OH MY CHEF

OH MY CHEF
episode 20



akhirnya acara pun selesai. dimas dan yang lain pulang bersama sama seperti waktu berangkat. tapi kali ini panda memilih duduk ditengah. sepanjang jalan mereka hanya membicarakan soal pengantin dan hidanganya tadi. dimas mengantar pulang mereka satu persatu karena rumah mereka jaraknya berdekatan. semua sudah turun kecuali panda. panda yang tadi duduk dibelakang akhirnya pindah kedepan.


dalam perjalanan mereka berdua diam tanpa ada yang bersuara. panda memilih melihat keluar jendela.


"hei, kamu kenapa?" tanya dias lembut.


" tidak apa apa" jawab panda masih melihat luar jendela.


" kenapa dari tadi diam saja? wajahnya juga seperti orang sedang marah?" tanya dimas.


"tidak" jawab panda ketus.


"kamu ini kenapa? tadi waktu berangkat baik baik saja. kenapa pulang marah begini?" ucap dimas dengan nada agak meninggi.


panda hanya terdiam. ia masih melihat luar jendela.


karena tidak ada jawaban dari panda dimas menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


" kamu marah padaku?" dimas bertanya lagi. panda pun masih diam. " ya!! kamu ini kenapa? jawab dong! memangnya apa salahku sampai kamu marah begini?" tanya dimas mulai kesal.


"chef,, apakah chef benar benar menyayangiku dari awal? atau saya hanya pelampiasan saja?" tanya panda kemudian memalingkan wajahnya kearah dimas. matanya sudah mylai berkaca kaca.


" apa maksud kamu?" tanya dimas bingung. "pelampiasan apa maksud kamu?" tambah dimas makin bingung.


"pelampiasan dari nona waktu itu? yang hendak chef lamar waktu itu" ucap panda. akhirnya air matanya pun mulai jatuh.


"sofi maksud kamu?" tanya dimas dan tak ada jawaban dari panda. " aku sudah tidak menyayanginya lagi. rasa itu juga memudar saat aku melihat dia dengan pria lain". dimas berusaha menjelaskan tapi masih belum ada jawaban dari panda. " pelampiasan? kamu? tentu saja bukan" dimas meraih tangan panda dan menggenggamnya erat. " hei.. kenapa berfikir seperti itu?" tanya dimas lembut.


dimas mengernyitkan dahi. " hahaha,,, apa kau sedang cemburu sekarang?" dimas sambil tersenyum lebar. ia sudah mengerti penyebab kemarahan panda.


"kenapa tertawa? tidak" jawab panda lalu membuang muka lagi keluar jendela.


dimas meraih tangan panda lagi ia membelai tangan panda mesra.tak lama kemudian ia menjalankan mobilnya lagi. panda tambah kesal karena tak ada tanggapan jawaban dari dimas. dimas hanya senyum senyum sambil melajukan mobilnya. saat melewati restaurant panda bingung. kenapa tidak berhwnti? mau kemanam batin panda penasaran. ia memilih diam karena sedang menahan kesalnya.


akhirnya dimas berhenti disebuah taman kota. mereka turun dari mobil. dimas meraib tangan panda dan menuju taman.


"chef,,," panda melepaskan genggaman tanganya.


"kenapa?" tanya dimas sambil tersenyum lagi. tidak ada jawaban dari panda. wajahnya terlihat kesal, karena dari tadi ia menunggu penjelasan gandengan tangan tadi.


"hahaha,,, kamu menggemaskan sekali" dimas merangkul bahu panda dan menarik panda. "aku suka kamu cemburu" tambah dimas.


apa? kenapa malah tertawa lagi sih? suka apa maksudnya coba? batin panda.


karena tidak ada jawaban dari panda, dimas mencoba menjelaskan tadi. "hei. lihat aku" dimas memutar tubuh panda menghadap kearah dimas membuat pandangan mereka bertemu. " aku sudah tidak ada perasaan lagi dengan sofi. dan aku bnar benar menyayangimu. soal yang tadi,,, itu kan dia yang menggandengku. aku bahkan tidak meresponya" jelas dimas.


" tapi chef membiarkanya" ucap panda.


" hahaha kamu ini kenapa menggemaskan sekali,,sini!" dimas kekudian memeluk panda. " aku benar benar menyayangimu panda. apa itu tidak cukup?" kata dimas lembut.


"chef,,, malu dilihat orang banyak" panda mendorong pelan tubuh dimas.


"biarkan saja, sudah ya jangan marah lagi" dimas menggandeng tangan panda lalu berjalan menuju sebuah kursi taman.