
PELATIHAN PERTAMA DI PULAU JIWA
Asuna yang telah mendapatkan tulang roh sang naga legendaris kini dijuluki sang penjaga es, kekuatan Asuna sekarang setara dengan dua dewa yang sedang berperang.
• LATIHAN PERTAMA WUU
Pelatihan Wuu dikatakan pelatihan sebaliknya dengan Asuna. Wuu harus menahan suhu yang melebihi, suhu matahari.
Tetapi semua itu bisa ditangani dengan bunga es yang berada dipuncak gunung, dimana Asuna sedang berlatih ... Sang naga Lina menghampiri ke wilayah api, untuk memberikan bunga es.
"Ingat Wuu bunga es ini hanya bertahan selama satu minggu, saya akan meninggalkan empat bunga es. Gunakanlah baik-baik !"
Bunga es yang begitu dingin, bahkan membekukan apapun yang tersentuhnya.
"Satu lagi Wuu sebelum kau mengunakan bunga itu, kau harus menyerap hawa dingin yang ada didalam bunga itu."
Naga Lina memberitahukan untuk berhati-hati menggunakan bunga es.
"Ahhh, cuman begitu saja mudah !" ucap Wuu yang menunjukkan wajah sombongnya.
"Jika memang benar, saya harap kau tidak akan mati !"
Setelah naga Lina memberikan bunga es, naga Lina pergi ke tempat wilayah es.
"Dia bilang menyerap, apa harus dimakan !? Tapi ini bukan makanan, ini benda jiwa yang memiliki kekuatan tinggi, ini adalah obat jiwa ... Bagaimana caraku menyerapnya."
Wuu terus berpikir, akhirnya Wuu menyesal telah sombong. Saat Wuu menyesal naga Rexa menghampiri untuk mengajaknya berlatih.
"Kau yang di sana, cepat ! Jangan menunda-nunda."
"Bagaimana ini, saya belum menyerapnya ... Apa harus menanyakan caranya menyerap kekuatan."
"Hmmm, apa boleh saya bertanya ?"
Wuu menundukkan pandangannya ke bawah untuk menutupi penyesalannya.
"Katakan apa yang ingin kau tanyakan, jangan membuang waktu."
Sang naga Rexa adalah naga yang paling tekun, tak heran dia tidak suka membuang-buang waktu.
"Apa kau tahu cara menyerap herbal jiwa ini." ucap Wuu sambil menunjukan bunga es.
Sang naga terdiam, karena dia sudah lama tidak melihat bunga es ...
"Katakan bunga itu kau dapat darimana !?"
Sang naga Rexa tampaknya melupakan aliansi perdamaian sebentar.
"Bagaimana sih, 'kan ini pasti pemberian Lina sang naga es."
Wuu langsung berteriak merasa sang naga Rexa melupakan sesuatu.
"Oh, iya ... Maaf, baik sekarang waktunya untuk berlatih."
"Tunggu bagaimana caranya menyerap herbal jiwa ini."
Wuu berhenti sebentar setelah diajaknya berlatih.
"Kau cukup menyatukan kekuatanmu ke dalam bunga es itu."
"Caranya !?"
"Lakukan semedi dan alirkan kekuatanmu kedalam bunga es tersebut. Kau ini bodoh atau pura-pura idiot."
Wuu akhirnya menyadarinya. Bersemedi dan mengalirkan kekuatannya ke dalam bunga es
Percobaan pertama gagal, hinga ditertawakan sang naga Rexa. Percobaan kedua akhirnya dia menyerapnya dengan baik.
Wuu memasuki wilayah api, Wuu masih merasakan suhu yang sangat panas, meskipun sudah memakan bunga es.
Injakan pertama Wuu seperti menginjak batu bara yang sangat panas, untungnya Wuu sudah memakan bunga es, jika tidak tulangnya akan meleleh.
Pelatihan pertama
Wuu harus menahan serangan suhu yang melebihi panasnya matahari.
Untuk mencegah Wuu menyerah, naga Rexa menanamkan segel pelindung untuk mencegah Wuu kabur.
