
panda hanya tersenyum dan melangkah mengikuti dimas. mereka duduk disebuah kursi taman dengan posisi dimas masih menggandeng tangan panda.
"tadi aku bertemu kawan lamaku. dia bekerja disebuah stasiun televisi, dan dia menawari pekerjaan padaku" dimas memulai obrolanya.
"pekerjaan apa chef? bukanya chef pemilik restaurant?" tanya panda bingung.
"iya.. dia menawariku sebuah acara memasak gitu katanya. bagaimana menurutmu?" jawab dimas.
"ohh... wah chef jadi artis dong kalau gitu. ya terserah chef saja. kalau chef ingin kenapa tidak". jawab panda.
"aku tidak tahu. aku belum pernah melakukannya sebelumnya." jawab dimas.
"chef kan tampan, pasti nanti acaranya sukses dan banyak penggemar, panda yakin" jawab panda meyakinkan dimas.
"apa kamu bilang? aku tampan? kenapa kamu baru mengakuinya? padahal tampanku kan sudah sejak lahir, hahaha" dimas menggoda panda.
"iihh.. iya iya chef tampan. oh ya chef nanti kalau chef jadi terkenal kan restaurant jadi tambah rame," panda meyakinkan lagi.
" kalau aku terkenal berarti banyak penggemar dong. kalau penggemarnya wanita bagaimana?" dimas menggoda lagi.
"iya ya..." wajah panda tiba tiba berubah, senyumanya hilang.
"kenapa?" tanya dimas.
"nanti pasti banyak yang cantik cantik dan seksi seksi ya chef". tanya panda dengan nada agak kecewa.
"hahaha.. memangnya kenapa kalau mereka cantik dan seksi? apa urusanya denganku. sudah sudah jangan memikirkan itu lagi. ayo pulang" dimas mengajak panda pulang dan berjalan menuju mobil.
setelah mengantar panda kerestaurant dimas pun langsung melajukan mobilnya. panda langsung kelantai atas berganti pakaian dan membersihkan badan. kemudian ia berbaring diatas kasurnya.
"chef,, kalau chef sudah terkenal nanti apa chef masih menyayangiku seperti sekarang?" sebuah pesan terkirim dari hp panda.
dirumahnya dimas baru sampai dan langsung mandi. selesai mandi ia mendengar ho nya berbunyi ia pun langsung mengambilnya dan membuka sebuah pesan.
apa maksudnya? kenapa dia bertanya seperti ini? batin dimas.
" maksud kamu apa? tentu saja aku akan terus menyayangimu, apa yang kamu pikirkan" dimas membalas pesan dari panda.
"tidak chef. saya hanya bertanya saja. sudah malam ayo tidur,,πππ" balas panda.
hahha. apa yang kamu pikirkan sih. pantas saja dimobil tadi kamu hanya diam saja. apa yang dia takutkan ya. dimas bertanya pada dirinya sendiri.
"jangan berfikir macam macam. tidur yang nyenyak ya. sampai jumpa besokπ" balas dimas. dimas pun segera memakai baju dan berbaring diatas ranjangnya. tak lama kemudian ia pun tertidur. begitu juga dengan panda.
beberapa hari ini aktivitas berjalan seperti biasa. sudah satu minggu burhan masih belum masuk kerja karena masih berbulan madu. dimas pun kembali menginap di restaurant karena pekerjaan yang menumpuk. ia harus bekerja lembur karena tidak ada burhan. semenjak obrolan dimas dan panda ditaman, dimas tidak lagi membahas tawaranya mengisi acara televisi lagi, ia tahu kalau panda menghawatirkan sesuatu. dimas juga fokus dengan pekerjaanya yang menumpuk. ia juga berencana membuka cabang dibeberapa kota. malam itu dimas belum keluar dari ruanganya. tiba tiba ada ketukan pintu dari luar.
"chef.. mau kopi?" tanya panda berdiri di depan pintu yang sudah terbuka dan membawa secangkir kopi.
"ahhh.. pas sekali. kesinilah." jawab dimas. kemudian ia berjalan menuju sofa, ia menepuk sofa disampingnya. "sini". ucap dimas.
panda pun berjalan mendekati dimas. ia menyerahkan kopinya kepada dimas dan duduk disamping dimas.