Not A Hero

Not A Hero
Eps. 09 - Pandai Besi



“Tidak ku sangka, semua terjual begitu mahal. 105 Koin Emas.. lumayan juga!” Escal melemparkan pelan kantung kain berisi 105 Koin Emas itu ke atas, dan menangkapnya kembali.


Beberapa waktu lalu dia menjual cukup banyak tanaman berharga dengan beberapa Binatang Buas atau Monster utuh pada Guild Perdagangan. Uang yang dihasilkan bisa terhitung cukup banyak, belum lagi dia masih menyimpan beberapa hal yang akan dia proses sendiri.


Berkat trik kecilnya juga, orang-orang tidak mengira jika dia adalah salah satu Warrior yang memiliki Sistem dan Penyimpanan karena membual dengan berbicara seolah dia memiliki Space Ring.


Tetapi untuk saat ini, dia akan kembali lebih dulu ke rumah karena sudah waktunya makan siang.


......................


Escal kembali keluar setelah makan siang, dan memberikan tugas untuk di kerjakan Liliane sementara dia kembali pergi ke pusat kota untuk membeli atau membuat senjata baru.


“Ini dia!”


Escal berdiri di depan sebuah bangunan besar satu lantai dengan lambang palu dan pedang, sebuah toko perlengkapan senjata yang dibelakangnya merupakan tempat pembuatan senjata dan cukup terkenal bahkan sampai ke Ibukota, Eden's Blacksmith.


Tak menunggu waktu lama, Escal langsung melangkahkan kakinya memasuki tempat itu.


Untuk pertama-tama dia akan membeli perlengkapan terlebih dahulu. Beberapa Belati, Racun, Mana Potion, dan Stamina Potion.


“Banyak sekali yang kau beli, Nak! Apa berencana menaklukkan suatu tempat?”


Seorang pria yang cukup pendek karena berasal dari Suku Dwarf berkata dengan nada sedikit bercanda. Berdasarkan dari perkenalannya, nama pria penjaga toko itu adalah Alfredo.


“Kurasa begitu,” Escal sengaja menjawab dengan tidak serius.


Alfredo tidak tersinggung sama sekali, itu reaksi yang wajar bagi Escal bersikap demikian. Dia hanya tertawa, sambil menghitung harga semua barang-barang yang di beli Escal.


“Totalnya adalah 6 Koin Emas 75 Perak, ada yang lain lagi?”


Escal mengangguk ringan, “Apa kalian menerima pemesanan Senjata dengan bahan sendiri?”


Alfredo mengelus janggutnya, kelihatan seperti tertarik.


“Hoho, coba aku lihat dulu barang seperti apa yang ingin kau jadikan senjata.” Kata Alfredo dengan nada sedikit penasaran.


“Tentu,” Escal langsung merogoh tasnya, seolah dia mengeluarkan benda itu dari dalam tas. Padahal dia keluarkan dari Penyimpanan Sistem.


Melihat benda di atas meja, Alfredo tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat potongan Taring dari Rock Sword Tiger.


“Taring Monster Level 4! Rock Sword Tiger, darimana kau mendapatkan ini Nak?”


Alfredo melihat ke arah Escal dengan mata berbinar.


“Maaf, itu rahasia. Jawab saja, apa ini bisa di jadikan senjata?” Escal menyilang kan tangannya dengan ekspresi datar.


“Baiklah, aku mengerti itu. Hm, dengan bahan ini mungkin bisa membuat pedang dan belati yang bagus. Tapi memerlukan waktu dua hari, bagaimana?”


Escal mengangguk, “Tentu saja, aku punya waktu untuk menantikannya.”


“Ho, bagus!”


Setelah itu Escal memberikan uang untuk semua barang yang ia beli, juga biaya pembuatan senjata Pedang walau hasilnya baru akan dia terima dua hari lagi.


Tepat sebelum dirinya mengerjakan misi dari kerajaan.


Waktu berlalu begitu cepat, dua hari berlalu begitu saja. Saat ini Escal sudah menjadi Human Level 11 dengan berbagai keterampilan kuat lainnya setelah rutin melakukan perburuan di Hutan Woodley.


Saat ini dia tengah berjalan menuju Eden's Blacksmith untuk mengambil pedang yang dijanjikan.


Bilah abu-abu tipis tapi sulit di hancurkan, gagang dan sarung yang berukiran Harimau yang terlihat bagus, terasa ringan tetapi kuat di saat bersamaan saat Escal memegangnya.


...___...


...Sword Rock Tiger...


...Pedang yang di buat dari Taring Rock Sword Tiger yang kuat dan tak mudah hancur!...


...Durability: 500/500...


...[Lebih bisa menetralisir Jurus yang menggunakan Mana!]...


...---...


Melihat Pedang di depannya, Escal tersenyum puas. Dia langsung menggantungkannya di pinggang kiri.


“Keterampilan anda memang sebaik rumor.” Puji Escal tulus.


Alfredo menggosok hidungnya dengan bangga, “Haha, itu berlebihan! Sungguh kehormatan bisa membuat Senjata dengan barang bagus!”


“Kalau begitu, saya pergi dulu.”


“Tentu saja! Datang lagi lain kali jika kau ingin membuat senjata, Nak!”


Escal mengangguk sebagai sebuah tanggapan, kemudian berjalan pergi keluar dari Toko tersebut.


Saat ini adalah waktunya, dia akan pergi melihat tempat di mana Komandan Loyd bersama pasukannya hilang tanpa kabar. Sebelah Utara Hutan Woodley, Escal memang sengaja tidak pernah ke sini karena perburuannya biasanya ke arah Selatan.


Dengan cepat dan lincah, Escal melompat dari satu pohon ke pohon lain kemudian berhenti di atas dahan pohon yang cukup dekat dengan Gate.


Escal menyipitkan matanya, tidak ia sangka situasinya sedikit meleset dari dugaannya.


“Perkembangnya dalam beberapa hari cukup besar juga. Apalagi Tikus, mereka mudah berkembang biak!”


Escal berpikir dalam hatinya setelah melihat jika di luar Gate banyak Monster Tikus berkeliaran, dengan banyak darah berserakan dimana-mana.


Walau bentuknya seperti tikus, tetapi lebih besar dari anjing dengan mata merah menyala dan memiliki cakar serta taring beracun. Walau sebenarnya lemah, tetapi jika diserang beramai-ramai tetap akan merepotkan.


Apalagi setelah tergigit, racun dari Monster itu bisa menyebar dengan cepat jika tidak segera di netralisir.


...___...


...Black Poison Rat...


...Monster Level Dua menengah yang mudah berkembang biak dengan cakar dan taring beracun. Hidup berkelompok dengan beberapa yang berevolusi!...


...---...


Escal mengarahkan pandangannya ke beberapa tikus yang lebih berbeda dari lainnya. Lebih besar, mengerikan dan menjijikkan, juga lebih beracun.


“Jadi itu.”


Escal memfokuskan pikirannya, dan bersiap menarik Belati dari tempatnya.


.......