
Monster yang telah dikalahkan akan mengeluarkan tulang jiwa, yang dapat digunakan untuk kekuatan lainnya.
Cerberus memiliki kekuatan racun dan tiga element, es, petir, dan api.
Tulang jiwa yang bagus untuk Wuu untuk mendukung kekuatan mendukungnya.
Setelah melawan cerberus, penduduk, Yuri, Asuna dan Arga kembali ke gua.
Saat ingin pergi tiba-tiba,
"Tunggu." ucap Arga kemudian berjalan menuju cerberus yang telah mati.
"Ada apa, cepat, sebelum malam." ucap Yuri.
"Tunggu saya melihat sesuatu." ucap Arga sambil mengambil sesuatu yang tiba-tiba muncul dari tubuh cerberus yang telah mati.
Terlihat tulang jiwa roh berusia satu juta tahun. Tulang roh kategori A jarang ditemukan di dunia manusia.
Arga langsung mengambilnya dan membawanya.
Gua persembunyian, terlihat Wuu sedang membantu memasak untuk bahan-bahan buruan yang akan datang.
"Kami pulang!" teriak Arga
Penduduk yang lain mendengar teriakan orang yang sering didengar ketika setelah pulang memburu hewan, langsung menghampiri, dan melihat buruan yang akan dijadikan makanan untuk malam ini.
"Kakak, pasti cape ayok istirahat." ucap anak kecil yang melihat Arga membawa buruan.
"Makasih ya dek, tapi tunggu dulu kakak belum capek." ucap Arga yang mengelus-elus rambut anak itu.
Semua penduduk bekerja sama, untuk membuat makanan yang enak.
Hari ini buruannya sangat berbeda terlihat sangat banyak.
Arga menutupi, tulang roh jiwa yang dia dapat saat mengalahkan cerberus.
Yuri mengetahui dia menyembunyikan tulang roh jiwa, tetapi dia percaya jika tulang roh itu bagus untuk Arga.
"Lebih baik tulang roh jiwa itu untuk Arga, dilihat dari kekuatanya dia mengendalikan alam, bisa jadi setelah mendapatkan kekuatan tulang roh jiwa, ada perubahan dan penambahan element di dalam kekuatanya." batin Yuri berbicara.
"Yuri!" ucap Asuna memukul pundak Yuri yang sedang memikirkan sesuatu.
"Eh, iya apa?" tanya Yuri.
"Mikirin apa?" tanyanya kembali.
Sebelum diperjalanan menuju rumah Arga, Yuri menuju Wuu untuk meminta kekuatanya.
"Wuu apa kau bisa keluarkan makanan yang dapat menyembunyikan diri?" pinta Yuri.
"Tentu, tapi untuk apa?" tanya Wuu yang heran mendengarnya.
"Tidak biasa dia memintaku mengeluarkan kekuatan di saat tidak ada musuh." gumamnya.
"Bagaimana?" tanya Yuri.
"Baik, tunggu sebentar! Maksa banget" ucap Wuu.
"Seni makanan ketiga"
Yuri memakannya kemudian menghilang dan berjalan menuju rumah kepala desa atau Arga.
Terlihat Arga sedang duduk di halaman rumahnya, memegang tulang roh jiwa.
Yuri hanya melihat Arga memegang dan memperhatikan tulang roh jiwanya saja.
Tidak ada hal mencurigakan.
Kemudian Yuri membatalkan kekuatan menghilang Wuu. Yuri terlihat jelas didepan Arga tetapi Arga tidak menyadarinya, karena Arga masih memperhatikan tulang roh jiwa.
Kemudian Yuri memegang pundak Arga, Arga terbangun dari lamunannya.
"Siapa itu!" ucapnya.
Arga melihat kedepannya dan ternyata Yuri.
"Mengapa kau ada di sini?" tanyanya.
"Jika kau ingin tulang roh jiwa itu maka gunakanlah." pinta Yuri.
"Tidak kau bicara apa!" teriak Arga.
"Sudah tidak masalah, karena dipikir-pikir lagi tulang roh jiwa itu bagus untukmu." ucap Yuri meminta Arga untuk menyerap tulang roh jiwa itu.
Akhirnya Arga mengakuinya dan mencoba menyerap tulang roh jiwa itu.
"Bagaimana cara menyerapnya?" tanya Arga.
"Satukan kekuatanmu, dan bayangkan kekuatanmu menyatu dengan tulang roh jiwa itu, ketika sudah menyatu maka seraplah, penyerapan hanya bisa dilakukan dengan cara semedi, ada yang menyerapnya dengan sadar tetapi kemungkinan diserapnya kecil, dan akhirnya gagal. Kemudian dia mati!" ucap Yuri menjelaskan cara penyerapan tulang roh jiwa.