
“bukankah itu sofi kan dim?” Tanya burhan sambil menunjukkan keberadaan sofi.
Dimas spontan langsung membalikkan badandan mencari keberadaa sofi, dimas pun tersenyum karena dia mengira sofi sendirian. Tiba tiba wajahnya berubah menjadi masam setelah melihat sofi jalan berdua dengan seorang pria dan begitu mesranya. Dimas tidak melepaskan pandanganya mengikuti gerak sofi, bahkan ia juga melihat pria itu mencium kening sofi. Setelah sofi memasuki sebuah took baju dan sudah tak terlihat dimas pun membalikkan badan lagi.
“apa kau sengaja han? Kau sudah lama tau?” Tanya dimas pada burhan dengan muka lesunya.
“ehmm,,, maafkan aku dim. Aku tidak terlalu berani untuk berterusterang padamu tentang ini”, jawab burhan santai.
“jadi ini alasanmu tak pernah mendukungku dengan sofi?”, dimas kemudian menyandarkan kepalanya disofa dan menghela nafas panjang.
“maaf maaf,,, hei kau beruntung acaramu kemarin gagal, iya kan, harusnya kau berterimakasih sama panda,,karena dia sudah menyelamatkan kisah cintamu,, hahahah” , ucap burhan.
“apa maksudmu itu, ayo pulang saja rasanya aku capek sekali hari ini”, ajak dimas.
“baiklah-baiklah ayo kita pulang, biar yang galau ini bisa menangis” ucap burhan sambil meledek dimas.
Dimas spontan langsung memukul kepala burhan.
“ya!!!” kata dimas sambil jalan menuju area parkir.
Mereka pun pergi meninggalkan mall, burhan pun langsung pulang kerumah setelah mengantarkan dimas kerumahnya.
diranjang nya, dimas masih dihantui kata kata burhan waktu dimall. kenapa juga aku harus berterimakasih pada anak itu? apa? menyelamatkan? hah beelwbihan sekali si burhan. kenapa aku bisa tidak tahu kalau sofi sudah punya kekasih lain? selama ini kenapa dia memberi harapan kepadaku? seolah olah dia juga suka padaku? gumam dimas kesal. "haish.. sial!!".
hari telah berganti aktivitas direstaurant berjalan sebagaimana mestinya, hari ini dimas turun kedapur, ia membantu menyiapkan pesanan pengunjung. tentu saja karena ia merasa bosan diatas sendirian.
" maksud kamuaku tidak keren kalau tidak memasak?" jawab dimas datar tanya melihat panda.
"bukan bukan, bukan begitu maksud saya chef. tentu saja chef selalu keren kapanpun. tapi kalau lagi masak gini kerenya tambah," jawab panda dengan mengacungkan kedua jempolnya.
entah darimana datangnya tiba tiba sofi sudah berdiri disamping panda tanpa ada orang yang menyadarinya. " kamu masih belum memecatnya dimas?" tanya sofi kesal melihat panda.
" kenapa aku harus memecatnya? pekerjaan dia bagus selama ini". jawab dimas sambil memasak.
" tapi dia sudah merusak acara kita kemarin, apa kamu ga marah?" ucap sofi dengan nada yang sudah meninggi. " kenapa kamu masih membela anak ini? padahal sudah jelas jelas dia bersalah. tunggu.. kamu tidak menyukainya kan dim?" tanya sofi lagi.
sontak dimas langsung menghentikan memasaknya dan mematikan api kompor. kemudian menatap wajah sofi dan berkata.
" ya.. aku memang lebih menyukainya. apa kamu terganggu sekarang?" jawab dimas datar.
" apa?" sofi kaget. "kenapa selera kamu tiba tiba berubah begini sih dim. dia kan bukan tipe kamu, dia juga ga level sama kamu". jawab sofi tak percaya. ia pung langsung mlihat panda meremehkan.
dimas pun tak menghiraukan ucapan sofi, ia hanya fokus plating makanan yang ia masak tadi.
"dim.." seru sofi memanggil dimas.
" jangan ganggu aku, apa kamu tak lihat aku sedang sibuk?", jawab dimas dengan santainya.
karena kesal dengan perkataan dimas, sofi pun berlalu dengan kemarahanya tanpa mengucapkan apapun lagi.