
Yuri mempersiapkan semua kebutuhan dia untuk melawan monster kronik yang berada di dekat sungai.
"Aku harus membawa semua kebutuhan untuk melawan monster itu." ucap Yuri.
Kuda pun menghampiri dan memberikan dia senjata cahaya milik ayahnya
"Yuri ini adalah senjata cahaya milik ayahmu, Aku akan memberikannya saat kau akan melawan kronik ... maka tepatlah ini waktunya aku memberikannya." ucap Kuda yang memberikan senjata cahaya kepada Yuri.
Senjata cahaya, Senjata ini adalah senjata milik dewa cahaya ... di perkirakan senjata ini dapat membunuh iblis tingkat satu, dengan satu serangan.
Yuri bahagia mendapatkan senjata peninggalan milik ayahnya.
"Setelah aku membunuh monster Kronik, apa aku dapat bertemu dengan ayahku?" tanya Yuri yang berharap bisa bertemu Ayahnya
Kuda hanya berpikir bahwa hal itu tidak mungkin.
"Yuri maaf jalanmu ditentukan oleh dirimu, kau mungkin tidak dapat bertemu dengan ayahmu dengan cepat." ucap Kuda.
Yuri mengetahui hal itu pasti diucapkan oleh kuda.
"Baik kuda tidak masalah, terimakasih telah merawatku hingga sekarang, aku janji, aku akan mengalahkan monster kronik itu." ucap Yuri berjalan meninggalkan kuda.
Yuri pun pergi menuju ke tempat air terjun, di sana banyak rintangan monster-monster kecil yang menghadangnya.
Xahaxaxha [ suara monster ]
Monster berwana hijau terlihat di depan Yuri ... Monster hijau adalah pembantu monster Kronik.
"Sepertinya di depanku ada monster, aku harus mengalahkannya." ucap Yuri.
"Lihat wanita itu datang seperti yang sudah di takdirkan ... penyusup ada penyusup." ucap pembantu monster.
"Jumlah mereka banyak sekali meskipun mereka kecil." ucap Yuri.
"Bunuh dia! Jangan biarkan dia memasuki portal di dekat air terjun."
Para monster itu menembakkan api biru secara bersamaan.
Perubahan Yuri masih di siang hari.
"Seni Cahaya Keempat bunga cahaya"
Perisai Cahaya.
Semua area di dekat Yuri terselimuti dinding cahaya ... semua serangan api biru pembantu monster itu tidak berguna.
"Setelah semua serangan api itu berhenti saya akan mengalahkannya dengan satu serangan."
Pedang cahaya, Tebasan satu arah
Para monster mulai berhamburan dan tergeletak jauh sekali, mereka semua sudah mati.
"Ya aku menang, aku harus segera ke tempat air terjun itu berada." ucap Yuri, berlari menuju air terjun
Saat Yuri di dekat pegunungan bebatuan. Terdapat pengawal monster Kronik. Yang tingkat kekuatannya hampir sama dengan iblis tingkat satu
"Aku kelelahan, aku harus menunggu hingga kekuatanku pulih." ucap Yuri
Yuri beristirahat di balik pohon yang hampir dekat dengan pengawal para monster Kronik, Yuri memperhatikan mereka terus dan berjaga-jaga bila persembunyian dia diketahui.
Yuri beristirahat di balik pepohonan selama setengah Hari.
Pagi pun datang Yuri melanjutkan perjalanan, dan akan melawan pengawal monster Kronik.
"Lihat ada manusia, kita harus mendapatkannya dagingnya dan beri kepada tuan Kronik." ucap salah satu pengawal monster Kronik.
"Benar bila kita dapat daging manusia, kita akan dinaikan pangkat kita menjadi pelindung portal." ucap semua monster Kronik.
"Awas menyingkir, aku harus mengalahkan kronik!" teriak Yuri.
"Enak saja bila kau ingin ke Kronik Lawan kami dulu, kau tidak akan mudah lolos dari kami karena kekuatan kami lebih kuat dibandingkan manusia yang lemah." ucap pengawal kronik.
Mendengar perkataan pengawal tersebut Yuri memancing mereka untuk mengeluarkan semua kekuatan mereka
"Keluarkan kekuatanmu secara bersamaan!" pancing Yuri yang menunjukkan kepercayaan dirinya.
"Kamu tidak akan sanggup dengan satu kekuatan apalagi kamu meminta semua kekuatan secara langsung." ucap pengawal kronik.
"Kita Lihat saja!" ucap Yuri.
"Dasar manusia sombong." ucap pengawal kronik.
"Kau itu hanya manusia, lebih baik kau menyerah."
"Benar manusia tidak akan pernah berhasil melawan kegelapan, karena mereka selalu membutuhkan kegelapan."
"Meskipun mencoba menolak, tetapi tetap saja manusia selalu berharap kepadanya."
"Sudah menyerah saja manusia, kau tidak akan menang melawan kronik lebih baik kau menyerah dan berikan kekuatanmu,"
"Jika kau ingin menyerah lebih baik menyerah, buat dirimu berguna ketika mati manusia!"
"Memang benar, tetapi aku sudah berjanji kekuatanku ini akan kukendalikan bagaimana pun caranya maupun gagal aku akan tetap melatihnya dan, aku tidak akan menyerah meskipun selalu gagal aku akan terus berjuang!" jawab Yuri yang menunjukkan aura semangat membara.