Paradox: Dark and Light Warrior

Paradox: Dark and Light Warrior
Mencari Kekuatan Baru IV



Yuri, Wuu Asuna menuju ke puncak gunung tersebut. Tetapi Asuna tidak memberitahu bahwa di sana adalah markas dia. Apalagi banyak perangkap.


" Wuu cepat kau lambat sekali " ucap Yuri.


" Yuri kau menemukan pria itu dimana dia seperti kura-kura... Mengapa kau tidak memilih pria lain untuk menjadi timmu " ucap Asuna.


" Benar juga... Kenapa aku memilihnya ya " ucap Yuri yang kebingungan.


" Ya sudah jangan di pikirkan " ucap Yuri.


Wuu yang panas melihat mereka yang membicarakannya.


" Seni makanan ketiga menghilang "


[ Kekuatan yang dapat menghilangkan pengguna maupun yang memakannya ], Jurus ini di rahasiakan kepada semua orang


Asuna dan Yuri kaget melihat Wuu yang hilang tidak kemana.


" Yuri sudah tinggalkan Wuu paling dia sedang tidur karena cape " ucap Asuna.


" Mereka masih saja membicarakanku " ucap Wuu yang sedang menghilang.


" Benar dia sedikit tidak ada kemauan " ucap Yuri.


" Mari kita pergi ke puncak sebentar lagi sampai, jika ada kekuatan Wuu mungkin kita akan cepat sampai " ucap Yuri.


" Nah kan akhirnya mereka membutuhkanku " ucap Wuu yang sedang menguping pembicaraan mereka.


" Yuri kau duluan ke atas, aku akan menyusul mu " ucap Asuna.


Yuri pun pergi menuju puncak gunung, tetapi Asuna merencanakan sesuatu dan memberitahukan kepada kaptennya bahwa akan ada seorang wanita yang akan datang.


" Kapten target lolos, dia masih hidup sekarang dia bersamaku dan akan menuju ke markas kita " ucap Asuna.


Wuu yang melihat dan mendengarkan pembicaraan tersebut langsung kaget tetapi ingin memberitahukan Yuri sulit karena Wuu masih cape akhirnya Wuu menjaili Asuna.


Tiba-tiba batu besar yang di lempar Wuu mengenai kepala Asuna.


" Aww...Siapa yang lempar batu " ucap Asuna yang kesakitan dan bersiap untuk mengeluarkan jurusnya.


" Hahahaha segini masih kurang saya harus membuatnya ketakutan dan lari ketakutan " ucap Wuu.


" Seni makanan pertama kekuatan 3xLipat "


" Seni makanan kedua Kecepatan 3xLipat "


Wuu terus melempari batu kepada Asuna.


" Haha gak kena, cepat siapa di sana tunjukan dirimu " ucap Asuna.


" Sudah cukup main-mainnya sekarang pertunjukan utama " ucap Wuu seperti seorang psycho.


Wuu mulai melempari batu yang berukuran sangat besar dan terus menerus melemparinya. Asuna berpikir bahwa mungkin ini adalah jebakan area yang belum di ketahuinya. Akhirnya Asuna pergi begitu cepat.


" Akhirnya makanya jangan main-main " ucap Wuu yang langsung pergi dengan cepat menyusul Yuri.


Sesampainya di sana Wuu memberitahukan akan ada banyak jebakan serta bahwa Asuna adalah tentara yang di suruh menjaga area ini.


" Wuu apa benar itu kau " ucap Yuri.


" Ya benar ini saya " ucap Wuu.


" Bagaimana bisa kau menghilang "


" Apa jangan-jangan suara berisik di kamarku itu kamu ya " ucap Yuri yang marah.


" Eh iya gak sengaja " ucap Wuu yang cengegesan.


" Sudah-sudah lebih baik kau berhati-hati dengan Asuna " ucap Wuu.


" Tenang saja kita akan berpura-pura tidak tahu " ucap Yuri.


Yuri memikirkan satu cara untuk meyakinkan Asuna.


" Yuri " ucap Asuna dari kejauhan.


" Kemana saja kau " ucap Yuri.


" Tadi kaki ku keseleo sekarang sudah tidak apa-apa "


Wuu keluar dari semak-semak.


" Aduuh masih jauh 'kah " ucap Wuu seperti orang yang kelaparan.


" Yuri Asuna kita makan dulu saja " ucap Wuu.


" Kau bercanda mana ada makanan di sini " ucap Asuna.


" Tenang saja " ucap Wuu sambil mengeluarkan banyak makanan.


" Wuu kau dapat dari mana makanan itu " ucap Yuri.


" Tadi saya turun sebentar untuk membeli makanan "


" Memang tidak berguna " ucap Asuna.


" Ya baik kita beristirahat di sini " ucap Yuri.


Pergiliran penjaga, untuk memberitahukan jika ada monster maupun iblis yang muncul,


Masing-masing bergantian untuk menjaga, hutan tampak gelap tapi, di sinari cahaya bulan yang menyinari malam ini, suasana hutan yang begitu sepi, seperti sarang kematian yang akan mereka hadapi.


"Wuu kau jaga terlebih dahulu bagaimana?" tanya Yuri yang melihat Wuu, tetapi Wuu memalingkan wajahnya.


"Wuu!" teriak Yuri, dan akhirnya Wuu meliriknya.


"Tidak, lebih baik Asuna saja dulu." jawab Wuu yang kemudian tertidur.


Yuri mendekati Wuu, kemudian sebongkah batu besar di lemparkan ... Mengenai Wuu yang tertidur, dan akhirnya membuatnya bangun. Wuu tampak seperti hewan yang terkena jebakan sang pemburu, pemburunya yang terlihat adalah Yuri.


Akhirnya Wuu terpaksa menuruti kemauannya dan menjaga pertama,


"Hati-hati, ada hantu Wuu." ucap Asuna yang mencoba menakuti Wuu.


"Hantu, tidak masalah, lebih baik hantu di banding iblis yang datang." jawab Wuu yang berjalan-jalan menjaga sekitar.


"Tapi, jika benar ada hantu bagaimana," gumam Wuu kemudian terdiam sebentar dan melihat-lihat sekitar.


Wuu merasa seperti di awasi, setelah begitu lama Wuu lari kembali, seperti orang yang ketakutan.


Saat kembali Asuna melihatnya seperti orang yang ketakutan dan kemudian tertawa.


• Selanjutnya menyusup ke markas •