Paradox: Dark and Light Warrior

Paradox: Dark and Light Warrior
V4 Absolute



Yuri memikirkan ingin membawa semua obat herbal tersebut, "Apa kita bawa semua saja, Asuna?" tanya Yuri.


Asuna berjalan, mengikuti Yuri ketika dia bertanya, "Tidak, bawa seperlunya saja." Asuna menepuk bahunya.


"Baiklah, kita bawa ini, ini, dan ini." ucap Yuri sambil menyimpannya di alat penyimpanan.


Asuna berkeliling melihat-lihat, tepat di ujung tak jauh dari tempat Yuri di dekat tiang. Terdapat senjata-senjata pemberian para naga tersusun rapih.


Asuna menggelengkan kepalanya, "Rapih sekali, aku tidak sadar dia membereskan ini." Asuna salut melihat usaha Yuri.


"Asuna ...," Yuri menghentikan ucapannya menunggu jawaban Asuna.


Asuna membalikkan badannya, menatap Yuri balik yang memanggil namanya.


"Ayo cepat, tanaman herbalnya sudah." Yuri melanjutkan ucapannya.


Entah betapa banyak herbal, peralatan, dan senjata yang diberikan para naga yang berada di pulau jiwa. Pikiran ingin kembali ke pulau jiwa terlintas di kepala Yuri dan Asuna.


Asuna sangat takjub melihat sebuah ruangan dalam pintu. Bahkan itu adalah suatu hal yang mustahil, Kapal sebesar ini pun tidak mungkin dapat mempunyai ruangan yang hampir seluas museum yang memiliki dua tingkat lantai dengan tangga di ujungnya yang menghubungkan lantai satu dengan lantai dua.


"Tempat ini sangat bagus untuk menjaga manusia." gumam Yuri menghentikan lamunan Asuna yang memikirkan para naga yang berada di pulau jiwa.


Terlihat perisai yang tiba-tiba bersinar memantulkan cahaya biru langit, membuat Asuna mengubah pandangannya ke arah cahaya tersebut.


Asuna berjalan menuju perisai yang bercahaya, "Tunggu, aku bawa ini ya, Yuri." ucap Asuna memperlihatkan perisainya.


Yuri menganggukkan kepalanya, "Ya, bawa saja ... ah sudah jangan terlalu lama, kasihan, Wuu menunggu." ucap Yuri sambil memperhatikan Wuu.


"Benar ...," balas Asuna berjalan keluar di susul Yuri mengikuti.


Asuna memikirkan perisai yang ia bawa.


"Apa kau ingat nama perisai ini?" tanya Asuna ketika berjalan.


"Tidak, mereka hanya memberikan tanpa memberinya nama ... bagaimana jika kau beri nama." Yuri menjawab pertanyaan Asuna sambil mengusulkan memberikan nama pada perisai tersebut.


"Ah.. bagaimana jika «Absolute» itu nama yang bagus?" ucap Asuna.


Yuri menganggukkan kepalanya, posisi Asuna dan Yuri kini berada di atas kapal, dan akan langsung keluar.


Selepas turun dari tangga, Yuri menjulurkan tangannya tiba-tiba ada simbol cahaya yang bersinar di tangannya. Selepas simbol itu muncul sebuah kapal yang besar, langsung menyusut dengan sangat cepat menjadi sekecil buah apel. Kapal tersebut seperti mainan yang melayang-layang kembali ke tangan Yuri dengan sendirinya seperti ada kekuatan magis yang terhubung dengan kekuatan Yuri.


Wajah takjubnya, membuat penampilan Asuna terlihat tambah cantik dengan lesung pipi yang indah ditambah senyuman yang imut yang kemudian matanya berbinar-binar.


Yuri dan Asuna langsung kembali ke kamar, memberikan tanaman herbal jiwa, entah mengapa sebutannya tanaman jiwa karena tanaman ini berbeda dari tanaman yang ada di bumi, bisa dibilang hanya terdapat di pulau jiwa di mana para naga tinggal.


Tok-tok-tok!


Yuri mengetuk pintunya, kemudian dibuka oleh Arga yang mendengar suara ketukan pintu.


"Bagaimana?" tanya Arga di saya membukaan pintu.


Yuri dan Asuna hanya tersenyum.


"Tentu saja, awas!" ucap Asuna tersenyum, sambil menyuruh Arga menyingkir.


Tentunya ketika sudah mendapatkannya, pasti akan lupa cara pemakaiannya. Ditambah tanaman ini tidak pernah diberitahukan cara menggunakannya. Hanya ada orang yang ingat, ketika Wuu menyerap tanam jiwa bunga es. Nasibnya Wuu yang mengetahuinya malah sakit.


Asuna tanpa berpikir, merebut tanaman herbal tersebut. Tanaman tersebut berwarna hijau cerah, dengan cahaya putih mengelilinginya.


Tanpa berpikir panjang Asuna langsung menaruhnya di atas perut Wuu.


"Asuna!"


Yuri dan Arga kompak mengucapkannya secara bersamaan.


Tak lama setelah tanaman jiwa tersebut ada di atas perut Wuu, tanaman itu melayang cahaya hijau menuju tubuh Wuu ketika tanaman tersebut melayang.


Seperti cahaya aurora yang turun menuju tubuh Wuu. Di saat bersamaan cahaya tersebut menghilang dan langsung bergabung ke dalam tubuh Wuu seperti sebuah benda yang turun karena gaya gravitasi, tetapi melesat dengan sangat cepat.


Uhuk! Uhuk!


Wuu tiba-tiba tersadar sambil batuk, kemudian duduk.


Pandangan sinis dari wajah Yuri dan Arga menghilang ketika Wuu sembuh.


Tentunya ini adalah sebuah keberuntungan, tidak lebih tepatnya kecerobohan yang memberikan keberuntungan.


Wuu seperti orang yang sehat tanpa merasakan sakit di seluruh tubuhnya.