
sontak wajah panda langsung memerah mendengar jawaban dari dimas. apa yang aku lakukan tadi malam? hal memalukan apa ya? kenapa aku tidak ingat, batin panda bingung bercampur malu.
"ehm... trimakasih banyak chef sudah menolongku tadi malam, tapi chef sebenarnya aku melakukan apa sih? apa aku mendengkur? atau.. " panda tak melanjutkan pertanyaanya karena dipikiranya ia bertanya tanya apakah dia mencium dimas. karena ia merasa malu ia pun memilih tak melanjutkan pertanyaanya itu.
"hahaha. . ingat ingat saja sendiri". jawab dimas merasa senang membuat panda penasaran. " hei.. apa kau tidak dengar tadi. sekarang kau berhutang padaku". tambah dimas menegaskan. ia pun bangun dari tidurnya dan duduk menghadap kearah panda.
" hah.. ehh.. iya chef. sekali lagi trimakasih atas pertolonganya." jawab panda sambil tersenyum lebar.
" tidak cukup lah hanya dengan trimakasih". jawab dimas sambil tersenyum licik.
" trus?? chef dimas aku mengvantinya dengan uang? atau?? tunggu...", tanya panda sambil menutupi dadanya dengan selimut.
" hahaha apa maksud kamu?" tanya dimas penasaran kenapa panda bertingkah seperti itu. " apa kau sedang memikirkan sesuatu yang jorok sekarang?"tanya dimas kemudian berjalan mendekati panda.
panda pun berusaha menjauh segera dari tempat ia berada. namun dimas sudah dulu sampai di sampingnya.
" apa yang kamu pikirkan sekarang?" tanya dimas sambil tersenyum.
"ehm ga chef saya tidak memikirkan apa apa kok.. hehehe" jawab panda lalu turun dari ranjang.
" kenapa kamu takut? apa kau kira aku nafsu melihat kamu. dasar. aku tidak sebangsat itu kali" jawab dimas. " lagian dengan tubuhmu rata itu mana ada pria yang tertarik begitu melihatmu" tambah dimas sambil tersenyum tipis.
" sudah. cepat turun. bereskan tempat tidurmu itu. sebentar lagi yang lain akan datang. aku akan menagih hutangmu besok, jadi kau boleh pergi sekarang". ucap dimas sambil merebahkan badanya diranjang.
hah? menagih hutangku. apa iya menolong orang sakit termasuk hutang, malah minta ganti. kalau ga ikhlas kenapa menolongku? batin panda kesal.
" iya chef. makasih sudah menolong saya". panda menundukkan kepala kemudian berjalan keluar ruangan.
setelah selesai membereskan selimut tempat panda tidur, ia pun langsung mandi dan bersiap untuk bekerja seperti biasanya..masih sama, tidak ada yang curiga panda selalu pertama yang tiba. mereka menjalani aktivitas seperti biasanya. setelah restaurant tutup semua bersiap pulang kerumah masih masing. panda pun juga ikut keluar dari restaurant. ia berpura pura hendak pulang ke kostnya yang dulu. tapi di tengah jalan ia berhenti. ahhh aku ke minimrket sajalah. gumam panda. akhirnya ia pun masuk kesebuah minimarket dan membeli beberapa vitamin. setelah itu ia melihat kesekitar mencari teman temanya. hah sudah aman. aku harus kembali, gumam panda. ia pun kembali ke restaurant lagi. setelah menutup pintu restaurant panda melihat dimas sedang memasak didapur. iapun jalan setengah berlari menghampiri dimas.
" chef... buat apa chef.. ?" tanya panda dengan wajah penuh maksud.
" hem.. " jawab dimas tanpa melihat panda.
haish. menoleh saja tidak mau. " mau aku bantu chef?" tanya panda merayu. ia pun berjalan mendekati dimas.
" tidak usah. bukanya enak malah akan rusak masakanku nanti" jawab dimas masih tak menoleh panda." kenapa? sepertinya kamu punya maksud lain? kenapa?" tanya dimas sambil mematikan kompor kemudian melihat kearah panda.
" hehehe.. saya masih penasaran chef hal memalukan apa yang saya lakukan tadi malam? apa... memelukmu? menciumu?" tanya panda percaya diri tapi tanpa ia sadari wajahnya langsung berubah merah.