
dibawah panda hanya tersenyum, katanya ga enak bahkan nilainya cuma enam, tapi piringnya sampai bersih begini. gerutu panda sambil membersihkan meja dan piring.
semenjak malam itu, setiap hari panda harus pura pura pulang kekostnya untuk menyembunyikan keberadaanya sekarang. baju dan barang barangnya ia taruh ditempat penyimpanan barang diruang ganti. sudah tiga hari ini masih aman, tidak ada yang tahu maupun curiga kepada panda.
malam itu sudah larut, panda pun sudah tidur dilantai bawah dengan alas selimut yang ia punya. saat dimas hendak mengambil buah dilemari pendingin, dimas dikagetkan dengan suara panda yang sedang mengigau. dimas pun menghampiri panda.
kenapa anak ini tidur sambil mengigau, batin dimas penasaran. ia pun kaget karena wajah panda bercucuran keringat, nafasnya pun tidak teratur. hah. kenapa ini? apa dia mimpi buruk. apa aku bangunkan saja dia. batin dimas bingung. akhirnya dimas memutuskan meraba dahi panda. apa? kenapa panas sekali? apa dia sakit? batin dimas bertanya tanya.
" hei bangun! apa kau sakit?" tanya dimas pelan dan menggoyangkan tubuh panda. tapi panda tidak terbangun dari tidurnya dan masih terus mengigau. haish.. gimana ini. aku harus bagaimana. dimas masih bingung dengan keadaan sekarang.
tak lama kemudian dimas memutuskan mengangkat tubuh panda dan ia bawa kelantai atas, tepatnya ia bawa keranjang dimas yang berada diruangan kerjanya.
setelah itu dimas turun lagi mengambir air minum dan satu lagi air yang ditaruh disebuah wadah dan kembali lagi kelantai atas. dicarinya handuk kecil dilemarinya. setelah mengobrak abrik beberapa pakaian akhirnya dimas menemukan yang ia cari. dimas pun langsung bergegas mengompres panda dengan hati hati. setelah itu ia mengambil kotak PPPK dimeja kerjanya. ia mengambil obat demam lalu membawanya kearah panda. tak lama kemudian ia membangunkan panda pelan sambil membantu membangunkan badan panda yang sangat lemas.
" hei,, minumlah ini, ini akan menurunkan demammu" ucap dimas lembut.
panda yang setengah sadar anatara minpi atau kenyaataan itu pun meminum obat yang disuapkan dimas kemulutnya dengan mata masih terpejam. setelah memberi minum panda dimas kembali meletakkan tubuh panda pelan.
" kenapa kamu jadi merepotkanku begini" ucap dimas menggerutu tapi sambil menyelimuti tubuh panda. ia pun berjalan menuju sofa. setelah melihat panda tertidur lelap dimas pun ikut tertidur diatas sofa.
" hah kenapa aku disini" ucap panda kaget karena nelihat dimas yang tidur disofa. kemudian ia mlihat dibawah selimutnya memastikan apakah baju dan badanya masih utuh.
" aku tidak kenapa kenapa, tapi,, kenapa aku disini. perasaan saat aku mau tidur aku dibawah tadi malam?" ucap panda lirih.
" apa tidurmu nyenyak?" tanya dimas dengan mata masih terpejam.
"apa?" jawab panda bingung. " emmm,,, tapi kenapa aku disini chef?" tanya panda lirih karena takut dan malu.
" apa kau kupa? kamu mengigau keras sekali tadi malam, badanmu juga panas sekali. tuh lihat kamu sembuh karena kompres dariku". jawab dimas percaya diri. walaupun oanda sebenarnya sembuh karena obat yang dimas berikan.
hah mengigau, aduh. panda malu setelah melihat alat kompres yang digunakan dimas tadi malam.
" hehehe jadi saya mengigau ya chef? apa terdengar sampai kesini chef? apa aku melakukan hal yang memalukan? tanya panda penasaran.
"tentu saja. sangat memalukan," jawab dimas datar.
"aku sudah menolongmu tadi malam. jadi kau berhutang padaku sekarang". ucap dimas dengan senyum tipis dibibirnya. seakan dia punya maksud lain.