"Ingat Wuu, di sana kau harus membiasakan dengan suhu yang sangat panas, serta kau harus bisa menyerap energi alam api."
Tanpa aba-aba Wuu langsung dilemparkan ke tempat tersebut.
"Ahhhhh, apa yang kau lakukan !" ucap Wuu yang bergelantungan, bersiap untuk dilemparkan.
Wuu yang berada di dalam segel pelindung tidak bisa kabur sama sekali ... Hingga membuatnya menyerah dan mengikhlaskan jika dia akan mati di sana.
Kegagalan yang terus menerus dan suhu yang begitu panas, sulit untuk berpikir jernih.
"Apa ini akhirnya." ucap Wuu yang tergeletak,
"Sedangkan bunga es tinggal tersisa satu lagi." ucap Wuu tidak yakin akan berhasil menyerapnya.
Saat dia menyerah tiba-tiba terdengar suara.
"Hai anak muda, apa yang kau lakukan ... Kau akan menyerah !? Bagaimana dengan seseorang yang kau sayangi di sana."
"Cepat bangkit kembali, kau pasti memiliki orang yang ingin dilindungi."
Suara-suara yang terdengar membuat Wuu merasa seperti orang yang akan mati.
Tetapi setelah suara tersebut mengatakan.
"Kau anak yang lemah, dan tidak berguna !"
Wuu pun bangkit dan menyadari, semua yang dilakukannya untuk melindungi orang yang disayanginya.
Akhirnya Wuu bangkit dan menyerap bunga es yang terakhir. Dia percaya bahwa yang terakhir akan berhasil.
Sudah sebulan lebih Wuu berada didalam sadar, hingga melupakan ketentuan bunga es.
Wuu melupakan khasiat bunga es hanya bertahan selama satu minggu saja.
Sang naga Rexa membiarkannya untuk bertemu dengan jiwa naga legendaris.
Semedi Wuu akhirnya membuatnya berpikir di dimensi lain.
Sesosok bayangan hitam menanyakan sesuatu kepada Wuu
"Anak manusia, apa kau ingin menyelamatkan mereka !?" ucap sesosok bayangan hitam.
Sang bayangan hitam itu mendekati Wuu, lama-kelamaan wajah sesosok bayangan hitam itu terlihat.
"Naga legendaris." ucap Wuu dalam hatinya.
"Katakan apa jawabanmu." tanyanya kembali.
Wuu tentu saja ingin menyelamatkan orang yang mereka sayangi.
"Tentu saja, memangnya mengapa kalau saya ingin melindungi mereka." ucap Wuu yang menunjukkan kegigihannya.
"Jika memang benar, bagaimana orang yang telah kau lindungi, Malah meninggalkanmu."
"Jika itu sudah takdir, saya akan menerimanya. Tetapi saya akan berusaha untuk meyakinkan mereka dan mengejarnya."
"Jika memang benar, maka kekuatanku akan ku wariskan kepadamu." ucap sang naga yang percaya, dan memberikan sebuah tulang roh jiwa.
"Cepat kau serap tulang roh jiwa itu."
Ternyata latihan panjang itu hanya untuk menyerap sebuah tulang roh. Wuu berusaha untuk menyerapnya.
Penyerapan tampak mudah, karena tubuh Wuu sudah naik level.
Akhirnya penyerapan berhasil, ketika Wuu berhasil sang naga Rexa melihat Wuu yang memancarkan cahaya suar ke langit.
Saat cahaya menghilang tubuh Wuu mulai menggunakan pakaian perang.
Pakaian yang terbuat dari suhu yang melebihi matahari, penampilan yang serba merah.
Akhirnya Asuna Wuu mendapatkan tulang roh jiwanya masing-masing, mereka mendapatkan baju jirah naga.
Wuu pun diberikan julukan.
"Sang penjaga Api"
Kemampuan yang setara dengan kekuatan dua dewa. Pengunaan kekuatan Wuu bertambah tiga kali lipat, dan ada keuntungan tambahan di dalam kekuatannya.