Paradox: Dark and Light Warrior

Paradox: Dark and Light Warrior
V2 Mencari Kekuatan Baru X



PELATIHAN PERTAMA DI PULAU JIWA


Kesulitan latihan akan dirasakan pada hari pertama kedatangan mereka ... Latihan akan seperti tempat penyiksaan, bahkan melebihi siksa neraka.


• LATIHAN PERTAMA ASUNA.


Latihan dengan rintangan dengan suhu minus seribu derajat celcius.


Asuna harus membawa barang, dan bertahan dengan serangan yang akan datang bahkan bisa membuat tubuh berhenti.


Suhu udara dan angin yang begitu dingin menyulitkan Asuna untuk bergerak.


Ditambah harus menaiki puncak gunung, dimana tempat sang naga es Lina tinggal.


Percobaan pertama tubuh Asuna tidak bisa menahan. Sang naga es Lina memberitahukan caranya, dengan bersemedi dan mengumpulkan energi alam es disekitarnya.


Asuna diharuskan untuk berlatih keras dihari pertama untuk bisa berlatih dengan sang naga api, dimana kekuatan yang sudah dipelajari dan kemampuan sang naga es Lina akan berguna di tempat yang sangat panas.


Percobaan kedua setelah semedi, tetapi tetap saja gagal ... Asuna membeku di sana, akhirnya sang naga Lina membantunya dan membimbingnya ...


Percobaan ketiga awal yang bagus Asuna dapat memanjat seperempat puncak gunung.


Namun, tetap gagal.


Asuna pun menyadari bahwa di dataran es ini ada tekanan yang begitu dingin.


"Lina ? Mengapa saya merasakan tekanan yang begitu dingin !" Asuna berteriak karena sudah hampir menyerah.


"Dataran ini adalah kekuatan jiwa, masing-masing wilayah memiliki kekuatan jiwa tersendiri."


Setelah Asuna menyadarinya bahwa, dia akan percuma saja memanjatnya karena level tubuhnya yang masih kecil.


Asuna terus bersemedi, dan mengatur nafasnya untuk fokus menyerap energi alam disana.


Penyerapan energi alam selalu diawasi Lina, karena jika tidak Asuna dapat membeku selamanya jika gagal menyatu dengan alam.


"Gagal !" teriak Lina sambil menyerangnya dengan ekor.


"Gagal ... Gagal !"


Terus berulang-ulang Asuna selalu gagal. Dua hari pun berlanjut ... Asuna masih belum bisa mengendalikan energi alam disana.


Terus mencobanya, dan selalu gagal ... Kegagalan yang selalu dirasakan Asuna mulai memperkuat tekannya untuk menjadi lebih kuat.


Dua bulan berlalu perkembangan Asuna mulai terlihat ... Dan akhirnya Asuna mendapatkan kekuatan alam es tubuhnya tahan dengan udara yang sangat dingin.


Percobaan berikutnya, percobaan tersebut tampak begitu mudah Asuna bahkan bisa mendaki setengah puncak gunung.


"Selamat anak manusia ... Kau pantas untuk mendapatkan kekuatan yang sudah ditakdirkan."


Sang naga es Lina memberikan sebuah tulang roh es tingkat S+


Tubuh itu berasal dari seorang naga es yang legendaris.


Setengah kekuatan naga legendaris itu berada di tulang roh tersebut.


Asuna mencoba menyerapnya.


Namun kekuatan yang sangat besar membuatnya kesakitan, jika gagal Asuna akan meninggal dunia. Karena energi kekuatan dan hidupnya akan diserap roh tulang es.


Berbulan-bulan Asuna menyerapnya, namun tidak ada perkembangan.


Di dalam alam tulang roh tersebut Asuna bertemu sang naga es yang legendaris.


Mereka mengobrol bersama, dan siapa yang sedang datang. Sang naga legendaris itu adalah Ichiro, Pendekar naga pertama.


Asuna mencoba mendekati sang naga tersebut.


Sang naga sudah tahu, dia akan datang.


"Hai anak manusia, apa kau akan mengambil kekuatan itu !?"


Sang naga bertanya, tentu saja Asuna menginginkan kekuatan tersebut. Jika tidak Asuna akan mati.


"Tentu saja, sudah lama saya menyerapnya ! Karena itu saya tidak ingin gagal."


Asuna menunjukkan kepercayaan dirinya kepada sang naga legendaris.


Akhirnya sang naga mempercayai kekuatannya akan diberikan kepada Asuna.


Saat berada di luar. Sang naga Lina melihat Asuna mulai menyerap roh tersebut.


Cahaya tertembak kelangit seperti suar, Saat cahaya menghilang Asuna berubah bentuk.


Seorang pemanah biasa sekarang menjadi


Pemanah pemburu perak, panahnya akan memiliki unsur energi es didalamnya.


Busurnya akan tampak seperti senjata sang naga legendaris, area dingin menyelimuti busur Asuna.


Akhirnya Asuna diberikan nama oleh Lina sebagai.


" Sang Penjaga Es."