
selesai makan mereka kembali lagi ke kamar hotel. keduanya gosok gigi dan mencuci muka. selesai dengan itu mereka pun langsung tidur diatas ranjang, panda menarik selimut setinggi dadanya.
"apa sudah mau tidur?" tanya dimas kepada panda. karena dimas sendiri tidak bisa tidur, entah memikirkan sesuatu atau mencari solusi menenangkan juniornya itu.
" belum". jawab panda sambil menggelengkan kepalanya.
"oh iya. kemarin mama menyuruh kita tinggal di rumah setelah menikah, kalau kamu maunya bagaimana? kita beli rumah sendiri atau ikut mama?" tanya dimas sambil membelai rambut panda.
"terserah chef saja". panda langsung menutup mulutnya. ia sadar membuat kesalahan karena memangil suaminya chef. "hehehe sayang" panda mengulang panggilanya. " tapi sayang daripada membeli rumah baru kenapa tidak tinggal direstaurant saja?" tanya panda.
"restaurant terlalu sempit untuk ruang privasi kita. kita kan sudah menikah." jawab dimas.
"aahh.. benar juga. terserah kamu saja sayang, saya akan selalu ikut kemana pun kamu pergi" jawab panda dengan wajah menggemaskan.
"hah. kamu ini bukanya menenangkan aku, malah sekarang kau menggodaku" dimas membuang nafas. tapi senyum dibibirnya tidak bisa ia tutupi. "bagaimana kalau dirumah mama saja. kasihan mama sendirian dirumah". jawab dimas.
"heem.."jawab panda menganggukkan kepala. "ayo tidur sudah malam sayang" ajak panda.
"bagaimana aku bisa tidur kalau ini saja sejak tadi berdiri setiap melihatmu" jawab dimas sambil menunjuk juniornya.
panda tiba tiba malu melihat arah tangan dimas, wajahnya pun memerah seketika. kemudian panda mendekatkan tubuhnya, ia memeluk erat tubuh dimas. wajah tepat berada di dada yang bidang itu.
"bagaimana kalau begini?" tanya panda dengan wajah sembunyi didada dimas karena malu.
"hahaha kamu selalu bisa membuatku merasa nyaman. baiklah.. lupakan ini ku.. ayo tidur". jawab dimas sembari membalas pelukan panda.
sampainya dirumah bu rani, dimas dan panda disambut hangat oleh mamanya. pembantu dan security dirumah itu pun ikut menyambut kedatangan mereka.
"kenapa pulang malam malam begini sih dim, lagian bukanya bulan madu kalian belum selesai? masa cuma dua hari saja?" tanya mamanya saat duduk disebuah sofa.
"iya mah, dimas sudah bosan. bulan madunya diganti kapan kapan saja" jawab dimas yang juga ikut duduk disofa. panda juga duduk disamping dimas.
"panda sini dong duduk samping mama" kata bu rani sambil menepuk sofa disampingnya.
sambil ragu ragu panda pun berpindah tempat duduk. panda masih merasa sedikit canggung dengan mertuanya.
"senangnya,, akhirnya sekarang mama sudah punya anak perempuan, kamu jangan kaku begini dong nak, anggap mama ini seperti ibumu sendiri ya" ucap bu rani sambil menepuk pelan bahu panda.
panda pun terkejut senang ternyata mama dimas sangat menerimanya, walaupun diluar sana banyak fans yang meninggalkan dimas setelah tahu dimas menikah. dimas tidak pernah mengambil pusing masalah itu. begitu juga dwngan mamanya. selama dimas bahagia bu rani akan selalu mendukung putra semata wayangnya itu.
"iya ma,, trimakasih ya ma" jawab panda dengan mata berkaca kaca karena bahagia.
bu rani menjawab dengan anggukan kepala dan senyuman lebar diwajahnya.
"segera beri mama cucu ya, mama ga sabar pingin gendong cucu" ucap mama sambil mengedipkansatu mata ke arah dimas.
dimas dan panda hanya saling pandang malu malu.