
semenjak malam itu panda menjadi semakin yakin dengan dimas, ia sudah mulai mengabaikan komentar komentar negatif tentangnya. dimas juga sudah mempertemukan panda dengan mamanya. ia secara resmi meminta restu kepada mamanya. bu rani pun menyetujui hubungan mereka. bu rani sangat antusias saat dimas bilang akan segera menikahi panda. tentunya hal itu juga menjadi kebahagiaan yang luar biasa untuk panda.
saat akhir pekan dimas memutuskan mengajak panda untuk pulang kerumahnya menemui keluarga panda. dimas memang serius dengan ucapanya. ia ingin segera meminta restu kepada calon mertuanya.
rumah panda jauh dari pusat kota. butuh waktu kurang lebih tiga jam untuk sampai dirumahnya. keluarga panda tinggal dilereng gunung. pedesaan dengan udara yang masih bersih dan segar tanpa polusi.
saat melewati kebun teh dimas tak henti hentinya mengagumi keindahan alam yang jarang ia lihat. ia membuka kaca mobil agar bisa menghirup udara yang sangat segar itu.
"kenapa kamu memilih hidup dikota padahal disini sepertinya sangat menyenangkan?" tanya dimas sambil mengendarai mobilnya.
"kalau saya disini, saya tidak akan ketemu chef nanti" jawab panda sambil tersenyum.
"aàhh... kamu selalu saja menggodaku" jawab dimas.
"saya tidak menggoda kok.." jawab panda.
"benarkah?.. " tanya dimas kemudian memegang tangan panda.
tak lama kemudian mereka sampai dirumah panda. keluarga panda pun menyambut dimas hangat, karena sebelum berngakat tadi panda sudah memberitahu adiknya kalau ia akan pulang dengan seseorang. adiknya yang sudah bisa menebak kalau panda akan pulang dengan seorang laki laki pun sangat antusias dan langsung memberitahu orang tuanya. ibu panda bernama aisyah, bapaknya bernama yanto dan adiknya bernama farhan. setelah mendapat kabar ibu aisyah langsung membeli beberapa sayur dan lauk untuk segera dimasak.
"pak buk. kenalkan ini chef dimas" panda memperkenalkan dimas kepada orang tuanya. " chef iji bapak dan ibu saya. oh iya ini adik saya satu satunya" tambah panda.
dimas pun langsung menyalami orang tua panda dan mencium punggung tangan mereka sangat sopan. farhan juga langsung menyalami dimas antusias.
"chef dimas tampan sekali.. wahh.." kata farhan mengagumi ketampanan dimas. dimas hanya tersenyum dan menepuk bahu farhan.
"mari silahkan masuk tuan.. " pak yanto mempersilahkan dimas.
mereka memasuki ruang tamu yang kecil. rumah panda sangat sederhana dan kecil.
"maaf tuan, inilah gubuk panda. sangat sempit dan kotor" ucap pak yanto sambil duduk disebuah kursi.
"jangan panggil saya tuan pak. panggil saja saya dimas." ucap dimas dengan sopan.
"baiklah nak dimas" pak yanto menyetujuinya.
"kak dimas.. saya sering lihat acara kak dimas ditv lo" ucap burhan bersemangat. karena daerah itu masih minim sinyal, farahan pun jarang membuka internet kalau bukan karena tugas. jadi dia dan orang tuanya tidak pernah tahu kalau panda pernah dibully oleh penggemar dimas. mereka pun belum tahu pasti hubungan panda dan dimas.
"benarkah? apakah aku juga terkenal disini? hehehe" jawab dimas.
" farhan!! yang sopan dengan nak dimas" kata pak yanto karena melihat anaknya yang begitu banyak tingkah saat melihat dimas sejak tadi.
"ah.. tidak apa apa pak" jawab dimas.
panda dan ibunya pun keluar membawa teh dan beberapa kue. setelah menaruh teh satu persatu panda dan ibunya juga ikut duduk di kursi yang kosong disebelah pak yanto.
"silahkan diminum teh nya nak dimas," pak yanto mempersilahkan sembari ia juga meraih teh nya.
dimas menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan langsung meraih tehnya.
"mari di cicipi" tambah pak yanto setelah meminum tehnya dan menyodorkan kue kepada dimas.
dimas sudah mulai akrab dengan keluarga panda. mereka membicarakan tentang pekerjaan, dan yang lainya untuk menambah keakraban mereka.
saat semua orang terdiam dimas memutuskan akan mengatakan tujuanya berkunjung.
"pak bu.. sebenarnya kedatangan saya kemari, ,,, saya mau meminta izin kepada bapak dan ibu untuk menikahi rivanda" ucap dimas agak bergetar karena gugup.
semua orang terkejut kecuali panda.