Paradox: Dark and Light Warrior

Paradox: Dark and Light Warrior
Mencari Kekuatan Baru V



Setelah istirahat sebentar


Yuri Asuna dan Wuu bergegas menuju puncak gunung.


" Wuu cepat keluarkan jurus makananmu " ucap Yuri.


" Seni makanan pertama "


" Seni makanan kedua "


" Cepat kalian makan ini "


" Wuu kau keluarkan jurus ke tigamu diam-diam " bisik Yuri.


Asuna tidak menyadari akan ada yang aneh.


Mereka bertiga pergi secepat kilat.


" Kapten target menuju markas " bisik Asuna.


" Baik semua pasukan bersiap-siap "


" BAIK !!!! Siap laksanakan "


Akhirnya mereka datang dan di serang dengan begitu banyak tembakan.


" Seni kegelapan kedua "


" Cepat kalian berlindung di belakangku " ucap Yuri.


" Rasakan serangan pembelok ini " Teriak Yuri.


Semua pasukan terjatuh Yuri menahan kekuatannya supaya tidak ada yang mati.


Mereka bergegas memasuki menara. Tetapi saat mereka masuk terdengar suara kecapi.


Tiba-tiba area menara menjadi luas dan berpindah-pindah tempat.


" Wuu hati-hati " ucap Yuri.


" Tenang saja " ucap Wuu yang sok.


" Tidaakkkk " alasan Asuna.


Mereka semua berpisah di berbagai tempat.


Asuna dipindahkan ke tempat kaptennya.


" Kapten kenapa area ini bisa berpindah-pindah " ucap Asuna.


" Itu adalah salah satu kekuatan pasukanku "


" Kau harus terus mengikuti Yuri bawa dia kehadapanku hidup-hidup "


" Baik tuan saya akan melakukannya "


Asuna di pindahkan ke tempat yang dekat dengan Yuri. Dia merencanakan sesuatu agar bisa membawa Yuri.


" Siapa di sana " ucap Yuri.


" Akhirnya kau datang putri kegelapan "


" Katakan siapa kau "


" Namaku Hydra "


Mahluk berkepala tujuh muncul dekat sungai. Kepalanya seperti naga badannya seperti harimau dan kakinya seperti kuda.


Ternyata di balik badan Hydra ada Asuna yang pura-pura terjebak.


" Yuri tolong lepaskanku " ucap Asuna.


" Hydra kau lepaskan Asuna " ucap Yuri.


" Jika kau ingin Asuna selamat serahkan dirimu tanpa perlawanan "


Yuri menyadari ini semua adalah jebakan dan Yuri menerima permintaannya.


" Baik saya akan menyerahkan diri tetapi kau lepaskan Asuna "


Hydra langsung mengunakan kekuatannya untuk mengikat Yuri dengan segel terlarang.


" Yuri maafkan saya " ucap Asuna.


" Asuna kenapa kau menghianati kami "


" Kami percaya kepadamu "


" Saya akan percaya bila yang kau ucapkan memang benar " ucap Asuna


Asuna Hydra membawa Yuri menuju tempat kaptennya berada.


Tiba-tiba terdengar lagi suara kecapi. Asuna Hydra di pindahkan ke tempat kapten.


" Seni kegelapan keenam Mata kegelapan "


" Kapten tunjukan wajah aslimu " ucap Yuri.


" Sudah diam cepat kau berlutut " ucap Hydra.


" Saya tidak akan berlutut "


" Putri kegelapan kau datang juga " ucap Kapten tersebut.


" Saya bukan putri kegelapan, saya adalah putri cahaya dari dewa cahaya "


Asuna kaget mendengar pembicaraan Yuri.


" Yuri yang kau katakan benar, apa kau hanya berbohong " ucap Asuna yang memalingkan wajahnya ke Yuri.


" Sudahku bilang aku adalah putri cahaya dari dewa cahaya "


" Heii cepat kau buka kedokmu kapten ... Kau tidak perlu menutupinya lagi " ucap Yuri.


" Wah-wah hebat kau bisa mengetahui siapa diriku. Putri kegelapan memang hebat " ucap Kapten.


" Sudah ku bilang saya bukan putri kegelapan, kau iblis yang berpura-pura menjadi manusia cepat tunjukkan jati dirimu yang sebenarnya " teriak Yuri.


" Baik putri kegelapan" ucap kapten yang langsung berubah wujud menjadi iblis.


Asuna melihat semuanya dia merasa sudah di tipu dan pengabdian dinodai karena seorang kapten yang tidak jujur.


" Kapten mengapa kau berbohong "


" Mengapa... mengapa aku sudah berusaha untuk menjadi kuat demimu " ucap Asuna


" Kenapa memangnya apa untungnya bagiku. Kau hanya manusia yang sengaja kujadikan budak " ucap Iblis.


" Iblis katakan siapa dirimu?" tanya Yuri.


" Iblis tingkat empat penjaga gerbang pertama " ucapnya


" Lalu namamu siapa " ucap Yuri.


" Kau bisa memanggilku Handon "


" Sudah cukup kalian semua memang seorang pembohong besar " ucap Asuna.


" Seni Pemanah pertama "


" Seni Pemanah kedua "


Asuna hilang kendali menyerang sekitarnya tanpa berpikir.


Flashback Asuna


Asuna selalu mendekati orang lain, selalu mempercayai mereka.


Namun, sering mendapatkan penghianatan.


Selalu membantu, ingin rasanya dia memiliki seseorang yang dapat mengerti.


Masa kecil Asuna adalah anak yatim yang berada di jalanan, mencari orang lain dan membantunya untuk mendapatkan makanan.


Suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita dan pria yang membawanya untuk mengadopsinya, tetapi setelah lama di adopsi Asuna ditelantarkan bahkan hampir dijual.


Asuna melarikan diri, berlindung dan berdiam di bawah jembatan. Memimpikan seseorang yang dapat menerimanya, selalu mencari dia berlatih mengunakan busur yang dia temukan di dekat jembatan.


Saat Asuna menggunakan busurnya perasaan kecewanya selalu hilang, dia berlatih untuk terus menjadi orang yang kuat.


Selalu mencari cara untuk dapat diakui oleh orang lain.


Ketika dewasa Asuna selalu mengikuti pertarungan dan perlombaan dia selalu menang.


Nama pemanah angin muncul saat Asuna selalu memenangkan pertandingan apapun.


Ketika saat itu kapten Handon menemukannya dan mengajaknya untuk menjadi pasukan militer.


Di sana Asuna merasa doanya telah dikabulkan. Asuna merasakan kesenangan di sana, berlatih, bertarung, melindungi, berkumpul.


Perasaan Asuna yang semakin hari menganggap semua anggota militer di sana adalah keluarga ...


Akhir Flashback


"Sepertinya itu tidak mungkin, saya akan selalu merasakan kejadian tersebut, seandainya..." ucap Asuna dalam hati.