Paradox: Dark and Light Warrior

Paradox: Dark and Light Warrior
V3 PROTECT THE WORLD XIII



PELATIHAN TERAKHIR DI PULAU JIWA.


• LATIHAN TERAKHIR YURI, ASUNA, DAN WUU


Mereka akan dilatih di tempat yang paling suci, dan bisa dikatakan tempat itu adalah tempat pelatihan naga-naga di zaman dahulu.


Paviliun pertama, tempat naga pertama yang saling berlatih, dan perdamaian para naga.


Kerja sama, Ketekunan, Menyerang, Menghindari, Membantu. Mereka akan dilatih oleh semua naga yang berkumpul, dan dibimbing.


Pelatihan pertama strategi menyerang, Yuri akan sebagai penyerang jarak dekat. Asuna penyerang jarak jauh, akan memperhatikan dan melindungi titik buta, sekaligus melindungi Wuu seorang tipe pembantu, yang akan menjadi sasaran pertama.


Pelatihan strategi bertahan, Yuri akan mengunakan perisai cahaya atau kegelapannya, Asuna akan menyerang lawan yang mungkin bisa lepas dari perlindungan, dan Wuu memperkuat atau mempercepat kekuatan Asuna dan Yuri.


Pelatihan strategi membantu, Wuu akan menjadi kunci penting karena dia memiliki kekuatan dan kecepatan, jadi dia berperan penting dalam pertarungan untuk melindungi dan membantu timnya yang dalam keadaan terkepung ataupun sekarat.


Formasi sudah terbuat, dan dinamai formasi tiga mata angin.


Pelatihan sudah sampai bertahun-tahun, kini waktunya untuk kembali.


HARI TERAKHIR


Sebelum kepulangan Yuri, Asuna, dan Wuu. Akan ada penghormatan, acara yang sudah ada dizaman pertama.


Jamuan, penghormatan, perpisahan, diakhiri peninggalan dan pemberian.


Acara begitu sederhana tapi semuanya berasal dari kekuatan para naga.


Karena sudah berakhir Yuri, Asuna, dan Wuu akan pergi. Kembali ke dunia manusia untuk melindungi umat manusia dari bahaya para iblis, monster, dewa terbuang, dan malaikat terbuang.


Sebelum perpisahan semua naga akan memberikan pemberian yang akan berharga untuk mereka.


Naga Lina memberikan bunga es, dan tanam herbal jiwa untuk membantu Wuu melindungi timnya.


"Ingat Wuu, ini hanya boleh kau gunakan saat terdesak saja!" ucap naga Lina yang memberikan bunga es dan tanaman herbal jiwa.


Naga Rexa memberikan senjata yang tidak mudah dihancurkan kepada Asuna.


"Asuna, kau lindungi timmu dari kejauhan dengan senjata ini, kau harus bisa mengunakan senjata selain panah." ucap naga Rexa yang memberikan senjata kepada Asuna.


Dan akhirnya pemberian kepada Yuri, Yuri akan diberikan oleh naga leluhur.


Naga Munyi akan memberikan setengah kekuatannya kepada Yuri, seperti pengorbanan jiwa.


Yuri merasakan kekuatan jiwa yang dimiliki naga Munyi sangat besar, dan di saat yang bersamaan. Tiba-tiba semua naga memberikan setengah kekuatan jiwanya kepada Yuri.


Yuri sekarang mendapatkan kekuatan yang sangat hebat, kekuatan jiwa para naga kini ada didalam tubuh Yuri.


Jika Yuri memilih cahaya, alam semesta akan diterangi, tapi kalau kegelapan alam semesta akan gelap.


Namun, jika Yuri memilih keduanya dia akan bisa membuat alam semesta damai.


Mereka mendapatkan tanda sebelum meninggalkan dunia jiwa, tanda itu dinamai sang penanda. Karena dunia jiwa kini akan terkunci dan tidak akan ada yang bisa memasukinya kecuali mereka bertiga yang memiliki tanda tersebut.


"Wuu, Asuna. Mari kita kembali," ucap Yuri berjalan menuju kapalnya.


"Lina, jaga dirimu," ucap Asuna yang memeluk naga Lina.


"Rexa, kau harus mengingatku," ucap Wuu yang mulai menangis, kemudian memeluknya.


"Asuna, Yuri, Wuu, jaga diri kalian! jangan sampai kalian meningal sia-sia setelah mendapatkan kekuatan dan pelatihan di dunia jiwa ini, jangan sampai kalian memalukan kami!" ucap Munyi yang kemudian mengeluarkan nafasnya ke udara sebagai tanda penghormatan.


Kemudian jaga yang lainnya juga melakukan yang sama.


Yuri, Asuna, dan Wuu hanya bisa melambaikan tangannya karena kapal sudah akan jalan dan membuka portal.


