Paradox: Dark and Light Warrior

Paradox: Dark and Light Warrior
V4 Another V



Sebelum Yuri kembali ke rumah kayu, dia menghampiri iblis yang tersegel oleh tumbuhan rambat Ivy. Terlihat iblis itu seperti patung yang sudah berlumut, meskipun baru beberapa jam dia tersegel. Seperti ada efek racun di dalamnya, yang membuat iblis itu tidak bisa bergerak. Menyadari bahwa iblis itu tidak akan pergi kemana-mana, Yuri langsung berlari menuju rumah kayu.


Seperti biasa dalam benaknya Yuri menanyakan siapa sesosok perempuan yang berada di dalam mimpinya. Karena Yuri sudah pingsan Yuri berpikir bahwa itu adalah mimpi belaka, "Tidak, sepertinya dia membantuku. Tapi siapa dia?" batin Yuri terus menanyakan siapa sesosok perempuan yang menyelamatkan nyawanya.


"Siapa?, mungkin hanya mimpi saja, tapi jika itu mimpi mengapa aku tampak sehat. Seharusnya luka seperti kutukan kekuatan yang kugunakan tidak akan sembuh begitu saja. Sepertinya dia seorang Dewi." pikir Yuri dalam hatinya. "Jika benar itu Dewi, apa itu utusan ayahku? Apa mungkin seorang Dewi yang mendiami tanah Nusantara ini?" pikir Yuri kembali dalam hatinya.


Yuri kembali menuju, tempat kebun bunga mawar di mana Yuri tergeletak tidak berdaya.


Benar saja saat Yuri melihat ke bawah di mana tempatnya tergeletak, ada bercak darah yang begitu banyak. "Bagaimana pun, siapa kamu? Terima kasih telah menyelamatkan nyawaku, apa kamu seorang Dewi utusan ayahku atau Dewi yang menjaga Nusantara ini." Yuri memegang salah satu bunga mawar yang berada di dekat darah, ketika Yuri sudah tidak berdaya lagi.


Suara bisikan lembut, seketika terdengar saat Yuri memegang bunga mawar itu. "Tolong selamatkan kota ini." bisikan itu menyuruh Yuri untuk menyelamatkan kota ini.


"Kamu siapa? Terima kasih sudah menyelamatkanku, Tentu saja aku akan menyelamatkan kota ini. Karena itu memang tugasku." ucap Yuri membalas bisikan tersebut.


Suara itu tiba-tiba terdengar kembali, "Terima kasih." ucapnya. Kemudian tampak bunga mawar itu mengeluarkan wangi yang harum dan binatang-binatang menghampiri tanam bunga itu, sampai lebah sekali pun tidak ingin mengambil inti sari yang ada di bunga mawar tersebut. Sungguh pemandangan yang indah, dengan hawa tenang ketika berada di tanam bunga tersebut, "Terima kasih!" teriak Yuri meninggalkan taman bunga tersebut.


Yuri melihatnya dan menyadari bahwa dia adalah seorang Dewi kesuburan yang mendiami Nusantara ini. Yuri berhenti sebentar, kemudian membungkukkan tubuhnya seperti menghormati seorang Dewi tersebut. Setelah selesai memberikan hormat Yuri membalikkan badannya dan langsung berlari kembali ke rumah kayu.


Yuri tidak menyangka akan di selamatkan oleh seorang Dewi yang tidak dikenalnya. Bahkan dalam benak Yuri, tidak menyadari bahwa itu seorang Dewi. Tetapi akhirnya Yuri mengetahui seorang perempuan itu adalah Dewi yang menyelamatkan nyawanya dan memulihkan luka dalam yang diderita Yuri ketika terlalu berlebihan menggunakan kekuatan alam.


***


Yuri sudah berada di luar rumah kayu, melangkahkan kakinya ke atas teras rumah sambil berjalan kecil masuk sambil mengucapkan, "Selamat siang." ucap Yuri memberi salam saat masuk ke dalam rumah.


Terlihat banyak penduduk yang berada di tengah rumah, melihat Yuri yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah. Asuna yang melihat Yuri kembali langsung berlari dan memeluk Yuri dengan erat, "Ada apa ini?" tanya Yuri melihat Asuna memeluknya.


"Kamu kemana saja, kami sudah mencarimu di seluruh kota ini. Tapi tidak menemukanmu." ucap Asuna meneteskan air bening dari kedua matanya.


Arga yang melihat Yuri kembali langsung ....