
" Hari ini usiaku sudah mencapai lima belas Tahun " ucap Yuri.
" Rin kekuatanku semakin besar bagaimana caraku mengendalikan kekuatanku " ucap Yuri.
" Kau akan bisa mengendalikan kekuatanmu Yuri di saat kau bertemu pria yang akan membantumu mengendalikan kekuatanmu " ucap Rin.
" Kau sama seperti dia tetapi bedanya kau adalah keturunan dewa cahaya sedangkan pria itu adalah dewa kegelapan " ucap Rin.
" Pada malam itu ada dua orang yang mendapatkan kekuatan tersebut salah satunya adalah kau " ucap Rin.
" Terus jika dia bisa mengendalikan kekuatanku apa saya bisa mengendalikan kekuatannya juga ?" tanya Yuri.
" Kau keturunan dewa cahaya kau bisa mengendalikan kekuatan cahaya di tubuhnya sedangkan dia keturunan dewa kegelapan " ucap Rin.
" Kau dan dia akan bergabung untuk melawan para iblis itu yang sudah di takdirkan " ucap Rin.
" Apa kau tahu siapa pria itu ? " ucap Yuri.
" Maaf Yuri saya tidak bisa mengetahui siapa pria itu karena takdirnya tertutup seperti takdirmu " ucap Rin.
Keesokan Harinya di tengah kota Yuri meminta Wuu untuk datang.
" Hai Yuri " ucap Wuu dari kejauhan.
" Cepat kemari Wuu kita akan melanjutkan misi kita " ucap Yuri.
" Misi apa lagi " ucap Wuu.
" Kita akan mencari kekuatan yang bagus untuk menjadi tim kita " ucap Yuri.
" Karena di tim kita sudah memiliki support kita akan mencari penyerang jarak jauh, Pemanggil, dan tipe jarak dekat " ucap Yuri.
" Kita akan mencarinya kemana " ucap Wuu.
" Kita akan pergi ke negara Jepang " ucap Yuri.
" Kau yakin bagaimana caranya kita tidak memiliki kapal bahkan sulit untuk bepergian " ucap Wuu.
" Tenang saja " ucap Yuri dan langsung pergi.
" Wuu cepat " ucap Yuri dari kejauhan.
" Rin kapal tersebut kau simpan dimana " ucap Yuri dalam telepon.
" Kapal cukup kau panggil saja " ucap Rin.
" Bagaimana cara memanggilnya " ucap Yuri yang ke binggungan.
" Itu adalah kapal ayahmu kau tinggal memanggil kapal tersebut " ucap Rin.
Yuri dan Wuu bergegas pergi ke tempat yang jarang ada penghuninya, Kemudian pergi ke tepi pantai.
" Hei Yuri kau berbohong dimana kapal mu " ucap Wuu.
" Tunggu saya akan memanggilnya " ucap Yuri.
" Kau bercanda kapal mana ada yang bisa di panggil " ucap Wuu dengan wajah kesal.
Tiba-tiba kapal itu muncul seperti teleportasi.
Wuu melihatnya merasa heran karena keanehan yang ada.
" Bagaimana bisa itu hanya ada di film-film " ucap Wuu.
" Kau tidak ingat sekarang dunia manusia sudah berubah, semua magis berdatangan " ucap Yuri.
" Sudah jangan banyak nanya cepat naik ke kapal " ucap Yuri.
" Kau bercanda menaiki kapal aneh. tersebut " ucap Wuu.
" Sudah cepat masuk atau saya tendang kamu sampai masuk ke dalam kapal itu " ucap Yuri.
" Dasar cewek galak " ucap Wuu dalam hati.
" Kenapa bengong cepat kita tidak punya banyak waktu " ucap Yuri.
Wuu pun langsung bergegas pergi seperti orang yang di kejar-kejar hantu.
" Yuri bagaimana kita mengendarai kapal ini, tidak ada awak kapal " ucap Wuu.
" Tidak ada mesin kendalinya juga " ucap Wuu.
" Dasar sudah kau diam dan duduk " ucap Yuri.
" Pergi ke Jepang " ucap Yuri.
Kapal pun pergi menuju Jepang. Portal pun terbuka.
" Yuri kau mau kemana di depan kita ada portal " ucap Wuu.
" Yuri cepat hentikan kapal ini " ucap Wuu.
" Kau berisik sekali " ucap Yuri sambil menutup mulutnya dan mengikatnya.
Ternyata yang dilakukan Yuri malah membuat Wuu semakin tidak bisa diatur, melawan hingga membuatnya capek sendiri.
Wuu terus melawan, hingga membuatnya capek dan kelaparan.
Akhirnya Wuu kelaparan, ingin makan tetapi tidak bisa. Mulutnya terkunci tidak bisa bicara.
Malam ini Wuu akan tidur dalam kondisi kelaparan, Yuri hanya melihatnya karena dia tahu Wuu sedang kelaparan.
"Bagus, pertama ini adalah pelajaranmu." gumam Yuri kemudian meninggalkannya.
Setelah beberapa Yuri tidak tega membiarkan Wuu begitu saja dan keluar memberikannya makanan.
Wuu tampak mencoba menyingkirkan wajahnya, dan mencoba menolaknya.
Tiba-tiba Yuri melihat suara ...
"Suara apa? Kau mau jika tidak ya sudah," tanya Yuri.
"Tidak-tidak berikan," jawab Wuu tetapi tidak bisa makan, dan akhirnya dibantu oleh Yuri.