"Kita akan mengingat mereka, benar 'kan Asuna, Wuu." ucap Yuri yang menangis tiba-tiba di dalam kapal.


"Benar kita akan mengingat mereka," ucap Asuna yang kemudian memeluk Yuri.


"Wah, jangan sampai ... Kamu, selalu membuat kami emosi kayanya, apa kau mau kami buang keluar ruang waktu ini, supaya kau terkurung di sini." ucap Yuri yang menunjukkan wajah yang menakutkan.


Wuu kemudian hanya terdiam.


"Sudah, mari kita makan bersama, Wuu kalau tidak salah kau bisa masak 'kan?" ucap Asuna yang mencoba membalikkan pembicaraan.


"Wah bener tuh, kita harus merayakan hari ini, bagaimana?" ucap Wuu yang berjalan ke dapur.


"Bagus, kini Wuu sudah tidak terlalu ke kanak-kanak 'kan," ucap Yuri yang langsung berjalan ke dalam kapal.


Kemudian Asuna pun ikut ke dalam.


"Hari ini, saya harus masak apa? di sini terlalu banyak bahan yang tidak saya ketahui, apa buat daging panggang, sup? Kalau begitu buat semuanya saja."


Wuu memasak berbagai hidangan karena pusing untuk memilih.


"Wuu, apa kamu sudah selesai?" ucap Asuna yang kelaparan.


"Sabar bentar lagi!" teriak Wuu di dalam dapur.


"Kita akan melanjutkan ke Indonesia, bagaimana keadaan negara di sana? Kita harus menentukan strategi yang bagus." ucap Yuri sedang berpikir strategi apa yang bagus di Indonesia.


Mereka tidak tahu bagaimana negara Indonesia sekarang. Mereka hanya mengetahuinya melalui Televisi, itu pun diberitahukan oleh Wuu.


Ketika mereka berbincang-bincang makanan datang, Asuna langsung terlihat kaget dengan makanan yang begitu banyak. Tanpa menunggu Asuna langsung memakannya langsung.


"Wuu, kau masak banyak sekali," ucap Yuri yang melihat makanan yang begitu banyak.


"Ya, karena saya bingung ingin membuat apa? Karena itu saya membuat yang banyak, dan karena ini kita sudah menjadi lebih kuat, maka akan diadakan pesta makan, saat kita keluar dari portal kita akan bertambah tenaga."


"Ya, kau benar ... Tapi terlalu panjang, sudah makan saja," ucap Asuna yang memakan begitu banyak makanan.


"Benar mari kita pulihkan tenaga," ucap Yuri.


Mereka berpesta makanan, begitu banyak makanan yang ada.


INDONESIA


Portal terbuka, menandakan Yuri, Asuna, Wuu sudah sampai ditujuannya.


Indonesia begitu hancur, tetapi hutan-hutannya tidak terlihat hancur, hanya penduduk yang diperbudak oleh iblis.


Kerajaan-kerajaan iblis terlihat jelas, bahkan semakin banyak kerajaan yang ada.


"Sudah berapa lama kita meninggalkan dunia ini?" tanya Yuri yang kaget melihat kondisi negara yang dia kunjungi.


"Sudah lima tahun kita meninggalkan dunia ini." balas Asuna.


"Apa! Sudah lima tahun, bahkan sudah seperti ini, kita harus berusaha pasti bukan Indonesia saja yang seperti ini ... Di negara lain juga pasti sama." teriak Yuri.


"Yuri, jangan terlalu keras, bagaimana jika ada iblis yang mendengar."


"Tenang kita berada di tengah hutan." ucap Yuri yang tidak menghiraukannya.


Tiba-tiba anak panah, berjatuhan, menyerang mereka. Para penduduk yang berlindung di hutan menyangka mereka adalah para iblis.


Untungnya senjata panah, tidak mempan terhadap mereka karena tubuh mereka sudah sangat kuat dengan senjata buatan para manusia.


Para penduduk ketakutan, melihat Yuri Asuna dan Wuu yang tidak mempan diserang, takut akan mereka dibawa ke para iblis. Mereka berlari ketakutan.


"Jangan lari! Jika tidak saya akan langsung melumpuhkan kalian." teriak Yuri yang ingin menakuti mereka.


Akhirnya para penduduk yang berlindung di hutan terdiam, dan mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Yuri Asuna dan Wuu.


Mereka memahami mereka bukan iblis, tetapi mereka tidak percaya dengan Yuri Asuna dan Wuu. Karena mereka takut, kebanyakan manusia yang sudah di perbudak, patuh kepada tuanya.


Karena mereka sudah dilatih jika melawan, mereka akan merasakan apa yang mereka rasakan. Dan latihan itu adalah penyiksaan