OH MY CHEF

OH MY CHEF
episode 9



malam itu, dimas baru saja tiba dirumah. ibunya menyambutnya dengan banyak pertanyaan. ibu dimas ingin dimas segera menikah mengingat usinya yang sudah berkepala tiga. tapi karena dimas belum begitu memikirkan pernikahan akhirnya terjadilah perselisihan antara mereka. dimas pun memutuskan untuk kembali ke restaurant dan bermalam disana.


" kenapa? tempat ini kan milikku, jadi terserah aku mau tidur disini apa ga?" jawab dimas.


" eh.. iya chef. maksud saya kok tumben gitu". ucap panda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"jangan banyak tanya atau aku menarik ucapanku kalau kamu boleh menginap" . ancam dimas karena ia ingat alasan yang membuat dia tidur direstaurant.


"apa kau sudah makan?". tanya dimas.


" belum chef," jawab panda lesu.


"ya sudah. masaklah untuk kita berdua. itu sebagai ganti kamu tidur disini" ucap dimas lalu duduk di kursi pengunjung.


" apa? saya yang masak chef? tapi..." jawab panda setengah kaget. karena dia bingung mau masak apa, sedang kemampuan masaknya tidak begitu bagus.


" kenapa? ga mau? ya sudah siap siap angkat tasmu" ancam dimas lagi.


" iya iya chef saya akan masak." panda pun langsung menaruh ranselnya di lantai dan bergegas kedapur. haduh masak apa ya aku? kalau ga enak nanti chef dimas pasti ga mau. gimana ini? gumas panda dalam hati sambil mencari cari sesuatu yang dia saja tidak tahu. ahh. aku masak nasi goreng saja lah. kebeulan tadi kan nasinya kayaknya masih deh. panda pun bergegas mengambil nasi dan menyiapkan membuat nasi goreng. hahaha ini sajalah biar aman. gumam panda dengan tertawa tak bersuaranya.


dimas yang menunggu dimejanya sambil memainkan ponselnya. " kenapa lama sekali? bisa masak ga sih?" tanya dimas.


" bentar lagi chef" jawab panda sambil memasak. sudah tahu aku tidak pandai memasak kenapa aku yang disuruh masak? chef nya kan situ. ucap panda dalam hati. setelah memasak selesai, panda membawa dua piring nasi goreng kemeja tempat dimas duduk.


" apa ini? cuma nasi goreng aja? kenapa lama sekali? lagian ini sudah terlalu malam untuk makan nasi" ucap dimas sambil memandangi nasi goreng buatanpanda.


" perutku bisa saja buncit kalau malam begini makan nasi." ucap dimas.


" aahhh.. dikit saja chef, nanti jangan langsung tidur dong. yah.. coba dulu. sekalian chef kasih tahu masakanku ini kurang apa?" jawab panda masih merayu sambil makan dengan lahapnya.


"hah," dimas menghembuskan nafas. tapi akhirnya dimas pun mulai memasukkan nasi goreng itu kedalam mulutnya. ternyata lumayan juga masakanya. bisa masak juga ya kamu. batin dimas.


panda yang masih makan melihat dimas juga memakan nasi gorengnya, panda hanya tersenyum sambil mengunyak makananya. " enak kan chef?" tanya panda.


"lumayan" jawab dimas datar.


lumayan kok udah mau habis aja nasi gorengnya. huft. lapar apa doyan itu. " trus gimana nilainya chef?" tanya panda lagi.


" enam dari sepuluh, kurangnya banyak" jawab dimas masih datar.


masak iya enam. dasar pelit. seenggaknya kasih delapan kek. kan makananya udah kamu habisin. bstin panda.


"yah.. enam aja ya chef?" jawab panda lesu.


dimas pun tak menyadari kalau piringnya sudah bersih. hah aku menghabiskanya, kenapa aku ini. aku bahkan sudah memberinya nikai jelek. tapi malah aku habiskan. batin dimas setengah bingung dan agak malu.


" ini habis karena aku lapar bukan karena enak. oh ya besok lagi bisa kamu tambahkan acar timun biar lebih segar." ucap dimas kemudian berlalu menaiki tangga. diujung tangga. " makasih makananya" ucap dimas kepada panda.


dibawah panda tersenyum lebar entah apa yang ada dipikiranya.