
"capek banget ya chef?" tanya panda perhatian.
"heem.." jawab dimas setelah menyruput kopi.
"andai saja saya bisa membantu" ucap panda.
"tentu saja bisa" jawab dimas laku melihat kearah panda. "bisakah kamu memberiku asupan energi?" tanya dimas sambil membentangkan kedua tanganya meminta sebuah pelukan.
hah asupan energi apa maksudnya? batin panda bingung. "chef mau saya buatkan apa?" akhirnya panda bertanya.
"hahahaha,,sini" dimas langsung memeluk panda. panda pun hanya terdiam bingung. "peluk saja aku, salurkan energi ketubuhku" bisik dimas ditelinga panda.
dibalik punggung dimas panda hanya tersenyum malu karena dia gagal paham dengan yang dimas maksud. akhirnya panda pun membalas pelukan dimas. pelukan itu pun berlangsung beberapa menit. setelah melepaskan pelukanya dimas mengangkat dagu panda dan mendekatkan wajahnya.
"sepertinya pelukan saja tidak akan cukup" ucap dimas.
panda hanya mengernyitkan dahi kebingungan. maksudnya?? batinya bertanya. tiba tiba dimas mencium bibir panda lembut. panda yang terkejut hanya bisa meremas ujung baju dimas yang dipegangnya. panda pun larut mengikuti hasratnya. dimas memindahkan tanganya kepinggang panda, menarik tubuh panda lebih dekat lagi. ciuman malam itu berlangsung cukup lama. setelah melepaskan bibir panda, dimas melihat wajah panda hangat. dimas melihat mata panda masih terpejam. kemudian dimas kembali memeluk panda dengan hangat dan lembut. panda pun juga membals pelukanya.
"trimaksih ya" bisik dimas. dan hanya anggukan kepala panda balasanya.
"sudah malam tidurlah sana" ucap dumas sambil melepas pelukanya.
"heem..,, chef juga tidur ya" jawab panda.
"iya sebentar lagi, tidur yang nyenyak. mimpikan aku" ucap dimas.
panda hanya menganggukkan kepala dan tersenyum sambil berjalan keluar ruangan. kejadian tadi terus terngiang dipikiran panda. dia terus senyum senyum sendiri. begitu juga dengan dimas. setelah menyelesaikan pekerjaanya ia pun membersihkan diri kemudian tidur.
hari telah berganti. burhan sudah pulang dari bulan madunya. hari pertama ia masuk kerja disambut canda dan ledekan dari rekan kerjanya.
"cieee.. yang habis bulan madu" ucap reno saat melihat burhan datang.
burhan hanya melambaikan tangan dan tersenyum lebar.
" ya!! pertanyaan macam apa itu? tentu saja menyenangkan, iya kan?" sahut bagas.
"hei.. memangnya kamu sudah pernah bulan madu apa" ucap reno tidak terima.
" hahahaha kalian ini. tentu saja menyenangkan. karena bulan maduku kan dengan seorang istri" jawab burhan menyombongkan diri. karena baru dia yang sudah menikah diantara mereka. " makanya buruan nikah biar tau rasanya bulan madu" tambah burhan sambil tertawa.
"hahaha bener itu kak. makanya cepetan nikah" panda ikut tertawa.
" kamu ini anak kecil tau apa?" jawab reno sambil memukul kepala panda pelan.
"ya!!" panda mengelus kepala yang dipukul reno.
"kau ini kenapa memukul wanita?" ucap angga.
dodi mendekati panda. " kamu tidak apa apa?"
" aku kan cuma bercanda lagian ga sakit juga kok. iya kan pan?" jawab reno membela diri.
"uuhhh sakit" jawab panda berpura pura, mencari perhatian.
dodi ikut mengelus kepala panda pelan.
tiba tiba dimas dari lantai atas berjalan menuruni tangga.
"ehem.... " dimas berdehem saat melihat dodi menyentuh kepala panda. " kenapa ramai sekali? oh ada kamu han, sudah puas bulan madunya?" tanya dimas dengan wajah datar. yang sebenarnya kekesalan itu ditujukan pada panda.
"ya!! jangan marah.. maaf aku cuti terlalu lama, apa pekerjaanmu menumpuk?" tanya burhan sambil merangkul bahu dimas.
"tentu saja" jawab dimas. "kalian.. sana kerja" ucap dimas mengusir yang lain. tanpa berani menjawab apa apa mereka pun langsung pergi dan memulai pekerjaanya. kemudian dimas mengajak burhan naik kelantai atas membicarakan pekerjaan.