
dibawah saat panda menyalakan air tida tiba kran airnya lepas dan airnya pun langsung menyembur wajah panda. dimas yang berlari menuruni panda ia langsung mendekati panda. ia khawatir terjadi sesuatu pada panda.
" kenpa?" tanya dimas.
"ini chef kranya lepas" jawab panda menunjuk tanganya yang menutup kran yang lepas.
" ahh.. sini biar aku saja" kata dimar sambil meraih kran yang dibawa panda. dimas langsung memasang kembali kran itu. tak lama kemudian kran selesai dipasang. dimas langsung berbalik menghadap panda.
" kamu tidak apa apa?" tanya dimas cemas.
" tidak chef. hanya basah sedikit" jawab panda sambil memegang rambutnya.
" sini biar aku keringkan", ucap dimas lalu meraih tisu dimeja dan menarik panda mendekat.
" tidak usah chef biar saya saja", jawab panda dengan wajah menunduk karena jantungnya berdegub sangat kencang.
"sini!, kau hanya perlu diam saja" dimas langsung meraih rambut panda dan mengeringkanya dengan tisu. bahkan kamu sangat cantuk saat basah begini, hah gemas sekali batin dimas dan tanpa ia sadari ia pun tersenyum senang.
panda sangat malu, ia pun hanya menunduk, dan tanpa ia sadari juga wajahnya pun ikut memerah.
" oh.. chef,, chef juga basah.. biar saya keringkan baju chef" ucap panda sambil mengelap baju dimas pakai tisu. dan juga untuk mengatasi rasa canggungnya.
tiba tiba gerakan mereka semua terhenti saat pandangan mereka bertemu. mereka saling diam untuk beberapa saat. lalu dimas mulai membelai rambut panda dan menyelipkanya di belakang telinga. panda yang terlihat malu hanya menunduk dan tersenyum.
saat panda hendak bicara sesuatu, panda melihat kearah dimas. pandangan mereka bertemu lagi. " ehmm,, " kata kata panda terhenti karena tiba tiba dimas mencium bibir panda dengan lembut dan mesra. sesaat panda juga ikut menikmatinya. tetapi setelah sadar yang ia lakukan, panda mendorong dimas pelan dan berlari ke lantai atas.
setelah sampai dilantai atas panda pun berhenti, ia menoleh kearah dimas dengan wajah memerah.
dimas memegang tanganya lalu berkata, "maaf, aku sudah lancang, tapi,,, apa kamu marah?" tanya dimas lembut.
"maafkan saya chef. maafkan saya. saya yang lancang dan terlalu berani" jawab panda dengan wajah tertunduk.
kemudian dimas mengangkat dagu panda dengan lembut dan mengarahkan wajahnya agar pandangan mereka bertemu.
" hei, jangan salahkan dirimu. aku yang mememulainya. aku melakukanya bukan tanpa alasan. aku sayang sama kamu, apa kamu menerimaku?" tanya dimas tanpa basa basi.
panda pun langsung kaget dibuatnya. matanya terbelalak memandangi dimas, saking tidak percayanya. " ta,,pi,,, chef?" jawab panda gemetar.
"aku tak tau kapan perasaan ini muncul, aku sering cemburu melihat kamu terlalu dekat dengan kunyuk kunyuk itu, jantungku juga berdegub kencang saat berada didekatmu, bahkan aku senang saat kau bertingkah sangat menggemaskan. sekarang aku baru sadar kalau itu semua karena aku menyayangimu", jelas dimas panjang lebar.
tak terasa panda meneteskan air mata dan tak berkata apa apa. ia tak mampu membuka mulutnya untuk menjawab kata kata dari dimas.
" hei,,, kenapa menangis?" tanya dimas sambil mengusap air mata panda dengan ibu jarinya. kemudian ia memegang wajah panda dengan kedua tanganya. " apa kamu tak menyukaiku?, ini pasti aneh ya buat kamu. tapi aku serius, apa kamu juga menyayangiku?" tanya dimas lembut.
sontak panda langsung menganggukkan kepala cepat. ia menangis karena sangat bahagia dan terharu. ia kira perasaanya yang timbul baru baru ini hanya akan bertepuk sebelah tangan. tapi justru perasaanya dibalas dengan cepat. kemudian panda langsung tersenyum lebar yang menggambarkan kebahagiaan luar biasa dalam dirinya.
dimas langsung memeluk tubuh panda yang kecil itu sambil tersenyum. " benar, kamu melakukan hal yang benar, terimakasih sudah menyayangiku juga" kata dimas sambil membelai rambut panda.