OH MY CHEF

OH MY CHEF
episode 29



beberapa hari kemudian dimas memutuskan berencana meminta restu kepada papanya. karena panda dan mamanya meminta agar dimas juga meminta restu kepada papanya. sebelumnya dimas sudah menelepon papanya untuk bertemu, tetapi papanya hanya memberi sebuah alamat dan meminta dimas untuk menghampirinya. dimas pun mendatangi alamat yang diberikan oleh papanya.


"dimas.. silahkan masuk" ucap rita istri muda papa dimas. setelah membukakan pintu ia kaget melihat siapa yang datang. "sudah lama kita tidak bertemu, ayo duduklah, akan kupanggilkan mas toni" ucap rita kemudian masuk memanggil papa dimas.


dimas pun duduk disebuah sofa. ia tidak berkata apa apa pada istri muda papanya itu. ekspresi wajahnya pun menunjukkan ketidaksukaanya pada rita. dimas memang tidak menyukai rita sejak awal bertemu. karena kehadiran rita akhirnya rumah tangga orang tuanya hancur.


"akhirnya kamu merindukan papamu ini juga dim,, papa juga sangat merindukanmu. kenapa kamu jarang menghubungi papa. kamu juga tidak membalas atau menjawab telepon papa?" pertanyaan beruntun diajukan oleh pak toni sembari ia duduk di sofa.


"dimas tidak merindukan papa. dimas kesini karena dimas ada sesuatu yang ingin dimas beritahu ke papa" jawab dimas dingin.


"ayolah dim,, itu sudah lama sekali, kenapa kamu masih membenci papa?" tanya pak toni lagi.


"dimas belum bisa melupakan semuanya setiap melihat mama" jawab dimas ketus.


bu rita datang membawa dua gelas teh dan menaruhnya dimeja satu persatu. dimas dan pak toni pun berhenti bicara.


"ayo diminum tehnya" bu rita mempersilahkan lalu duduk disamping pak toni.


"langsung saja pa. saya kesini mau memberitahu papa, kalau dimas mau menikah" dimas mengutarakan tujuanya datang menemui papanya.


"menikah?" pak toni terkejut. "syukurlah, dengan siapa? apa pekerjaanya?" tanya pak toni.


"namanya rivanda, dia bekerja direstaurant ku" jawab dimas singkat.


"apa? karyawanmu? apa kamu tidak salah pilih orang dim,,, ayolah.. kamu itu kaya, apalagi sekarang terkenal, masak iya menikahi karyawanya sendiri" kata pak toni dengan senyuman kecut.


"apa maksud papa? apa salahnya kalau dia hanya karyawanku. kami saling mencintai" jawab dimas mulai agak kesal.


"ayolah dim.. kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih. apa kata orang nanti?" ucap pak toni yang membuat dimas semakin marah.


sepanjang perjalanan wajah dimas masih terlihat sangat kesal mengingat ucapan papanya tadi.


"apa maksud papa, haish. kenapa juga aku menemuinya. sial. memangnya aku sama seperti papa" gerutu dimas sambil memukul mukul setir mobil.


sampainya direstaurant wajah dimas masih terlihat lesu. panda yang melihatnya langsung menghampiri dimas diruanganya.


"chef darimana? kok kelihatan sedih?" pan bertanya agak ragu ragu akan mendapat jawaban.


"sedih? mana mungkin aku bisa sedih kalau melihat wajahmu begini" jawab dimas sembari memegang pipi kiri panda.


"aaahh chef..., chef dari mana?" panda pun malu malu. dan memegang tangan dimas yang menempel dipipinya.


"bertemu papa tadi" jawab dimas singkat lalu melepas tanganya dan duduk disofa.


"hah,,, bagaimana? apa beliau merestui kita?" tanya panda penasaran.


"aku kesana kan bukan meminta restu, aku hanya memberitahunya saja, jadi mau papa merestui atau tidak itu urusan papa" jawab dimas agak kesal.


"kok gitu.. jadi tidak direstui ya?" wajah panda pun berubah menjadi lesu.


"hei..siapa bilang kita tidak direstui, kita akan menikah segera. mama sudah mencarikan tanggal buat kita. oh iya kenapa.masih panggil chef?" ucap dimas.


"ehh.. anu.. hehehe maaf" jawab panda.


"bayar dendanya kalau gitu" ucap.dimas sambil tersenyum licik.


"denda" panda kebingungan.