
Berminggu-minggu Yuri menunggu dan menjaga Arga, yang sedang menyerap tulang roh jiwa.
Dan akhirnya Arga berhasil menyerap tulang jiwa itu.
Yuri meminta Arga untuk ikut dengan timnya dan Arga menyetujuinya.
"Bagaimana, kau akan ikut?" tanya Yuri.
"Baik saya akan bergabung, demi penduduk ini, dan kedamaian kami yang terenggut." ucap Arga.
Kemudian Arga dan Yuri berjalan menuju keramaian, atau dimana para penduduk berkumpul.
"Penduduk semuanya saya akan memberitahukan sesuatu." ucap Arga.
Semua penduduk terdiam dan mendengarkan pembicaraan Arga.
"Saya dan mereka akan melawan para Iblis, kalian jaga tempat ini." ucap Arga kemudian berjalan keluar gua.
Tetapi batu tiga langkah terdengar suara orang yang memanggil.
"Tuan Arga saya akan ikut" ucap pengawal kepala desa atau Arga.
Akhirnya semua penduduk mendengar, dan ingin ikut bersama.
"Kalian harus menjaga gua ini dan anak kecil. Bagi orang, siapa yang bisa bertarung ikut saya, dan sisanya menjaga gua ini, sisakan petarung sepuluh orang di gua." perintah Arga.
Penduduk akhirnya membagi kelompok, akhirnya waktu yang telah ditunggu-tunggu tiba, dimana anggota pemburu iblis bertambah satu orang dan akan menyelamatkan negara ini.
Langit gelap, terlihat di luar hutan, seperti cahaya merah darah. Rambut Yuri berubah menjadi hitam.
Tetapi Arga tidak menyadari perubahan rambut Yuri selama ini.
Dan akhirnya dia menyadari dan bertanya.
"Yuri, bagaimana rambutmu berubah warna." tanya Arga.
"Ini perubahan kekuatanku." ucap Yuri.
Di perjalanan, waktu sudah malam.
Waktu yang tepat saat para monster dan iblis berkeliaran.
Perjalanan begitu sulit, serangan yang datang dari berbagai monster harus dilewati.
Pemimpin para monster yang menjaga perbatasan antara hutan dan desa muncul ikut bertarung.
Ular setengah burung terlihat, menjaga perbatasan.
"Serang!" teriak Arga memerintahkan menyerang monster kecil.
Yuri kesulitan untuk melindungi penduduk dan menyerang.
"Asuna, kau lindung serangan yang akan datang pada penduduk itu, Wuu terus keluarkan kekuatanmu berikan kepada penduduk itu, Arga gunakan kekuatanmu."
Asuna menembakan panahnya berturut-turut untuk melindungi penduduk dari serangan jarak jauh, Wuu mengeluarkan kekuatanya untuk menambah kekuatan para penduduk.
"Seni kegelapan kedua"
Pedang kegelapan dan perisai kegelapan.
Yuri menebaskan pedangnya, para monster itu kalah dengan satu serangan.
Serangan seperti kecepatan kegelapan, ditambah dengan unsur lainnya didalamnya membuat tebasan Yuri sangat kuat.
Akhirnya seekor ular setengah burung muncul dan ikut campur dengan pertarungan.
Ular itu menyemburkan asap racun, dan terbang.
Sulit untuk mengalahkannya di udara, meskipun kekuatan Asuna bisa diandalkan tetapi Asuna fokus melindungi para penduduk.
Arga mengendalikan alam dengan kekuatannya,
Terlihat tanah seperti tangga menuju langit.
Tiang-tiang tanah terlihat untuk membantu Yuri menyerang monster ular setengah burung.
Lompatan dan sedangan terus dilakukan Yuri, tetapi ular itu sangat sulit untuk diserang, kegesitan menghindarinya.
"Wuu, kekuatanmu" teriak Yuri.
"Seni makanan pertama"
"Seni makanan kedua"
Wuu melemparkan makanan ke atas, saat Yuri melompat-lompat dari tiang ke tiang tanah lainnya.
Kekuatan Wuu tampak berubah, terlihat kekuatannya bertambah sangat besar.
Kecepatan Yuri dan kekuatannya berkali-kali lipat, kecepatannya sekarang melebihi kecepatan kegelapan.
Pertarungan yang indah, pengendalian alam dan pedang menari-nari di atas langit untuk menyerang ular setengah burung itu.
Satu tebasan, mengenai sayap ular tersebut. Akhirnya ular itu kehilangan keseimbangannya.
Dan disaat ular itu turun, Arga mengurungnya dengan kekuatan alamnya.
Pelindung tanah, sekaligus bercampur dengan racun di dalamnya.
Akhirnya ular setengah burung itu mati.
Para pemburu iblis melanjutkan untuk memburu iblis dan menciptakan kedamaian di negara ini.
"Terimakasih, kalian sudah sampai sini saja." ucap Arga meminta para penduduk untuk kembali ke gua.
Para penduduk kembali ke gua dan percaya bahwa Arga dan lainya akan berhasil mengalahkan para iblis.
Para pemburu iblis berlari menuju tempat pembantaian atau tempat yang akan mengubah pembantaian menjadi perdamaian.
Langit yang berwarna merah, penuh dengan asap, dan api dimana-mana membuat pertarungan menjadi sangat indah.