
" matilah aku", gumam panda dalam hati. kemudian ia segera meraih tisu di meja dan hendak membersihkan baju sofia.
" maafkan saya nona. maafkan saya. maafkan kecerobohan saya nona" kata panda.
namun tangan panda sudah ditepis oleh sofi sebelum panda menyentuh baju sofi.
" kurang ajar!!! plakkk...(suara tamparan meluncur di pipi panda), apa yang kamu lakukan. apa kau tahu berapa harga baju ini. baju ini pasti tak sebanding dengan gajimu tau." kata sofi sambil menunjuk baju yang kotor.
dimas yang tadinya mau membantu menenangkan panda ia langsung kaget melihat apa yang dilakukan sofi kepada panda. hah, kenapa sofi sekasar itu sih, kata dimas dalam hati.
" maafkan saya nona saya benar benar tidak sengaja. kalau diizinkan saya akan mencucikan baju nona yang kotor", kata panda bergetar menahan tangis sambil memegang pipi yang merah.
" apa?? kamu mau mencuci bajuku. tidak!! bajuku pasti akan rusak kalau di cuci dengan tangan kasarmu itu". jawab sofi dengan wajah marah.
" sofi, sudahlah. tenagkan dirimu. apa kau mau mengganti pakaianmu? diatas ada beberapa kemejaku, kau mau pakai?". tanya dimas sambil menenangkan sofi.
"tidak mau... aku nanti ga seksi lagi kalau pakai kemeja. dimas.. kenapa kamu memperkerjakan wanita ceroboh ini sih. pecat saja dia dim" . kata sofi dengan melihat panda kesal.
apa? pecat? kenapa dia semudah itu bilang pecat. gumam dimas dalam hati.
"maafkan saya nona," kata panda lagi sambil menunduk takut.
"enak saja kamu minta maaf". sahut sofi.
"kok kamu belain dia sih dim? sudahlah aku mau pulang saja".kata sofi sambil marah dan berdiri.
" ku antar ya" . kata dimas juga ikut berdiri.
" tidak.. aku bawa nobil sendiri" jawab sofi sambil memalingkan muka dan berjalan menuju pintu hendak keluar. dimas pun bergegas mengikuti sofi dan mengantar sofi sampi didepan mobil.
" sofi.. sudahlah jangan marah. lupakan kejadian ini tadi ya". kata dimas sambil berjalan di samping sofi. sofi yang sedang marah pun tidak menghiraukan kata dimas. ia terus berjalan dan masuk kedalam mobil. tak lama kemudian mobil sudah berlalu tanpa sofi menjaqab sepatah katapun yang dikatakan dimas. dimas kembali masuk kedalam restaurant dan menghampiri panda yang sedang membersihkan meja dan lantai yang terkwna ice cream.
" hai kau!!! apa yang kamu lakukan, kenapa sampai ceroboh begini sih. gagal kan rencanaku". kata dimas dengan nada marah kepada panda. tanganya sudah mengepal karena ia menahan marahnya. karena yang dihadapanya adalah wanita jadi dimas bisa meluapkan kemarahanya.
" maafkan saya chef..saya tidak sengaja, tadinya saya mau mengambil cincin yang di kantong baju saya chef, tiba-tiba saya menabrak meja". ucap panda sambil meraba raba kantong bajunya dan baru ia sadari kalau cincin itu sudah tidak ada dikantongnya. spontan panda pun langsung melihat kebawah celingukan mencari keberadaan cincin itu. tapi masih belum melihatnya.
"apa kau menghilangkan cincinku sekarang?" tanya dimas dengan wajah marahnya.
"maafkan saya chef,,saya akan mencarinya sampai ketemu" jawab panda sambil menundukan kepalanya karena takut dimas akan murka dihadapanya.
"sudahlah dim. jangan marah lagi kepadanya. diakan tidak sengaja tadi. sudah sudah ya". ucap burhan sambil menepuk nepuk bahu dimas. yang tanpa dimas dan panda sadari burhan sudah berda di dekat mereka dari tadi.
dimas bergegas naik ke lantai atas tanpa menghiraukan perkataan burhan.