OH MY CHEF

OH MY CHEF
episode 26



setelah perbincangan dimas dan mamanya selesai, bu rani pun langsung pulang. dimas yang berada diruanganya masih tersenyum.malu sekaligus bahagia karena tidak menyangka kalau mamanya akan merestui hubunganya dengan panda. saat bu rani melihat panda, ia hanya tersenyum. bu rani belum menyapa panda secara langsung. karena dimas belum memperkenalkan kekasihnya itu secara langsung.


hah.. bu rani tersenyum padaku? benarkah? atau itu hanya ilusiku saja? batin panda bertanya tanya tidak percaya.


saat malam tiba mereka duduk di balkon seperti biasa setelah makan.


"chef.. apakah nyonya marah tadi siang?" panda memberanikan diri bertanya karena penasaran.


"marah? kenapa?" jawab dimas santai.


" bukankah nyonya sudah tahu hubungan kita?" panda bertanya lagi.


" iya sudah tahu" jawab dimas.


"lalu?" tanya panda berharap dimas akan menceritakan sesuatu.


"apanya?" jawab dimas menggoda panda karena dimas tahu panda penasaran.


"bagaimana reaksi nyonya? marah?" tambah panda.


"hahaha.. kenapa mama marah. mama bahkan meminta kita segera menikah dan memberinya cucu" jawab dimas.


hah cucu? panda hanya terbelalak tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


" kenapa? tidak percaya?" dimas kemudian meraih tangan panda dan menggengamnya. " jangan berpikir macam macam lagi. mama benar benar merestui kita" tambah dimas meyakinkan panda.


"eee...benarkah?" panda masih bingung.


"berapa umurmu?" tanya dimas.


"dua puluh lima chef" jawab panda bingung.


"kan sudah waktunya. ayo segera menikah" ucap dimas sambil tersenyum melihat wajah panda.


" ha?? menikah??" panda semakin kaget dan binggung dengan situasi malam itu.


" kenapa terkejut? aku serius sayang.." ucap dimas sambil memegang kedua pipi panda. " aku serius." tambah dimas.


"tapi..."


" tapi apa lagi? komentar komentar itu? aku kan sudah bilang jangan hiraukan." jawab dimas kesal.


"chef.. kalau kita menikah nanti chef pasti akan kehilangan penggemar" jawab panda langsung menundukkan kepalanya dalam.


" bagaimana dengan karir chef nanti?" tanya panda.


"hahaha... tentu saja aku masih akan jadi chef" jawab dimas santai.


"penggemar chef?" tanya panda lagi.


"aku akan lebih memilih kamu daripada penggemar penggemar yang tidak mendukungku itu" jawab dimas. " sudah jangan bahas itu lagi, atau akau akan marah" dimas mengancam.


panda hanya terdiam tak berani bicara lagi.


" bagaimana? kapan kita menikah?" tanya dimas lagi.


panda seketika langsung mengangkat wajahnya memandang dimas. wajahnya tiba tiba memerah.


"cheff.." panda terlihat sangan malu. " kenapa chef tidak melamarku dengan acara yang romantis?" tanya panda mengalihkan pembicaraan menutupi malunya.


" ahhh.. kau benar seharusnya aku mempersiapkanya" jawab dimas. " jadi kapan kita menikah?" tanya dimas kembali mendesak meminta jawaban.


"harus secepatnya ya chef?" tanya panda.


"iya lah. mama sudah pingin menimang cucu. apalagi aku, aku juga sudah pingin buat anak" jawab dimas sambil berbisik ditelinga panda saat mengucapkan kalimat terakhir.


"chef... " wajah panda kembali memerah.


"kenapa? kau sudah membayangkanya?" tanya dimas meledek.


"tidak lah. apaan sih chef"jawab panda malu malu.


"hahaha.. makanya ayo cepat nikah.." dimas meledek lagi. " oh iya, kapan kapan kenal kan aku dengan orang tuamu. aku akan meminta izin dengan mereka" ucap dimas.


"ha?" panda terkejut." iya chef".. apakah aku sedang mimpi? aaaaa kenapa aku beruntung sekali.. terimakasih tuhan.. batinya pun ikut bahagia.


"kau bahagia?" tanya dimas. panda pun hanya menganggukkan kepala dengan wajah berbinar penuh kebahagiaan.


dimas langsung memeluk panda. dan mencium kening panda.


"mulai sekarang panggil aku sayang.. jangan chef lagi" kata dimas.


"tapi chef.."


"tidak boleh membantah" tegas dimas.