
saking senangnya panda juga memeluk tubuh dimas erat. mereka merasakan kebahagiaan bersama. pelukan itupun berjalan beberapa menit dengan senyuman terpancar diwajah mereka.
" kamu sudah makan?" tanya dimas sembari melepaskan pelukanya pelan pelan.
"belum chef, tadinya saya kebawah mau memasak", kawab panda sambil mengusap air matanya.
"ya sudah. hari ini aku akan membuat makanan spesial untukmu, ayo turun", dimas memegang tangan dimas dan menuruni tangga. wajahnya terpancar aura yang sedang kasmaran. memang ekspresi tidak pernah berbohong. begitu pula dengan panda. ia tidak berkata apa apa dan menuruti dimas saja.
sampainya didapur dimas langsung menyiapkan bahan bahan yang mau ia masak. panda pun hendak membantu dimas tapi dimas menolaknya.
"jangan, kamu duduk saja dan tunggu disana. aku kan sudah bilang akan membuatkan makanan spesial buat kmau, jadi diamlah disana dan tunggu makananya datang, ok!" kata dimas sambil.menunjuk kearah sebuah meja.
"baiklah,, sepertinya malam ini aku akan jadi pengunjung yang spesial" jawab panda dengan senyuman lebar diwajahnya. iapun berjalan kearah meja dan menunggu disana. panda hanya duduk terdiam menunggu makanan datang. tentunya dengan wajah kasmaran dan bibir yang tersenyum malu mengingat kejadian tadi. begitu juga dengan dimas. ia tak bersuara apa apa saat memasak. selain fokus memasak ia juga senyum senyum malu mengingat kejadian tadi juga.
setelah beberapa waktu memasak pun selesai. dimas membawa satu piring makanan mendekati panda. ia menaruh piringnya dimeja dan menggeser kursi kesebelah panda.
" kok cuma satu chef?" tanya panda. " chef tidak makan?" tambahnya penasaran.
" tentu saja makan, aku mau makan dari tanganmu" jawab dimas sambil tersenyum.
"mau disuapin?" jawab panda membalas senyuman dimas. akhirnya mereka pun makan berdua dengan mesranya.
"kamu imut sekali, kenapa mereka memanggilmu panda, kau bahkan lebih imut dari panda." suara dimas pelan sambil membelai rambut panda yang masih bsah kemudian menyelipkan di telinga panda.
" ya... aku kan hanya mengikuti mereka saja" jawab dimas mencari alasan. " memangnya kamu mau aku panggil apa? sayang?" tanya dimas sambil mendekatkan wajahnya hampir menempel wajah panda.
" ahh,, tidak tidak chef, panggil panda saja. akan lebih nyaman" jawab panda sambil mendorong pelan tubuh dimas.
" kenapa? kamu tidak mau aku panggil sayang?" tanya dimas dengan nada kesal.
" bukan begitu chef, apa kata yang lain nanti kalau tahu kita pacaran" jawab panda. "saya belum siap kalau yang lain mengetahuinya", tambah panda.
" memangnya kenapa dengan yang lain. tidak usah hiraukan mereka", ucap dimas.
" iya chef,,, tapi bagaimana kalau kita rahasiakan dulu dari yang lain. bagaimanapun saya belum siap chef, apa kata mereka nanti kalau tau chef pacaran dengan karyawanya sendiri," jelas panda panjang.
"hei,, kenapa bilang begitu. tidak usah hiraukan kata orang lain. yang penting kamu menyayangiku itu sudah cukup bagiku." jawab dimas kemudian menggenggam tangan panda.
" tapi tak ada salahnya kan chef, kita rahasiakan dulu saja ya sampai nanti kira kira saya sudah siap, ya chef,, ya" ucap panda merayu demgan wajah imutnya.
" baiklah,, terserah kamu saja. selama kamu senang aku akan menurutinya" kata dimas sambil tersenyum.
" makasih chef".. kata panda. dimas kembali memeluk tubuh kecil panda. ia sangat bahagia, kelihatan dari wajahnya yang senyum tersipu. tanganya pun tak berhenti membelai rambut panda.