OH MY CHEF

OH MY CHEF
episode 16



setelah selesai makan panda membersihkan meja dan mencuci piringanya. panda dan dimas pun menaiki tangga dengan bergandengan tangan. setelah sampai dilantai atas mereka saling memandang satu sama lain.


" apa kamu sudah mau tidur?" tanya dimas.


"tidak chef. mungkin sebentar lagi" jawab panda.


" duduk situ dulu yuk" ajak dimas sambil menunjuk kearah balkon.


" panda hanya mengangguk dan tersenyum. langkahnya pun mengikuti kemana dimas pergi.


mereka duduk bersebelahan sambil menatap langit yang terang dan dipenuhi banyak bintang. cuaca malam itu sungguh seirama dengan perasaan mereka berdua.


sambil bersandar dikursi dimas bertanya. " sepertinya kamu bahagia sekali, apa kau sebahagia itu sekarang?" karena sedari tadi wajah panda sumringah penuh senyuman. sebenarnya tanpa dimas sadari wajahnya pun juga begitu.


panda lagi lagi hanya menganggukkan kepala dan tersenyum. dimas pun meraih kepala panda pelan dan meletakkanya dipundak dimas. lalu ia membelai rambut panda lagi.


"kenapa kamu sangat menggemaskan, rasanya aku ingin selalu memelukmu", ucap dimas.


panda langsung memeluk tubuh dimas. "hehehe,, kamu selalu bisa membuatku senang." kata dimas


setelah hampir satu jam akhirnya panda merasakan ngantuk yang lumayan berat. ia pun tiba tiba menguap.


" kamu sudah mengantuk?". tanya dimas.


" iya chef, tidur yuk" ajak panda sambil melepaskan pelukanya.


" kamu mengajakku tidur bersama?" tanya dimas


"chef... tentu saja tidak. saya tidur dikamarku dan chef tidur dikamar chef" jawab panda.


"hahaha, baiklah. lagian aku cuma bercanda" mereka berjalan menuju kamarnya. setelah sampai didepan kamar panda. " mimpikan aku! ok" ucap dimas.


"kau ini, sudah tidur sana" ucap dimas.


spanda sudah memasuki kamarnya, sebelum menutup pintu ia melambaikan tanganya kepada dimas. begitu juga dengan dimas. kemudian panda pun menutup pintu dan dimas berjalan menuju kamarnya.


aaahhh... apa aku mimpi sekarang?? tapi apa benar chef dimas menyayangiku? aaahhh ... panda bertanya pada dirinya sendiri. ia pun senyum senyum sendiri menuntaskan kebahagiaanya.


dikamar dimas. saat ia berbaring diranjangnya. dimas pun masih senyum senyum bahagia. hah kenapa jantungku berdebar kencang sekali tadi. dasar. bahkan tadi aku takut dia menolakku. kukira akan butuh waktu lama. ternyata secepat ini. dimas berbicara sendiri.


keesokan harinya aktivitas berjalan seperti biasa. semua bahagia dengan kesibukan masing masing. sesuai permintaan panda, dimas dan panda pun merahasiakan hubungan mereka. saat dimas memasak tak jarang sesekali ia melihat panda dan tersenyum. begitu juga dengan panda. tapi panda lebih sering membuang muka saat dimas tersenyum padanya. ia takut yang lain akan curiga karena tingkah dimas.


"dim,, datanglah kepesta pernikahanku" kata burhan sambil menyodorkan sebuah undangan.


"ya... kau menikah? bahkan kamu tidak pernah pacaran? lalu kau menikah dengan siapa?" ganya dimas tidak percaya dan meraih undangan yang diberikan burhan.


sontak yang lain juga ikut kaget mendengar burhan akan menikah. mereka berjalan mendekati burhan dan dimas. kebetulan saat itu sedang sepi pengunjung.


" hahaha.. aku memang tidak pernah pacaran, tapi aku dekat dengan seseorang sudah lama sekali. saat aku mengungkapkan cintaku ternyata dia juga mencintaiku dim.. dan sekarang kita sepakat langsung menikah saja". jelas burhan.


"wahhh.. hebat sekali kamu. tak kusangka kau bisa menjerat wanita juga" uvap dimas sambil merangkul burhan.


"kak burhan, apa kita juga diundang?" tanya panda bersemangat.


" tentu saja. ini undanganya" jawab burhan lalu membagikan undangan sesuai nama yang tertulis.


"assikk... " ucap panda sambil membuka undanganya. " cantiknya.." ucap panda setelah melihat calon mempelai wanita. " selamat ya kak burhan" tambah panda.


burhan hanya tersenyum bahagia. kemudian semua berjabat tangan mengucapkan selamat kepada burhan.