu kalian."


"Sudah, tenang Wuu kami percaya."


"Liat itu anak ba*i gemuk kewalahan." ejek Asuna kepada tubuh Wuu


"Kamu katakan sekali lagi, dasar cewek penipu."


"Sudah, Tennnanggg !!!" teriak Yuri yang menunjukkan amarahnya.


"Ampun, jangan Yuri."


Wuu mencoba meninggalkan mereka berdua tetapi dihentikan Asuna.


"Wuu silahkan duduk."


"Ehh, dikira bakal di hajar."


"Wuu, kamu darimana !?"


"Setelah ruangan berganti dan berubah-ubah aku berada di dekat portal ... di sana banyak iblis jadi saya menggunakan kekuatan untuk menghilang dan menunggu kalian."


"Apa kalian tahu, saya sangat ketakutan di sana."


"Wah, pria payah !" ucap Asuna yang meledeknya lagi.


"Sudah Asuna, kita akan pergi ke negara Indonesia, katanya disana ada kekuatan aneh yang sangat besar ... mungkin kita dapat bertemu dengan tim baru."


"Sudah kita rayakan malam ini dengan pesta makan."


"Bagaimana ... ?"


"Setuju."


Malam hari ini makin ramai, tidak biasanya. Semua anggota bersenang-senang.


"Wah, Tante gak diajak." ucap Rin.


"Eh, Rin sejak kapan kamu disana." ucap Yuri.


"Yuri itu siapa ?"


"Itu saudaraku yang merawatku sejak kecil."


"Ayo tante, kita makan bersama." ucap Wuu yang memakan semua makanan di mulutnya.


Semua orang berpesta bersama, hingga pagi rumah Yuri kotor.


***


Rin mudah untuk berpindah-pindah tempat tanpa harus mengunakan transportasi maupun portal


***


Paginya rumah tampak kacau.


"Kalian cepat bersihkan rumah ini." teriak Rin yang hampir terdengar hingga 1 komplek.


"Gempa." ucap Wuu yang terbangun.


"Ya tante akan kami bersihkan." ucap Wuu.


"Bagus."


Setelah rumah bersih, semua tim Yuri berkeliling ke negara lain tujuan selanjutnya negara Indonesia.


"Yuri kita akan menggunakan apa ?" ucap Asuna.


"Kita akan menggunakan ... Rahasia, sudah ikut saja."


"Haha kamu bakal terkejut Asuna."


"Memangnya kenapa ?"


"Sudah nanti juga kau tahu Asuna." ucap Wuu.


"Kalian jangan membuatku menunggu, cepat kita jangan buang-buang waktu !"


"Wah Yuri marah, cepat Asuna." bisik Wuu.


"Kita berada dimana Asuna."


"Kalau tidak salah ini jalan menuju pantai belakang gunung."


"Ya, kau benar."


"Sudah mari kita pergi."


Yuri langsung memanggil kapal,


"Wah kau punya alat yang hebat Yuri."


"Ha, dia tidak terkejut."


"Memangnya kenapa Wuu."


"Sudah, jangan di bahas lagi."


Akhirnya mereka menaiki kapal tersebut, perasaan pertama Asuna. Merasa nyaman dan tidak terpikirkan akan sebagus ini.


"Yuri, siapa yang akan mengendalikan kapal ini ?"


"Kita hanya mengucapkan kemana tujuan kita."


"Wah kapal yang bagus."


"Cepat tunjukkan caranya."


"Indonesia." Teriak Yuri


"Kapalnya bergerak, apa ini teknologi? Bagaimana bisa? Kapal yang bagus kau membelinya di mana?"


"Kapal ini pemberian ayahku, dia selalu melindungiku, meskipun dia tahu saya akan ..." ucap Yuri menghentikan pembicaraannya.


"Akan apa?" tanya Asuna.


"Sudah tidak perlu dibahas, lebih baik kita istirahat." ucap Yuri meninggalkan mereka.


"Wuu apa kau tahu?" tanya Asuna.


"Sudah lebih baik masuk kedalam." jawabnya yang meninggalkan Asuna sendirian.


"Baik nanti saya nyusul." jawab Asuna yang melihat ruang waktu.


"Bagusnya, saya tidak tahu akan ada ini, ternyata dunia masih luas, belum ada yang diketahui." gumam Asuna yang melihat keindahan ruang dan waktu.


Kapal bergerak di depan terlihat portal yang terbuka. Reaksi Asuna hanya kagum padahal Wuu ingin melihatnya jadi orang aneh.