Paradox: Dark and Light Warrior

Paradox: Dark and Light Warrior
Mencari Kekuatan Baru VI



Asuna kehilangan kendalinya, dia semakin kuat dan semakin brutal.


Dia menyerang semua orang yang ada di sini tanpa memikirkan apapun, pikirannya seperti di ambil alih.


" Seni Kegelapan keenam "


Asuna hilang kendali ada roh yang membuatnya tidak bisa berpikir jernih.


" Handon !! Apa yang kau lakukan " teriak Yuri dan bergerak menyerangnya


" Seni kegelapan pertama "


" Seni kegelapan kedua "


" Iblis cepat kau bebaskan Asuna " ucap Yuri.


" Suatu kehormatan bisa menuruti perintahmu tetapi kau putri kegelapan seharusnya kau menyukai ini "


" Kau bilang apa !!? apa kau pikir saya tega melihat dia melakukan hal seperti itu "


" Cepat lepaskan dia !!! "


" Asuna bersabar saya akan menyelamatkanmu "


" Handon !!! "


" Seni kegelapan ketiga "


Yuri membabi buta menyerang Handon, Wuu ada di mana sepertinya lama sekali munculnya dasar anak malas kasihan Yuri jika tidak dia bisa melewati batasnya.


" Handon ! Kau ingin melihat putri kegelapan "


" Baik, saya akan melakukannya "


" Seni kegelapan Pertama, Kedua, Ketiga, Keempat, Kelima "


" Handon kau mati saja !! "


Asuna masih dalam keadaan sadar dia melihat Yuri yang hampir kehilangan kendali sepertinya.


" Kenapa, kenapa saya selalu dikhianati "


" Salah saya apa, memangnya apa kekuranganku "


" Orang yang di dekatku meninggalkanku, bahkan orang yang kupercaya menghianatiku"


" Sebenarnya apa kurangnya saya ! "


" Katakan apa?" tanya Asuna yang semakin emosi.


" Handon !! "


" Gawat Asuna mulai hilang kendali aura tubuhnya sudah bukan sepertinya lagi "


" Jika kau benci maka lawanlah, jika kau iri maka rebut lah, jika kau dihianati maka bunuhlah, untuk apa kau percaya dengan mereka " ucap Handon yang mencoba memanipulasi Asuna.


" Yuri !! Handon !!!! "


" Kalian harus mati disini !! "


" Gawat, matahari belum terbit sama sekali aku harus menenangkannya "


" Benar juga sepertinya kejadian ini pernah saya alami, yang harus kulakukan hanya perlu menunjukkan rasa kasih sayangnya "


" Asuna aku tidak menghianati mu .. Kau akan percaya setelah kita mengalahkan iblis itu "


" Asuna mohon bantuannya !!! " teriak Asuna dengan penuh harapan.


" Asuna !!! "


" Saya hanya ingin mendapatkan perhatian mereka "


" Apa itu saya yang di luar sana? Tapi mana mungkin saya berbuat seperti itu "


" Saya tidak ingin mereka mati. Apa yang harus kulakukan "


" Asuna cepat kau sadar " teriak Yuri yang ingin mencoba mengembalikan diri Asuna seperti semula.


" Tidak masalah kau iri, tidak masalah kau marah, tidak masalah kau jahat, karena semua itu hal yang penting kamu bisa seperti itu berarti kamu kuat tetapi jangan sampai mereka mengendalikan dirimu Asuna !!! Cepat sadar siapa pun setetes jiwa cahaya masih ada di dalam hatimu "


Yuri mencoba mendekati Asuna tetapi Yuri sengaja terkena panah Asuna ketika dia berada dekatnya.


" Asuna kau tidak salah, semua ini wajar... Jadilah seperti dirimu "


" Ah siapa di sana "


" Asuna sadar "


" Itu teriak Yuri tapi dimana "


" Asunaaaa !!! "


" Yuri kenapa, apa yang saya lakukan " teriak dengan perasaan bersalah.


" Wah wah anak buah yang hebat bisa membunuh putri kegelapan, dengan begini kami bisa keluar bebas "


Tiba-tiba iblis muncul jumlahnya begitu banyak bahkan hampir setengah dari pulau ini.


" Yuri maafkan saya, seharusnya saya percaya" ucap Asuna yang semakin menyesal.


" Sudah kau tidak salah.. Jaga air mata mmu untuk nanti Asuna, saya yakin kau bisa sangat kuat suatu hari nanti, kau bisa mendapatkan orang yang kau sayangi seutuhnya "


Akhirnya Yuri pun menutup matanya, Yah sepertinya Yuri gagal menyelamatkan dunia.


" Yuri, saya akan membantumu untuk melenyapkannya " ucap Asuna yang memegang kedua lengan Yuri.








Detik terus berjalan menjadi menit, menit pun bertambah menjadi jam waktu terus berjalan meskipun waktu dihentikan semua makhluknya tetap hidup.


" Baik terimakasih Asuna " ucap Yuri.


" Mari kita lawan mereka "


Tiba-tiba Yuri ada di samping Asuna.


" Bagaimana bisa, kau sudah mati tadi ?? "


" Tapi tidak masalah kau tetap hidup "


" Ya Asuna maaf saya harus pura-pura mati, supaya kamu peduli dan mempercayaiku "


" Baik Asuna ayo !!! " ucap Yuri mengempalkan tangannya ke Asuna.


" Ayo mari kita bunuh iblis itu !!!! "