Not A Hero

Not A Hero
Eps. 16 - Guild Raider



“Tidak, bukan apa-apa.”


Escal menurunkan tangannya, kemudian berpikir sejenak. Liliane masih diam memperhatikan.


“Setelah makan siang, aku akan keluar sebentar. Jagalah rumah seperti biasa,”


“Mengerti, Tuan!”


Seperti yang diucapkannya, Escal pergi keluar setelah selesai makan siang. Dia kembali ke pusat Kota, namun tujuannya berbeda dari yang terakhir kali.


Tidak ke Eden's Blacksmith, Biro Informasi Kerajaan, ataupun Guild Perdagangan. Kali ini Escal pergi ke Guild Raider yang tempatnya berkebalikan dengan Guild Perdagangan. Jika Perdagangan di kiri, maka Raider ada di kanan.


Bangunannya tak jauh berbeda dari Guild Perdagangan, hanya nampak lebih ke arah mendominasi daripada mewah seperti Guild Perdagangan karena di atas bangunan besar dua lantai itu terdapat Simbol Naga yang dililit rantai api.


Langsung saja Escal memasuki tempat tersebut, dan melihat-lihat sekeliling sembari berjalan menuju meja resepsionis.


Seperti biasa, resepsionis wanita bernama Vivian yang Escal datangi langsung menyambutnya seperti tamu-tamu lain dan Escal pun mengatakan tujuannya tanpa basa-basi.


Escal ingin mengambil misi dari Guild Raider, tetapi dia belum terdaftar sebagai seorang Raider.


Alasan kenapa dia tidak mengambil misi di BIK adalah, karena semua misinya berhubungan dengan Kerajaan. Walau pendapatnya cukup banyak, tetapi kebanyakan misi tentang masalah penyelidikan.


Sementara yang Escal inginkan adalah, Misi yang juga memberikan beberapa keuntungan baginya. Seperti peribahasa, Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.


Sembari menyelesaikan misi untuk mendapatkan keuntungan, Escal juga bisa Leveling untuk meningkatkan kekuatan juga mencari beberapa hal yang ia butuhkan karena Escal sedang mempelajari Alkemis.


Akhirnya, Escal mendaftar sebagai seorang Raider meski dia adalah seorang Warrior.


Padahal jika dia mengatakan sejujurnya, alias membongkar identitasnya sebagai Warrior dengan kekuatan Human Level 15 pasti Guild Raider akan memberinya hak khusus dalam Fasilitas Guild ataupun Misi.


Sayangnya Escal tidak berniat demikian. Dia melakukan uji fisik dan akademik dengan nilai rata-rata seorang Raider Kelas E yang hanya setingkat lebih tinggi dari Kelas terakhir.


“Silahkan, Kartu Raider anda. Dengan ini anda bisa mengambil Misi F sampai D dan nilai konstribusi dari misi yang anda ambil akan meningkatkan Kelas anda sebagai Raider.”


Vivian menyerahkan sebuah kartu pada Escal, mirip dengan Kartu Tanda Pengenal yang sebelumnya ia buat. Hanya saja, tercantum Kelas Raidernya selain biodata singkat dan Cap Resmi Guild Raider.


Langsung saja, Escal mengambil sebuah Misi Tingkat F sebagai permulaan dan kembali ke rumah terlebih dahulu.


...____...


“Ke ke ke ke!”


Sekumpulan Goblin biasa nampak tengah berpatroli di sekitar Wilayah mereka. Hijau, pendek, menjijikkan dengan telinga runcing dan membawa tongkat kayu sebagai pemukul atau batu yang cukup runcing.


Ada tujuh Goblin yang saat ini tengah berpatroli, tidak menyadari jika ada dua keberadaan yang tengah memperhatikan mereka dari semak-semak yang tak terlalu jauh.


Liliane menelan paksa ludahnya saat melihat beberapa Goblin itu karena baru pertama kali melihat Monster, sementara Escal di sampingnya masih berekspresi tenang.


Tentu saja, Goblin biasa yang hanya Monster Kelas Satu bisa dia hadapi dengan mudah.


Ini menyangkut misi yang dia ambil siang tadi. Bukan untuk dirinya, melainkan Liliane yang ia suruh untuk berburu walau dia juga mengawasi.


Di samping itu, Misi yang dia ambil dan di kerjakan oleh Liliane akan menguntungkannya untuk memberi Nilai Konstribusi pada Guild Raider dan menerima hadiah walau tidak seberapa.


Misi yang dia ambil tadi siang adalah, Membunuh Sepuluh Goblin dan ambil Taringnya sebagai bukti dengan hadiah tiga perak atau tiga ratus tembaga.


“Apa kau takut?”


Escal menanyakan pertanyaan yang seharusnya dia sendiri pun tahu jawabannya. Seorang anak perempuan yang usianya kurang dari sepuluh tahun, di hadapkan dengan Sekelompok Goblin.


Mungkin jika itu anak biasa, pasti sudah menangis ketakutan atau bahkan pingsan.


Liliane tak menjawab pertanyaan Escal, dia merasa bingung untuk menjawabnya karena di satu sisi juga tidak ingin mengecewakan Escal jika tahu dirinya tengah gentar saat ini.


Escal menyentuh pundak Liliane dengan pelan, membuatnya menatap ke arah Escal.


“Tak perlu takut, harusnya kau sudah melihat hal yang lebih kejam dari ini kan? Aku selalu ada di belakangmu jika kau benar-benar terdesak..”


“..Juga, buktikanlah jika kau mampu berdiri untuk mengikutiku Liliane.”


Ucapan yang tak mengandung emosi dan dikatakan tanpa mengubah ekspresi wajahnya itu, seolah membakar api semangat dalam dada Liliane.


Dia tertunduk, dengan sorot mata membara penuh semangat untuk pembuktian.


“Benar, aku tidak boleh lemah jika ingin mengikuti Tuan. Sekelompok Goblin ini, aku pasti akan mengalahkannya!”


Liliane menggenggam Belati yang ada di tangannya dengan lebih erat, bersiap untuk maju. Sementara itu, tak ada yang menyadari jika sudut bibir Escal sedikit terangkat.


...---...


“Mulutnya benar-benar racun. Haha, tapi aku menyukainya!”


Seorang pria tampan berambut merah tua cukup panjang yang duduk di kursinya yang mirip singgasana, menatap sebuah layar monitor yang menampilkan Escal dan Liliane.


Pandangannya menatap ke arah monitor lain yang menampilkan seorang pemuda yang memakai jubah hitam tengah membantai Belasan Goblin.


“Kepribadian yang hampir sama, tapi berjalan di garis yang berbeda.. Semakin menarik saja. Beberapa Warrior lain pun banyak yang berpotensi.”


Pria itu melihat ke arah layar monitor lain yang menampilkan beberapa orang yang berbeda-beda. Diam sejenak, pria itu menutup wajahnya dan merenggangkan tangannya dengan senyum penuh arti.


“Mungkin kali ini, aku akan menaikkan 'sedikit' kesulitannya.”


..........


Di sebuah lembah dalam di Benua Utara yang dikenal sebagai Land of the Dead, tidak ada yang tahu jika di sana terjadi sebuah keanehan karena muncul retakan dimensi yang semakin lama semakin kuat dan akhirnya pecah.


Membuat Entitas Kegelapan yang tidak di harapkan datang. Bayangan hitam bermata merah berwujud manusia, Prajurit dari Bencana yang akan datang di Vixcell, Shadowman.


.......


Jika kalian menyukai cerita ini mohon beri dukungan berupa like, komen, vote untuk mendukung author! Thanks and Happy Reading^_^