
seketika suasana hening. pak yanto masih memikirkan sesuatu, dimas cemas menunggu jawaban, sedangkan yang lain tidak berani berbicara.
setelah beberapa menit pak yanto akhirnya memberikan jawaban.
"nak.. apakah kamu sudah memikirkan hal ini matang matang? keadaan panda sangat jauh berbeda denganmu. apa kata orang nanti kalau tahu kamu menikahi gadis miskin ini?" pak yanto sebenarnya merasa khawatir tentang putrinya.
"saya sudah memikirkan semua ini pak. saya tidak peduli apa yang akan orang bilang nanti. kami saling mencintai". jawab dimas meyakinkan pak yanto.
"memang benar jodoh sudah diatur sama Tuhan,, tapi terkadang pengaruh orang luar juga bisa merusak suatu hubungan" jawab pak yanto. " lagi pula apa kamu sudah meminta izin kepada orang tuamu? apa mereka menyetujuinya?" tanya pak yanto .
"saya sudah meminta izin sama mama pak, dan beliau merestui kami. kalau papa,,," dimas diam sejenak. "kalau papa,,, memang saya tidak memberitahunya. tapi nanti saya akan meminta izin setelah ini" . jawab dimas dengan wajah agak sedih.
"saya berjanji akan menjaga dan melindungi rivanda dari apapun pak, saya tidak akan membiarkanya menderita, saya mohon restui kami pak buk?" tambah dimas memohon.
pak yanto belum memberikan jawabanya. sebenarnya ia khawatir dengan putrinya yang akan menikahi dimas yang sangat terkenal itu. saat itu pun bu aisyah dan farhan hanya terdiam dan menundukkan kepala.
papa? apa papa chef dimas masih hidup? aku kira?? panda bertanya dengan batinya. ia pun terdiam tidak berani bicara apapun.
"riva,, apa kamu sudah memikirkan ini juga? apa kamu siap dengan resiko yang akan kamu hadapi nanti setelah menikahi nak dimas?" tanya pak yanto yang membuat panda langsung mendongak terkejut.
"ehm... " panda menganggukan kepala. "bapak tidak usah khawatir riva anak yang tegar pak. riva akan hadapi semua masalah nanti" jawab panda sambil tersenyum meyakinkan bapaknya.
" dia benar pak, bapak tidak usah khawatir. saya berjanji akan melindungi rivanda dari apapun" tambah dimas.
setelah berhasil menenangkan pikiranya akhirnya pak yanto pun menyetujui permintaan dimas. " baiklah kalau begitu. saya merestui kalian. nak dimas tolong jaga riva baik baik ya" kata pak yanto.
akhirnya bu aisyah, panda , dan farhan pun iku bernafas lega mendengan pak yanto merestui hubungan panda dan dimas. setelah itu mereka makan siang bersama. selesai makan siang tak lama kemudian dimas dan panda pun berpamitan kembali kekota. dimas pulang dengan suasana hati yang sangat bahagia. dalam perjalanan dimas terlihat senyum senyum sendiri.
"kau bahagia?" tanya dimas kepada panda.
"iya chef,, tapi chef" belum selesai sudah dipotong oleh dimas.
"sayang,, panggil sayang dong. kan kita lagi berdua" kata dimas.
"eehhh sa-yang" ucap panda masih terbata bata karena masih merasa canggung. " boleh saya bertanya sesuatu?" tany panda.
"apa? tanyakan saja" jawab dimas.
"papa chef dimas memangnya tinggal dimana? sepertinya kemarin saya tidak.melihat beliau dirumah?" panda memberanikan diri bertanya kepada dimas.
"ohh.. aku lupa memberitahumu ya. sebenarnya papa sama mama sudah bercerai lama sekali. sekarang dia sudah nikah lagi sama wanita lain. aku tidak suka sama papa yang sudah menyakiti hati mama. makanya saya tidak pernah menanyakan kabarnya" dimas menjelaskan tentang papanya.
"ehm,,, tapi nanti chef akan tetap meminta restu kepadanya kan?" tanya panda lagi.
"tukan.. masih panggil chef lagi. panggil sayang dong" protes dimas. "entahlah nanti" jawab dimas.
"bagaimanapaun juga kita harus meminta restu kepadanya chef. beliau kan papa kandung chef" kata panda. " iya iya mulai sekarang saya akan belajar memanggil sayang" ucap panda malu malu.