
"Baiklah, mari kita keluar Asuna, Arga jaga Wuu sebentar." ucap Yuri menepuk bahu Arga.
Arga yang termenung dalam memainkan gelas, terkejut sedikit tubuhnya seperti bergerak dengan sendirinya. Seperti gerakan repleks, "Hah!" pekik Arga.
"Jaga Wuu sebentar." pinta Yuri kembali.
Arga tidak menjawab sama sekali, hanya tersenyum saja. "Ya sudah, berarti kau mau." balas Yuri yang melihat Arga tersenyum.
"Tunggu, aku belum, berbicara." tanya Arga melihat keputusan yang tidak diinginkannya.
Alis Yuri sedikit lancip melihat perkataan Arga, "Jaga dulu!" ucap Yuri menaikan nada pembicaraan.
Arga hanya terdiam menganggukkan kepalanya, Yuri dan Asuna langsung pergi keluar, untungnya halaman rumah ini cukup besar. Meskipun tidak ada air, kapal yang diberikan oleh ayahnya Yuri dapat di simpan dan dikeluarkan di mana saja.
Halaman yang hijau, sepertinya akan hancur seketika tertiban kapal yang besar. Yuri mengeluarkan sesuatu yang berada di dekat sakunya yang menyerupai ikat pinggang namun seperti tas pinggang. Alat yang berada di bahunya yang menjulur ke bawah pinggangnya, ada bulatan kecil berjumlah 3 buah, dengan warna biru, merah, dan hijau. Yuri selalu membawa alat itu, seperti alat penyimpanan yang memiliki dimensinya sendiri bisa menyimpan berbagai hal bahkan benda sebesar apa pun. Memang kapal Yuri bisa diperkecil tetapi demi keamanan tentunya Yuri menyimpannya di dalam.
Yuri memegang alatnya ketiga bulatan berwarna itu bersinar, tiba-tiba cahaya berwarna putih, terlihat sebuah kapal mewah seperti mainan. Yuri melemparkan kapal yang seperti mainan tak jauh dari halaman. Kapal yang dilempar lama-kelamaan membesar dengan sangat cepat.
"Cepat naik." Yuri menaiki kapalnya.
Yuri berjalan di depan, Asuna entah kenapa berjalan di belakang Yuri. Dari raut wajahnya seperti sedang memikirkan masa lalunya saat berada di pulau jiwa. Tentunya itu sudah lama, semenjak mereka pindah ruang dan waktu kembali ke bumi.
Yuri yang menaiki kapal dan kini berada di atas dek kapal, melihat Asuna yang menyentuh pembatas-pembatas tangga untuk menaiki kapalnya. "Cepat Asuna!" teriak Yuri melihat Asuna yang masih di bawah.
"Eh-eh iya." balas Asuna mempercepat jalannya.
"Apa kau ingat Asuna perlengkapan, dan senjatamu yang diberikan para naga berada di mana?" tanya Yuri.
"Baik ikutiku." ucap Yuri berjalan.
Asuna mengikuti Yuri di sampingnya, pandangan mereka ke depan sedikit bayangan masa lalu muncul di kepala Yuri dan Asuna.
Yuri membawa Asuna ke bawah kapal. Terlihat sebuah pintu tua yang dihiasi lambang para naga yang berada di pulau jiwa.
Yuri membuka pintunya, tentu saja cahaya kecil keluar dari pintu itu ketika membukanya. Yuri masuk terlebih dahulu meninggalkan Asuna. Asuna pun ikut menyusul, betapa herannya Asuna saat melihat ruangan dimensi di dalam pintu tersebut. Seperti memiliki dimensi tersendiri, barang-barang peninggalan dari pulau jiwa tersusun rapih seperti sebuah museum.
Yuri menarik tangan Asuna yang melihat ke seluruh arah melihat apa saja yang ada di dalam, "Cepat kau lama sekali." ucap Yuri.
"Apa kau yang menyusun ini, bagaimana kau mendapatkan tempat penyimpanan tersebut?" tanya Asuna dengan raut binggung di wajahnya.
"Ini pemberian para naga-naga yang ada di pulau jiwa. Ya, meskipun terlalu banyak. Salah satu tetua dari mereka memberikan dua alat penyimpanan." balas Yuri menjawab pertanyaan Asuna.
"Lalu mengapa kau tidak menyimpan sesuatu yang diperlukan di alat penyimpanan yang selalu kau bawa?" tanya Asuna.
"Benar juga, waktu itu aku kewalahan merapihkan semua barang yang diberikan. Kau masih tertidur, tidurmu sangat pulas sekali, bahkan kau memeluk Wuu seperti ibaratkan memeluk guling–" ucap Yuri disela perkataan Asuna.
"Sudah-sudah tidak perlu dilanjutkan, jangan beri tahu Wuu tentang itu bagaimana pun jangan diberi tahu!" Asuna menaikan nada pembicaraannya wajahnya yang memerah membuatnya terlihat imut.
"Lalu di mana tumbuhan herbal itu?" tanya Asuna mengubah alur pembicaraan.
Yuri melangkahkan kakinya ke sebuah tempat yang tak jauh dari mereka berada. Lalu mengambil salah satu tumbuhan herbal yang begitu banyak. Setelah itu ...