
"ha,,ehm... tentu saja aku ikut kalian. sama siapa lagi?" jawab panda sambil tersenyum.
tiba tiba mama dimas datang mendekati dimas. ia memukul punggung dimas beberapa kali sambil marah marah. yang lain pun kaget dan hanya menyaksikan adegan itu tanpa ada yang berkata kata.
" kamu ini. kaya anak kecil saja. mama kan cuma pingin cepet punya mantu. malah kabur ga pulang pulang" kata bu rani sambil memkuli punggung dimas.
"au.. ma.. ma. sudah ma malu dilihat banyak orang" dimas sambil menangkap tangan mamanya. "ayo bicara diatas saja" ajak dimas sambil menarik lengan mamanya.
mereka pun akhirnya naik keatas dan membicarakan soal menantu mama diatas. setelah sampai diruangan dimas, dimas pun melepaskan tangan mamanya.
" mama ini kenapa sih, datang datang, marah marah" dimas menyandarkan badanya dikursi.
"lagian kamu juga. tidak pulang pulang kenapa? kayak anak kecl saja. memangnya mama salah kalau mama pingin kamu cepet nikah?" mama kemudian duduk di sofa. " kamu kan sudah tua dim, sudah waktunya menikah. mama juga sudah semakin menua. pingin gendong cucu". tambah mama dengan nada sedih.
"dimas tau ma, tapi dimas tidak mau dijodohkan. dimas bisa cari istri sendiri" jawab dimas.
" bisa apa?, nyatanya sampai sekarang masih jomblo aja" mama protes. " burhan aja sudah mau nikah, masak kamu kalah" tambah mama.
" mah... memangnya cari istri mudah?" jawab dimas. " sabar dong, dimas juga sudah tidak jomblo lagi kok" jawab dimas.
"apa? kamu sudah punya pacar? mana? kok tidak dikenalin sama mama? tanya mama antusias.
"iya nanti ma, tunggu waktu yang tepat" jawab dimas menenangkan mamanya.
" dimas tidak marah ma.. dimas juga tidak kemana mana kok. dimas tinggal disini." jawab dimas "nanti dimas pulang" tambah dimas.
obrolan mereka pun sudah seperti ibu dan anak pada umumnya. menanyakan soal makan, dan yang lainya. sedangkan dibawah. sejak melihat adegan pemukulan tadi semua hanya terdiam. melakukan pekerjaanya tanpa ada canda tawa seperti biasa.
apa? jadi chef dimas kabur dari rumah? kenapa ya? apa terjadi sesuatu? ahh apa ya? batin panda penasaran. saat melihat bu rani menuruni tangga panda menundukkan kepala memberi hormat. bu rani membalasnya dengan senyuman. kemudian disusul koki koki didapur juga menyapa dan memberi hormat kepada bu rani. bu rani pun tersenyum dan melambaikan tangan sambil berlalu meninggalkan restaurant. tak lama kemudian dimas pun jalan menuruni tangga menuju ke meja dapur.
"chef. sepertinya ada yang sedang cari istri nih" ucap reno bercanda.
"ya!.. diam kamu. cepat memasak" jawab dimas.
"chef saja masih sendiri, masa iya kita berani punya pacar duluan.. iya kan?" ucap reno mencari teman. yang lain pun hanya tersenyum.
"ya! kamu ini. siapa bilang aku sendiri" jawab rwno percaya diri.
" ciee... jadi chef kita sudah punya pacar?" reno meledek.
"diam kamu, atau kupotong gajimu?" ancam dimas sambil memasak.
yang lain pun hanya tertawa dan ada yang memukul bahu reno menenangkan. mereka pun kembali fokus memasak lagi. saat dimas mengatakan bahwa ia tidak sendiri, tanpa panda sadari pipinya memerah dan tersipu malu. ia berusaha menyembunyikan wajah itu. iya dia berhasil tapi tidak dengan dodi. saat itu ternyata dodi mamandangi panda. dodi bahkan melihat saaj wajah panda tersipu malu. tapi dodi hanya diam dan mengernyitkan dahi sambil memasak.