
tanpa menunggu jawaban dari burhan, dimas seketika langsung berlari menuruni tangga. ia tak menghiraukan langkah kakinya yang tak beraturan. sampai dulantai bawah dimas mengedarkan pandangan mencari keberadaan panda. setelah melihat panda, dimas langsung menghampirinya.
"kau tidak apa? kenapa? mana yang sakit?" tanya dimas yang sangat menghawatirkan panda.
"sudah tidak apa apa" jawab panda kesal karena ia sedikit kecewa dimas tidak turun dari tadi.
"chef.. tadi dia ditampar sama wanita itu" ucap reno dari dapur.
"apa? wanita? sofi maksud kamu?" tanya dimas pada reno. reno pun hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.
"dasar wanita ******!!, beraninya kau menyakiti pandaku" ucap dimas sangat kesal.
panda sangat terkejut mendengar apa yang diucapkan dimas barusan. apa? kenapa chef sampai berkata kasar seperti itu? batin panda bingung. para koki didapur pun ikut terkejut mendengar dimas berkata kasar. karena memang dimas jarang sekali berkata kasar, kecuali ada sesuatu yang sangat menyakitinya atau menyakiti orang terkasihnya.
"mana yang sakit? apa bengkak? berdarah? apa perlu kedokter? rentetan pertanyaan karena dimas sangat khawatir. sambil melihat seluruh sisi wajah panda.
"chef,, sudah tidak apa apa,, ini sudah sangat membantu" panda menunjukkan es batu yang digunakan untuk mengompresnya. seketika kesalnya pun luntur, ia pun malu dilihat oleh para koki didapur sambil senyum senyum melihat ekspresi dimas yang panik.
"kemana saja kamu dari tadi dim, ada perang dunia tapi kamu tidak tahu?" ucap burhan sambil tersenyum.
"diam kamu han" jawab dimas. dimas memmenarik tangan panda dan mengajaknya naik ke lantai atas. " ayo ikut aku" ucap dimas.
"tapi chef" jawab panda sambil meletakkan es batu di meja.
"sudah.. ayo ikut denganku" dimas menaiki tangga dan diikuti oleh panda.
yang lain pun hanya tersenyum melihat mereka berdua, dan kembali fokus pada pekerjaanya.
"duduklah, biar kuperiksa lukamu" ucap dimas setelah sampai diruangan dimas.
"chef.. ini benar benar sudah tidak apa apa, bahkan ini tidak meninggalkan luka" jawab panda sambil menunjukkan pipinya.
"tidak apa apa chef, lagian saya juga tidak apa apa" jawab panda sambil tersenyum.memegang tangan dimas.
"ya sudah. istirahatlah disini saja" ucap dimas.
"tapi saya masih harus bekerja chef" jawab panda hendak berdiri.
"kubilang istirahat ya istirahat. biarkan dodi menggantikanmu hari ini. sudah. berbaringlah disana" ucap dimas sambil menunjuk ranjang.
aku kan tidak apa apa. kenapa harus istirahat? batin panda.
"cepat sana, atau mau ku angkat tubuhmu?" dimas mengancam karena panda tak kunjung istirahat.
panda yang mendengar ancaman itu langsung berdiri dan berjalan menuju ranjang. dimas yang melihat panda pun tersenyum.
"istirahatlah" ucap dimas lagi. panda merebahkan badanya keranjang. wah nyamanya..batin panda ia pun menikmati nikmatnya rebahan setelah disaat capek hati dan badan.
dimas yang duduk disofa mengambil ponselnya disaku celana. ia mengirim pesan kepada sofi.
"apa yang kamu lakukan? apa kau sudah gila? berani beraninya kamu menyakiti panda" pesan pun terkirim.
apa? panda? hah jadi itu nama panggilanmu? dasar! batin sofi saat membaca pesan dari dimas.
"aku tidak akan membiarkan kamu menjadi milik siapapun termasuk dia, hanya aku yang pantas menjadi milikmu dim." balas sofi.
"okong kosong. sampai kau menyakiti panda sekali lagi, aku tidak akan tinggal diam. ingat itu" ancam dimas.
sofi pun tidak menghiraukan ancaman dimas itu. ia juga tidak membalas pesanya. ia justru merencanakan sesuatu untuk mimisahkan dimas dan panda.