OH MY CHEF

OH MY CHEF
episode 5



Sampai dibawah burhan melihat panda masih mencari cincin itu. “ hei,,, ayo pulang. Lanjutkan besok saja mencarinya, “ kata burhan. “ tapi,,” sahut panda. “sudahlah jangan hiraukan dimas lagi, dia pasti sudah tidak marah lagi kok” ucap dimas lalu melingkarkan tanganya dibahu panda. Kemudian burhan menariknya keluar dan mereka pun pulang ketempat masing masing. Panda pulang diantar burhan dengan mobilnya.


Ternyata dari ujung atas tangga dimas melihat semua kejadian antara burhan dan panda. Kenapa burhan begitu akarab dengan anak itu, sampai burhan merangkulnya segala. Bahkan sekarang anak itu diantar pulang juga. Wahhh apa jangan jangan burhan suka sma anak itu ya, ah ga mungkin. Ini pasti hanya usaha burhan meledekku dengan membela anak itu di depanku, iya kan, huft. Gumam dimas sambil menurunu tangga dengan wajah penuh Tanya.


Keesokan harinya panda datang ke resto lebih awal, dia berusaha mencari cincin itu lagi sebelum banyak pengunjung yang datang. Setelah lama mencari akhirnya cincin itu ketemu.


“akhirnya”,, ucap panda lega.


terdengar pintu terbuka panda pun kaget dan langsung membalikkan badan melihat kearah pintu. Keempat koki terlihat memasuki resto. Entah bagaimana kenapa mereka bisa datang bersamaan. Panda pun langsung memasukkan cincin kedalam tasnya. Nanti sajalah menyerahkan cincinya, gumam panda dalam hati.


“panda kau sudah sampai dari tadi” Tanya reno kepada panda. “ iya dong aku kan rajin,, selamat pagi semuanya,,,” ucap panda sambil melambaikan tangan dengan tersenyum menyambut kedatangan mereka.


Angga, bagas dan dodi hanya menjawab dengan tersenyum melihat panda. Di belakang mereka munculah burhan yang juga baru datang. “pagi semua,, semangat untuk hari ini” ucap burhan sambil berlalu memasuki ruang kerjanya. “semangat kaka” jawab panda antusias.


Waktu telah berlalu kesibukan kesibukan merka jalani dengan senang hati, canda, selalu mengiringi pekerjaan mereka. Akhirnya saat pulang pun telah tiba. Keempat koki sekawan itu sudah pualang duluan, begitu juga disusul oleh burhan.


“kenapa tidak mengetuk pintu dulu kalau mau masuk?”Tanya dimas dengan nada agak tinggi.


Panda langsung membalikkan badan dan melihat kearah dimas duduk, “maaf chef, tadi pintunya terbuka jadi saya langsung masuk saja”, jawab panda pelan. Ahhh,,, kenapa tadi aku tak menikmati pemandangan indah tadi, kan kesempatan langka, kapan lagi aku bisa melihat dada bidang chef, gumam panda dalam hati.


“apa kau menikmati pemandangan indah tadi?”, Tanya dimas dengan wajah datar dan agak kesal.


“hah?”, panda kaget dengan pertanyaan dimas. Wajahnya pun menjadi merah seketika. Jangankan menikmati, melihat saja Cuma sekilas tadi. Huft. Batin panda. “tidak tidak chef”, sambil melambaikan tangan.


Kenapa wajahnya memerah, akukan cuma memastikan apa dia tadi benar benar melihatku telanjang dada.“mau apa kau kemari?” Tanya dimas lagi.


Oh iya kenapa aku jadi lupa tujuanku kemari sih. “ eh,, ini chef saya mau mengembalikan cincin chef kemarin”, kata panda samil menyodorkan cincin ke meja dimas.


“ketemu juga cincinya. Tapi mau buat apa? Bahkan acaranya saja gagal, sudah tidak ada gunanya cincin ini”, ucap dimas sambil memegang cincin.