
setelah selesai mengancam sofi, dimas menyuruh panda istirahat diruanganya. dimas pun memilih turun.
satu bulan berlalu. hari yang sudah ditentukan datang. hari dimana pesta pernikahan digelar. pestanya tidak begitu meriah. dimas sengaja merahasiakan pernikahan ini. ia hanya mengundang keluarga dan teman teman terdekatnya. ia tidak mau pernikahanya sampai diketahui pihak media manapun. hal itu dilakukanya untuk melindungi panda dan keluarganya dari amukan fans yang tidak menyukai panda. bahkan dimas juga tidak mengundang papanya, karena reaksi papanya sangat tidak menyenangkan waktu itu.
meskipun tidak begitu meriah, pestanya berjalan lancar. dimas dan panda pun terlihat sangat bahagia. jelas tergambarkan sekali disorot mata mereka. burhan tidaknmenyangka bahwa dimas dan panda akan berjodoh.
pesta pernikahan akhirnya selesai. dimas memilih menyewa sebuah kamar dihotel tersebut.
setelah selesai mandi panda duduk disebuah sofa sedang mengeringkan rambutnya. dimas sudah selesai mandi sejak tadi sedang memainkan ponselnya ditepi ranjang. saat melihat panda keluar dari kamar mandi, ia langsung meletakkan ponselnya dan melangkah mendekati panda.
"sini biar kukeringkan" dimas meraih handuk ditangan panda.
"chef.." belum selesai sudah dipotong oleh dimas.
"jangan memanggilku chef lagi. kita kan sudah menikah" ucap dimas sambil mngeringkan rambut panda.
"hehehe iya sih, tapi menurutku itu adalah panggilan sayang juga" jawab panda sambil tersenyum.
"tidak. aku tidak mau. panggil aku sayang mulai sekarang." jawab dimas kemudian berhenti dengan handuknya.
"baiklah baiklah" panda hendak berdiri mengambil baju yang ia siapkan tadi. langkahnya pun terhenti saat dimas sudah menarik tubuhnya mendekat.tubuh mereka menempel tanpa jarak. wajah mereka bertemu saat panda mendongak keatas.
panda akhirnya jatuh terbaring saat kakinya menabrak tepi ranjang. bibir dimas sudah pindah keleher panda. mencium dan menggigit kecil leher panda. tak lupa ia juga meninggalkan jejak jejak merah dileher putih itu. panda pun mengeram pelan ikut menikmati lembutnya bibir dimas.
tangan dimas sudah mulai membuka handuk yang menyelimuti tubuh panda dan meraba sesuatu, akhirnya tangan itupun menemukan gundukan didada panda. saat ia mulai meremas gundukan hangat itu, tiba tiba panda menyentuh tangan dimas yang sedang beraktivitas, berharap dimas menhentikanya. namun tangan itu tak menghentikan kegiatan yang sangat disukai oleh pemiliknya itu.
panda akhirnya membisikan sesuatu ditelinga dimas.
"aku sedang datang bulan sayang" ucap lirih.
sontak dimas langsung menghentikan semua aktivitasnya. memandang wajah panda sejenak. kemudian dimas membanting tubuhnya diranjang tepat disebelah panda. panda langsung merapikan handuknya dan memeluk tubuh dimas. dimas menarik nafas dalam. menunjjukkan kekecewaanya yang tidak bisa memuaskan juniornya yang sudah meronta ronta ingin masuk kesarangnya.
"maaf ya" ucap panda lirih sambil memeluk tubuh dimas.
"hahaha kenapa minta maaf, ini kan bukan salahmu" jawab dimas sambil berusaha menenangkan juniornya.
"pakailah bajumu. ayo kita makan" ucap dimas lalu memandang wajah panda sambil tersenyum.
"kamu tidak marah kan?" tanya panda yang belum berani memanggil suaminya sayang. ia masih merasa canggung memanggil sayang.
"sudahlah. ayo cepat pakai bajumu atau...." ucap dimas sambil tanganya mulai meraba yang ia remas tadi. panda pun langsung menggeser tubuhnya karena merasa geli. akgirnya ia memilih memakai baju dan berdandan. begitu juga dimas. setelah selesai mereka memilih makan direstauran hotel yang dekat.