
Disuatu pagi yang cerah, terdengar alarm berbunyi dari sebuah kamar kost putri.
"huaaĆ mmm..." sambil menutup mulut rifanda pun bangun dari tidurnya, kemudian mematikan alarm. setelah itu ia bergegas pergi mandi. setelah selesai mandi, berdandan ia pun segera berangkat menuju restaurant tempat ia berkerja. jarak antara kost dan restauran tidak begitu jauh. rifanda hanya butuh waktu setengah jam kalau naik ojek atau taksi.
setelah sampai di restaurant, kebiasaanya pun tak pernah terlupakan yaitu menyapa para karyawan restaurant satu persatu tanpa terlewatkan. setelah itu ia ganti baju dan langsung memulai bekerja. membersihkan meja, merapikan tisu dll.
akhirnya pukul delapan pagi pun telah tiba, saatnya membuka pintu restaurant. karena restaurant ini buka jam delapan pagi dan tutup jam delapan malam.
Pagi itu belum ada pelanggan yang datang. di dapur
"semangat kak", ucap rifanda sambil mengangkat tangan mengajak tos kepada salah satu koki bernama bagas.
"semangat dong panda", jawab bagas sambil membalas tos rifanda.
"oh ya kak, hari ini menu spesial kita apa nih". tanya panda kepada bagas.
" ehmmm,, ", jawab bagas sambil memikirkan menu.
" hei panda, jangan tanyakan menu spesial kita kepada bagas. tanyakan saja padaku karena aku ahlinya, hahaha", sahut salah satu koki bernama reno.
" ya!! ahli apa kamu? ahli godain wanita iya,," jawab angga sambil menepuk bahu reno.
spontan semua orang langsung tertawa.
" enak saja kamu ngga, kamu pasti iri kan sama aku, karena kamu ga berani godain cewek", jawab reno membela diri. tapi jawaban dari reno malah membuat semua orang kembali tertawa. reno pun malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" hei kalian... apa yang membuat kalian senang seperti ini?", tanya kak burhan selaku manajer restaurant, sambil jalan mendekati mereka.
" ini kak, reno sombong karena keahlianya godain cewek" , jawab panda sambil tersenyum meledek reno.
spontan kata kata dari kak burhan langsung membuat semua orang tertawa dan kembali meledek reno. tanpa mereka sadari ada seseorang datang . dia adalah chef dimas pamungkas pemilik restaurant ini. dia berjalan menuju lantai atas tempat ia bekerja dan istirahat.
"sudah sudah, jangan bercanda terus, bantu dodi sana menyiapkan bahan bahan" kata chef dimas saat berhenti di depan tangga.
dodi sedari tadi tidak ikut mengobrol diantara mereka, dodi memang agak pendiam.
waktu telah berlalu. karena banyak pengunjung waktu tersa cepat mereka lalui. saat pelanggan sepi, panda mendekati kak burhan.
sambil setengah berbisik ia bertanya kepada kak burhan " kak.. chef dimas sudah punya pacar belum sih?".
" kenapa?? kamu suka sama dimas? tubuh kecilmu ini mana cocok dengan dimas yang tinggi itu,, hahaha" jawab kak burhan sambil mengusap rambut panda.
" aahh.. kak burhan. rambutku jadi berantakan." jawab panda sambil merapikan rambutnya. " jangan gitu dong kak, kalau badanku kecil kan enak malahan kalo mau gendong." kata panda sambil tersenyum.
" siapa juga yang mau gendong kamu? kurang kerjaan amat. sudah sudah jangan menghayal yang tidak tidak. kerja lagi sana". kata kak burhan sambil mendorong tubuh panda.
" hehehe iya iya.. " jawab panda sambil berjalan.
setelah sampai di dekat meja dapur, " aku mau kok gendong kamu pan", kata dodi sambil memasak. dodi memang suka sama panda sejak pertama mereka bertemu. meskipun dia agak pendiam tetapi dodi sering melihatkan tanda bahwa ia menyukai panda. bagi panda dodi sudah dianggap seperti kakak baginya. jadi apapun yang dikatakan dodi selalu dia anggap sebagai candaan saja.
" hemm,,,,, ? kamu mau di.. makasih dodi.. " jawab panda sambil melihatkan ekpresi imutnya.
hari hari telah berlalu. keakraban para karyawan dak keceriaan panda selalu mengisi hari hari mereka.
suatu ketika tiba2 siang hari chef dimas meminta burhan untuk menutup restauran. karena nanti malam chef dimas akan melamar seseorang di restauranya.