
hari hari telah berlalu. tak terasa panda menginap direstaurant sudah satu bulan lamanya. karena terlalu sering bersama, benih benih cinta pun mulai tumbuh diantara mereka. tapi mereka pun tak menyadari kalau didalam hati mereka sudah timbul sebuah rasa. terkadang dimas suka marah marah tak menentu kepada panda hanya karena panda terlalu akrab dengan yang lain. tapi panda juga tidak menyadari itu karena ia merasa dimas marah mungkin karena ada yang melakukan kesalahan.
saat itu cuacanya sangat panas. mentari bersinar sangat terik. kebetulan juga restaurant lagi sepi pengunjung. para koki berkumpul tak terkecuali panda. mereka mengobrol bahkan membicarakan hal hal yang lucu.
" panda, sepertinya makan es krim enak nih. kamu mau menraktir kita kan? iya kan" reno merayu sambil merangkul pundak panda. " kamu kan baik hati" tambah reno.
" yah... kalo ada maunya aja baru memujiku. dasar. tapi... boleh juga. mumpung lagi sepi juga ya" jawab panda. " ya udah aku kesebrang sebentar ya" . tambah panda. panda pun bergegas membeli beberapa es krim.
"ya reno. kenapa kamu minta traktir sama cewek sih. dasar ga punya malu" kata bagas.
"hei.. panda kan sudah seperti adik disini. jadi tak apa lah.. iya kan" jawab reno.
" katanya playboy, tapi es krim aja minta dibelikan sama cewek. dasar hahahah" tambah angga meledek si reno.
" yaa..!! kenapa kamu membawa bawa gelar playboyku sih" jawab reno sambil memukul anggga ala ala bercanda.
tak lama kemudian panda datang membawa sekantong plastik kecil berisi es krim. semua mendapatkan es krim masing masing. kecuali dimas yang berada dilantai atas. panda lupa tak membelikan dimas es krim karena dari pagi dimas belum turun kedapur.
tanpa ada yang menyadari ternyata dimas sudah memperhatikan mereka dari tadi saat panda belum membeli es krim.
dia playboy kan , tuh kan benar playboy kan. kenapa panda dekat dengan anak itu juga sih. dimas masih menggerutu dilantai atas.
hah. mereka malah asik makan es krim. mereka bahkan tidak ingat kalau aku belum turun hari ini. dasar. kata dimas sambil berjalan menuruni tangga.
"ya..!!! kenapa kalian santai sekali?, apa pekerjaaan kalian sudah selesai?" kata dimas dengan nada agak tinggi untuk menutupu kegusaran hatinya.
mereka pun langsung kembali keposisi masing masing. tapi masih dengan es krim ditangan pastinya.
" hei.. kenpa tiba tiba marah. sini duduk sini" kata burhan. " lagian ini mumpung lagi sepi apa salahnya santai. biar rileks. iya kan", tambah burhan. " mau es krim?" tanya burhan menyodorkan es krimnya.
"tidak. kenapa juga aku makan es krim kayak gitu. aku bahkan bisa membuat yang lebih enak" jawab dimas kesal. hah,, dia bahkan tidak membelikanku. padahal semua dibelikan sama dia. batin dimas sambil melihat panda kesal.
tapi disana panda tak menyadari sesuatu. ia asik mengobrol dengan yang lain.
dimas dan burhan melanjutkan obrolan mereka. membicarakan tentang perkembangan restauran dan yang lainya. yang lain pun menjalani aktivitasnya kembali karena restauran sudah ramai pengunjung lagi. akhirnya retauran pun tutup setelah buka seharian penuh. mereka kembali kerumah masing masing, kecuali dimas dan panda.
panda berjalan menuruni tangga hendak memasak sesuatu untuk membuat makan malam. tiba tiba terdengar panda berteriak. diatas dimas terkejut mendengar jeritan panda. ia pun langsung berlari menuruni tangga.